UJIAN KEIMANAN
Firman Allah SWT.
“Sesungguhnya
orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada
Allah dan Rasul-Nya, Kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang
(berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah
orang-orang yang benar”
Ini
karena adanya ujian-ujian keimanan seperti firman Allah Q.S. Al Ankabut:2-3
2.
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:
"Kami Telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?
3.
Dan Sesungguhnya kami Telah menguji orang-orang yang sebelum mereka,
Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya dia
mengetahui orang-orang yang dusta.
Orang beriman pasti di uji. Allah menguji
manusia maka akan tampak siapa yang benar siapa yang dusta.
Firman Allah SWT. Q.S. Al Hujurat:15
15. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu
hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya,
Kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan
jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar.
Maka dalam hidup membawa keimanan ini tidak
ragu-ragu, kenapa? Karena
ada hal-hal yang bisa membuat dia ragu terhadap keimanannya dalam hidup
memebawa keimanan itu.
Dan orang beriman yang sesungguhnya dalam
menghadapi hal-hal itu tidak ragu2 apa hal2 itu? Yaitu ujian dari mana tahu
ujian itu?
QS Al
Ankabut (29) : 2 dan 3
2. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:
"Kami Telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?
3.
Dan Sesungguhnya kami Telah menguji orang-orang yang sebelum mereka,
Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya dia
mengetahui orang-orang yang dusta.
Apa
wujud Ujian itu?
QS. Al Anbiya (21) : 35
35.
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan
sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan Hanya kepada kamilah kamu
dikembalikan.
21/35 =
Apa yang dirasa oleh manusia tidak menyenangkan dan pa yang dirasa oleh manusia
menyenangkan.
Sebagaimana
Nabi Sulaiman :
Yang dikehendaki....
Contoh
ujian yang dianggap/ dirasa menyusahkan/tidak menyenangkan oleh manusia
QS Al
Baqoroh : 155
155.
Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita
gembira kepada orang-orang yang sabar.
Ketakutan
: dipecat, di PHK, harga-harga senbako naik, gak bisa bayar SPP anaknya,
Kelaparan
: ...
Maka
orang beriman akan sabar dan
Tsumma
lam yartaabu
Ini
hal-hal yang Syar – yang tidak menyenangkan buat manusia.
Contoh
orang yang gagal dalam ujian yang dirasa tidak menyenangkan buat
manusia :
QS Al
Hajj (22) : 11
11. Dan
di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi[980];
Maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia
ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang[981]. Rugilah ia di
dunia dan di akhirat. yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.
[980] Maksudnya: tidak dengan penuh keyakinan.
[981] Maksudnya: kembali kafir lagi.
Dan di
antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi,
apa
maksudnya : ayat selanjutnya – ayat ditafsir dengan ayat.
Disaat
jalan enak serba kecukupan, semua berjalan lancar gaji naik rejeki lancar
ibadahnya rajin, ngajinya sregep, qiraahnya 1 hari satu juz, tetapi begitu ada
goncangan ----------
INQOLABA
‘ALA WAJHIH—Berbaliklah ia ke belakang = yang disalahkan Ustadznya, yang
disalahkan pengajiannya, yang disalahkan Amirnya, yang disalahkan Penanggung jawabnya Yang
disalahkan Allah, yang tidak salah dirinya sendiri. Bagaimana keadaan orang ini
; dia rugi di dunia dan rugi di akherat rugi yang nyata.
Maka
orang itu rugi kalau hidup dalam sendirian, maka hidup dalam kebersamaan.
Bentuk
lain :
QS al
Ankabut (29) : 10
10. Dan di antara manusia ada orang yang berkata: "Kami beriman kepada
Allah", Maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia
menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah[1145]. dan sungguh jika datang
pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: "Sesungguhnya kami
adalah besertamu". bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada
semua manusia?
[1145] Maksudnya: orang itu takut kepada penganiayaan-penganiayaan
manusia terhadapnya Karena imannya, seperti takutnya kepada azab Allah, Karena
itu ditinggalkannya imannya itu.
Dalam
beragama – ketika angin sejuk, semilir, mertua senyum, istri senyum, suami
senyum, wahhh,
Sholat
ngaji, qiraah sregep. Tapi kalau dapat gangguan, dicemooh, disakiti,
..—maka dijadikan hal itu seolah-olah
menghadapi siksa Allah. Menghadapi fitnah manusia seolah-olah adzab Allah. Ini
karena YAKINNYA TIDAK MANTAB. Kalau
sudah begini terus merasa berjasa dulu yang grintis saya, nempel kamukten.
Contoh orang tidak lulus /tidak tahan/
ragu-ragu dengan ujian kesenangan :
QS At Taubah (9) : 75-77
75.
Dan diantara mereka ada orang yang Telah berikrar kepada Allah:
"Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami,
Pastilah kami akan bersedekah dan Pastilah kami termasuk orang-orang yang
saleh.
76. Maka setelah Allah memberikan kepada mereka
sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling,
dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran).
77. Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati
mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, Karena mereka Telah memungkiri
terhadap Allah apa yang Telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga Karena mereka
selalu berdusta.
75 ; Berati punya apa tidak ? tidak, tidak
punya.
76. Tetapi setelah diberi?
Ini contoh manusia yang tidak luluus /
ragu2 dengan ujian yang menyenangkan.
Firman Allah SWT. QS. Al Hujurat:15
15. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu
hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya,
Kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan
jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar.
Bukti ketidak raguaanya, mereka berjuang
dijalan Allah dengan diri dan harta mereka. Sekaligus dengan mereka berjuang di
jalan Allah dengan diri dan hartanya maka keimanannya kepada allah dan RasulNya
akan lebih mantab buktinya semakin lama semakin mantab :
Seorang dokter : .............
Seorang Petani : ..................
· Ketika belum
punya anak bagaimana, setelah punya anak bagaimana,
· Ketika
nganggur bagaimana, setelah dapat pekerjaan bagaimana,
Maka
perjuangkan Agama, dengan perjuangkan Agama akan...
Dan ini di
pelihara dengan kebersamaan,
Sahabat
Bilal RA :
216.
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu
yang kamu benci. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar