Sabtu, 14 Maret 2015


ألدنيا مزرعة الأخرة
DUNIA SAWAH LADANGNYA AKHIRAT

Firman Allah Ta’ala :
   
18. Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.
19. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik. (QS. Al Israa’, 17/ 18-19)

15. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.
16. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Huud, 11/ 15-16).

Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat. (QS. Asy-Syuura, 42/20).

7. Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,
8. Mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.
9. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai- sungai di dalam syurga yang penuh kenikmatan.
(QS. Yunus, 10/ 7-9)

20. Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia,
21. Dan meninggalkan (kehidupan) akhirat.
(QS. Al-Qiyamah, 75/ 20-21)

79. Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; Sesung-guhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar".
80. Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik  bagi orang-orang  yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang sabar". (QS. Al-Qashash, 28/ 79-80).


Hadits-Hadits Nabi saw. :

1. Dari Zaid bin Tsabit ra. berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka Allah akan memberikan kekhawatiran (kecemasan) padanya dalam segala urusannya, dan Allah meletakkan (rasa takut akan) kefakiran di hadapan matanya, padahal ia tidak akan menerima keduniaan itu kecuali apa yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa menjadikan akhirat sebagai niatnya (tujuannya), maka Allah akan menjadikan kemudahan dalam segala urusannya, Allah akan meletakkan rasa kaya (kepuasan) dalam hatinya, dan dunia datang padanya dengan kehinaan”. (HR. Ibnu Majah).

2. “Sedekah itu menutup tujuh puluh pintu kejahatan”
(HR. Thabrani).

3. “Sedekah itu dapat mengelakkan kematian yang jahat”  (HR. Thabrani)

4. “Jagalah (bentengilah) hartamu dengan zakat, dan obatilah orang yang sakit dengan sedekah, dan siapkanlah (tolaklah) untuk menghadapi bala’ dengan ber-do’a”.
(HR. Thabrani).

5. Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda : “Allah Ta’ala berfirman, “Hai anak Adam, belanjakanlah (bersedekahlah) pasti Aku membelanjai kamu”.
(HR. Bukhari dan Muslim).

6. Dari Ibnu Umar ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya seorang budak bila ia menunaikan kewajiban majikannya, dan ia tekun beribadah kepada Allah maka ia mendapat dua kali lipat”. (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda : “Bagi Seseorang budak yang melaksanakan segala kewajibannya dengan baik (kewajiban terhadap Allah dan kewajiban terhadap majikannya) maka ia mendapat dua pahala. Demi Dzat yang jiwa Abu Hurairah berada dalam genggamannya, kalau bukanlah karena untuk berjuang pada jalan Allah dan berhaji serta untuk berbuat baik kepada ibu, niscaya saya lebih suka untuk mati dalam keadaan menjadi budak”. (HR. Bukhari dan Muslim).

8. Dari Abu Musa Al Asy’ari ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Seorang budak yang beribadah kepada Tuhannya, dan melaksanakan segala kewajibannya yaitu yang berupa kebenaran, ketaatan dan nasehat, maka ia mendapat dua pahala”. (HR.Bukhari).

9.  Dari Jabir ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda : “Tidak ada seorang Muslim yang menanam tanaman kecuali apa yang dimakan daripadanya itu menjadi sedekah, apa yang dicuri daripadanya menjadi sedekah, dan tidaklah dikurangi oleh seseorang kecuali menjadi sedekah baginya”.
(HR. Muslim).
Dalam riwayatnya yang lain : “Seorang Muslim tidak bercocok tanam, lalu dimakan oleh manusia, hewan dan burung melainkan menjadi sedekah baginya sampai pada hari qiyamat”.
Dalam riwayatnya yang lain : Seorang Muslim tidaklah bercocok tanam, dan tidak menanam tanaman, lalu dimakan oleh manusia, hewan dan sesuatu yang lain kecuali menjadi sedekah baginya”.
(Dua orang itu meriwayatkan dari riwayat Anas ra.).

10. Bersabda Rasulullah saw. : “Barangsiapa menghidupkan tanah yang mati, maka baginya di dalam tanah itu ada pahala(nya). Dan segala yang dimakan oleh makhluk hidup dari padanya, maka baginya adalah sedekah”.
(HR. Nasa’i, Ahmad, dan Ibnu Hibban).

11. Bersabda Rasulullah saw. : “Barangsiapa yang menghidupkan tanah yang mati, maka tanah itu baginya”. Dan di dalam satu riwayat : “Barangsiapa membangun tembok pada satu tanah (yang mati), maka tanah itu baginya. Dan tidak ada bagi benda yang diam suatu hak”.
(Kasyful Ghummah, hal 23, jilid II).

12. “Barangsiapa yang menanami bumi tanpa izin pe-miliknya, maka dia memperoleh pembiayaannya namun tidak mendapat dari tanaman itu barang sedikitpun”. (HR Ahmad).

13. “Apabila terjadi qiyamat dan di tangan seseorang darimu ada bibit kurma sedang ia masih mampu menanamnya, maka hendaklah ia menanamnya, karena dengan demikian ia mendapat pahala”. (HR. Ahmad).


14. “Carilah rizki di celah-celah bumi”. (HR. Abu Ya’la).

15. Dari Abu Hurairah ra. berkata bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya orang yang pertama kali akan diadili pada hari kiamat ialah seorang syuhada’ (orang yang mati syahid), ia akan dibawa ke hadapan Allah. Maka Allah memperlihatkan kepadanya kenikmatannya dan ia pun mengenal kenikmatan itu. Lalu Allah bertanya, “Apa yang telah engkau perbuat dengan kenikmatan itu?” Ia menjawab, “Aku telah berperang karena Engkau, sehingga aku mati syahid”. Allah berfirman, “Kamu dusta! (Kamu berperang bukan karena Aku), tetapi kamu berperang karena ingin disebut pahlawan, dan kamu telah diberi sebutan itu”. Kemudian diperintahkan (pada Malaikat) agar ia diseret di atas wajahnya, kemudian dilemparkan ke dalam neraka. Kedua: Orang belajar dan mengajar ilmu (agama) dan yang suka membaca Al-Qur’an dibawa ke hadapan Allah. Maka Allah memperlihatkan kenikmatan-kenikmatannya, dan ia pun mengenal kenikmatan-kenikmatan itu. Lalu Allah bertanya, “Apa yang telah kamu perbuat dengan nikmat-nikmat itu?” Ia menjawab, “Saya telah belajar dan mengajar ilmu serta membaca Al Qur’an karena Engkau”. Allah berfirman, “Kamu dusta!, Kamu belajar dan mengajar ilmu agar dikatakan bahwa kamu ‘ulama’, dan kamu membaca Al Qur’an supaya disebut Qori’, dan engkau telah mendapat sebutan itu”. Kemudian diperintahkan (pada Malaikat) agar ia diseret atas wajahnya lalu dilemparkan ke dalam neraka. Ketiga: Orang kaya yang diberi banyak harta, ia dibawa ke hadapan Allah. Maka Allah memperlihatkan kenikmatan-kenikmatannya, dan ia pun mengenal kenikmatan tersebut. Kemudian Allah bertanya, “Apa yang telah engkau perbuat dengan nikmat-nikmat itu?” Ia menjawab, “Aku tidak membiarkan satu jalan pun yang patut diberi infak, kecuali aku infakkan hartaku karena Engkau”. Allah berfir-man,”Kamu dusta! (Kamu menginfakkan harta bukan karena Aku), tetapi kamu menginfakkannya supaya disebut derma-wan, dan kamu telah diberi sebutan itu”. Kemudian di-perintahkan (pada Malaikat) agar ia diseret di atas wajahnya, kemudian dilemparkan ke dalam neraka”. (HR. Muslim).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar