ألدنيا
مزرعة الأخرة
DUNIA SAWAH LADANGNYA AKHIRAT
Firman Allah Ta’ala :
18. Barangsiapa menghendaki kehidupan
sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami
kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam;
ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.
19. Dan barangsiapa yang menghendaki
kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia
adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan
baik. (QS. Al Israa’, 17/ 18-19)
15. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan
perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di
dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.
16. Itulah orang-orang yang tidak
memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah
mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Huud, 11/ 15-16).
Barang siapa yang menghendaki
keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa
yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari
keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat. (QS. Asy-Syuura, 42/20).
7. Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya
akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta
merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat
Kami,
8. Mereka itu tempatnya ialah neraka,
disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.
9. Sesungguhnya orang-orang yang
beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan
mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai- sungai di dalam
syurga yang penuh kenikmatan.
(QS. Yunus, 10/ 7-9)
20. Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai
manusia) mencintai kehidupan dunia,
21. Dan meninggalkan (kehidupan)
akhirat.
(QS. Al-Qiyamah, 75/ 20-21)
79. Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah
orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: "Moga-moga kiranya kita
mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; Sesung-guhnya ia
benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar".
80. Berkatalah orang-orang yang
dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah
lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak
diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang sabar". (QS. Al-Qashash, 28/ 79-80).
Hadits-Hadits Nabi saw. :
1. Dari Zaid bin Tsabit ra. berkata, “Aku
mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai
tujuannya, maka Allah akan memberikan kekhawatiran (kecemasan) padanya dalam
segala urusannya, dan Allah meletakkan (rasa takut akan) kefakiran di hadapan
matanya, padahal ia tidak akan menerima keduniaan itu kecuali apa yang telah
ditetapkan baginya. Barangsiapa menjadikan akhirat sebagai niatnya (tujuannya),
maka Allah akan menjadikan kemudahan dalam segala urusannya, Allah akan
meletakkan rasa kaya (kepuasan) dalam hatinya, dan dunia datang padanya dengan
kehinaan”. (HR. Ibnu Majah).
2. “Sedekah itu menutup
tujuh puluh pintu kejahatan”
(HR. Thabrani).
3. “Sedekah itu dapat mengelakkan
kematian yang jahat” (HR. Thabrani)
4. “Jagalah (bentengilah) hartamu dengan zakat,
dan obatilah orang yang sakit dengan sedekah, dan siapkanlah (tolaklah) untuk
menghadapi bala’ dengan ber-do’a”.
(HR. Thabrani).
5. Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw.
bersabda : “Allah Ta’ala berfirman, “Hai anak Adam, belanjakanlah
(bersedekahlah) pasti Aku membelanjai kamu”.
(HR. Bukhari dan Muslim).
6. Dari Ibnu Umar ra. bahwasanya Rasulullah saw.
bersabda: “Sesungguhnya seorang budak bila ia menunaikan kewajiban majikannya,
dan ia tekun beribadah kepada Allah maka ia mendapat dua kali lipat”. (HR.
Bukhari dan Muslim)
7. Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw.
bersabda : “Bagi Seseorang budak yang melaksanakan segala kewajibannya
dengan baik (kewajiban terhadap Allah dan kewajiban terhadap majikannya) maka
ia mendapat dua pahala. Demi Dzat yang jiwa Abu Hurairah berada dalam
genggamannya, kalau bukanlah karena untuk berjuang pada jalan Allah dan berhaji
serta untuk berbuat baik kepada ibu, niscaya saya lebih suka untuk mati dalam
keadaan menjadi budak”. (HR. Bukhari dan Muslim).
8. Dari Abu Musa Al Asy’ari ra. berkata,
Rasulullah saw. bersabda: “Seorang budak yang beribadah kepada Tuhannya, dan
melaksanakan segala kewajibannya yaitu yang berupa kebenaran, ketaatan dan
nasehat, maka ia mendapat dua pahala”. (HR.Bukhari).
9. Dari
Jabir ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda : “Tidak ada seorang Muslim yang menanam
tanaman kecuali apa yang dimakan daripadanya itu menjadi sedekah, apa yang
dicuri daripadanya menjadi sedekah, dan tidaklah dikurangi oleh seseorang
kecuali menjadi sedekah baginya”.
(HR. Muslim).
Dalam riwayatnya yang lain : “Seorang
Muslim tidak bercocok tanam, lalu dimakan oleh manusia, hewan dan burung
melainkan menjadi sedekah baginya sampai pada hari qiyamat”.
Dalam riwayatnya yang lain : Seorang
Muslim tidaklah bercocok tanam, dan tidak menanam tanaman, lalu dimakan oleh
manusia, hewan dan sesuatu yang lain kecuali menjadi sedekah baginya”.
(Dua orang itu meriwayatkan dari riwayat Anas ra.).
10. Bersabda Rasulullah saw. : “Barangsiapa
menghidupkan tanah yang mati, maka baginya di dalam tanah itu ada pahala(nya).
Dan segala yang dimakan oleh makhluk hidup dari padanya, maka baginya adalah
sedekah”.
(HR. Nasa’i, Ahmad, dan Ibnu Hibban).
11. Bersabda Rasulullah saw. : “Barangsiapa yang
menghidupkan tanah yang mati, maka tanah itu baginya”. Dan di dalam satu
riwayat : “Barangsiapa membangun tembok pada satu tanah (yang mati), maka tanah
itu baginya. Dan tidak ada bagi benda yang diam suatu hak”.
(Kasyful Ghummah, hal 23, jilid II).
12. “Barangsiapa yang menanami bumi tanpa izin
pe-miliknya, maka dia memperoleh pembiayaannya namun tidak mendapat dari
tanaman itu barang sedikitpun”. (HR Ahmad).
13. “Apabila terjadi qiyamat dan di tangan
seseorang darimu ada bibit kurma sedang ia masih mampu menanamnya, maka
hendaklah ia menanamnya, karena dengan demikian ia mendapat pahala”. (HR.
Ahmad).
14. “Carilah rizki di celah-celah bumi”.
(HR. Abu Ya’la).
15. Dari Abu Hurairah ra. berkata bahwa ia
mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya orang yang pertama kali akan
diadili pada hari kiamat ialah seorang syuhada’ (orang yang mati syahid), ia
akan dibawa ke hadapan Allah. Maka Allah memperlihatkan kepadanya kenikmatannya
dan ia pun mengenal kenikmatan itu. Lalu Allah bertanya, “Apa yang telah engkau
perbuat dengan kenikmatan itu?” Ia menjawab, “Aku telah berperang karena
Engkau, sehingga aku mati syahid”. Allah berfirman, “Kamu dusta! (Kamu
berperang bukan karena Aku), tetapi kamu berperang karena ingin disebut
pahlawan, dan kamu telah diberi sebutan itu”. Kemudian diperintahkan (pada
Malaikat) agar ia diseret di atas wajahnya, kemudian dilemparkan ke dalam
neraka. Kedua: Orang belajar dan mengajar ilmu (agama) dan yang suka membaca
Al-Qur’an dibawa ke hadapan Allah. Maka Allah memperlihatkan
kenikmatan-kenikmatannya, dan ia pun mengenal kenikmatan-kenikmatan itu. Lalu
Allah bertanya, “Apa yang telah kamu perbuat dengan nikmat-nikmat itu?” Ia
menjawab, “Saya telah belajar dan mengajar ilmu serta membaca Al Qur’an karena
Engkau”. Allah berfirman, “Kamu dusta!, Kamu belajar dan mengajar ilmu agar
dikatakan bahwa kamu ‘ulama’, dan kamu membaca Al Qur’an supaya disebut Qori’,
dan engkau telah mendapat sebutan itu”. Kemudian diperintahkan (pada Malaikat)
agar ia diseret atas wajahnya lalu dilemparkan ke dalam neraka. Ketiga: Orang
kaya yang diberi banyak harta, ia dibawa ke hadapan Allah. Maka Allah memperlihatkan
kenikmatan-kenikmatannya, dan ia pun mengenal kenikmatan tersebut. Kemudian
Allah bertanya, “Apa yang telah engkau perbuat dengan nikmat-nikmat itu?” Ia
menjawab, “Aku tidak membiarkan satu jalan pun yang patut diberi infak, kecuali
aku infakkan hartaku karena Engkau”. Allah berfir-man,”Kamu dusta! (Kamu
menginfakkan harta bukan karena Aku), tetapi kamu menginfakkannya supaya
disebut derma-wan, dan kamu telah diberi sebutan itu”. Kemudian di-perintahkan
(pada Malaikat) agar ia diseret di atas wajahnya, kemudian dilemparkan ke dalam
neraka”. (HR. Muslim).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar