Jumat, 27 Maret 2015

SEGALA SESUATU BERNILAI TINGGI BILA BERHUBUNGAN AGAMA (ALLAH SWT)



SEGALA SESUATU  BERNILAI TINGGI
BILA BERHUBUNGAN  AGAMA (ALLAH SWT)

A.          Semut  yang peduli terhadap keselamatan saudara-saudaranya, diabadikan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur’anul Kariim.

Firman Allah SWT :

17.  Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (da-lam barisan).
18. Hingga apabila mereka sampai di lembah semut ber-katalah seekor semut: “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";
19.  Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. dan dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh". (QS. An Naml, 27/ 17 – 19)


B.  Burung Hud-hud yang ada peduli, perhatian terhadap Ratu Balqis dan rakyatnya yang menyembah matahari, kemudian melaporkannya kepada Nabi Sulaiman AS.

Firman Allah SWT  :
20. Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: "Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir.
21.  Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang".
22.  Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.
23. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.
24.  Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka meman-dang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk,
25.  Agar mereka tidak menyembah Allah yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan yang menge-tahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.
26.  Allah, tiada Tuhan yang disembah kecuali Dia, Tuhan yang mempunyai 'Arsy yang besar".
27.  Berkata Sulaiman: "Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta.
28.  Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan"
         (QS. An Naml, 27/ 20 – 28).


C.  Istri ‘Imran yang menadzarkan kepada Allah SWT , anak yang dalam kandungannya agar menjadi hamba yang sholih dan berkhidmat untuk agama Allah SWT

     Firman Allah SWT :

35. (ingatlah), ketika isteri 'Imran berkata: "Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan ber-khidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha men-dengar lagi Maha Mengetahui".
36.  Maka tatkala isteri 'Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: "Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya se-orang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk."
37.  Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di Mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam men-jawab: "Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. (QS. Ali ‘Imraan, 3 : 35 – 37).


D. Shahabat Shuhaib bin Sinan RA (Shuhaib Ar Rumi RA) dengan pengorbanan beliau untuk agama Allah menjadi asbab turunnya QS. Al-Baqarah ayat : 207

 “Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya”.(Al Baqarah, 2 : 207)


Lihat Kisah Shahabat Shuhaib bin Sinan RA berhijrah (Terjem. Kitab Hayatush Shahabah, Muhammad Yusuf Al Kandahlawy, PT Bina Ilmu Surabaya, jld I/ 350-351).
E.  Shahabat Bilal bin Rabbah RA yang suara sandalnya sudah didengar Nabi SAW. di Surga

Sebagaimana Riwayat :

“Dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW ber-sabda kepada Bilal : “Wahai Bilal ceritakanlah kepadaku tentang amal yang paling bisa diandalkan yang telah kamu kerjakan dalam Islam, karena sesungguhnya aku mendengar suara sandalmu berada di hadapanku dalam surga”. Bilal berkata : “Tidak ada suatu amal yang saya andalkan selain bila saya selesai bersuci (wudlu) baik pada waktu malam maupun waktu siang maka dengan wudlu itu saya menger-jakan shalat sebagaimana yang telah diajarkan kepadaku yaitu agar saya shalat”. (HR. Bukhari Muslim).





F.  Shahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. dengan pengor-banan beliau untuk Agama Allah hingga beliau RA mendapatkan salam dari Allah Ta’ala.
    Sebagaimana riwayat :
(Baca : Kitab Hayatush Shahabat, Jilid I : 323-324)

Bagaimana dengan Surga beliau RA?
Hadits Nabi SAW menjelaskan sebagai berikut :
(Baca : Kitab Shohih Bukhari/ Muslim)

Dan masih banyak Riwayat yang lain lagi .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar