SEGALA SESUATU BERNILAI TINGGI
BILA BERHUBUNGAN AGAMA (ALLAH SWT)
A.
Semut yang peduli terhadap keselamatan
saudara-saudaranya, diabadikan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur’anul Kariim.
Firman Allah SWT :
17. Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya
dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (da-lam
barisan).
18. Hingga apabila mereka sampai
di lembah semut ber-katalah seekor semut: “Hai semut-semut, masuklah ke dalam
sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya,
sedangkan mereka tidak menyadari";
19. Maka dia tersenyum dengan tertawa karena
(mendengar) perkataan semut itu. dan dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah aku
ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku
dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau
ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu
yang saleh". (QS. An Naml, 27/ 17 – 19)
B. Burung Hud-hud yang ada peduli, perhatian terhadap Ratu Balqis
dan rakyatnya yang menyembah matahari, kemudian melaporkannya kepada Nabi
Sulaiman AS.
Firman Allah SWT :
20. Dan dia memeriksa burung-burung
lalu berkata: "Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang
tidak hadir.
21. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya
dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar
dia datang kepadaku dengan alasan yang terang".
22. Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud),
lalu ia berkata: "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum
mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang
diyakini.
23. Sesungguhnya aku menjumpai
seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta
mempunyai singgasana yang besar.
24. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari,
selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka meman-dang indah
perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga
mereka tidak dapat petunjuk,
25. Agar mereka tidak menyembah Allah yang
mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan yang menge-tahui apa
yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.
26. Allah, tiada Tuhan yang disembah kecuali Dia,
Tuhan yang mempunyai 'Arsy yang besar".
27. Berkata Sulaiman: "Akan kami lihat, apa
kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta.
28. Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu
jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah
apa yang mereka bicarakan"
(QS. An Naml, 27/ 20 – 28).
C. Istri ‘Imran yang menadzarkan kepada Allah SWT , anak yang
dalam kandungannya agar menjadi hamba yang sholih dan berkhidmat untuk agama
Allah SWT
Firman Allah SWT :
35. (ingatlah), ketika isteri
'Imran berkata: "Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau
anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan ber-khidmat (di Baitul
Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah
yang Maha men-dengar lagi Maha Mengetahui".
36. Maka tatkala isteri 'Imran melahirkan anaknya,
diapun berkata: "Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya se-orang anak
perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak
laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia
Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada
(pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk."
37. Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar)
dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan
Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. setiap Zakariya masuk untuk menemui
Maryam di Mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: "Hai
Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam men-jawab:
"Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rezeki
kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.
(QS. Ali ‘Imraan, 3 : 35 – 37).
D. Shahabat Shuhaib bin Sinan RA (Shuhaib Ar Rumi RA) dengan
pengorbanan beliau untuk agama Allah menjadi asbab turunnya QS. Al-Baqarah ayat
: 207
“Dan di antara manusia ada orang yang
mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun
kepada hamba-hamba-Nya”.(Al Baqarah, 2 : 207)
Lihat Kisah Shahabat Shuhaib
bin Sinan RA berhijrah (Terjem. Kitab Hayatush Shahabah, Muhammad Yusuf Al
Kandahlawy, PT Bina Ilmu Surabaya, jld I/ 350-351).
E. Shahabat Bilal bin Rabbah RA yang suara sandalnya sudah
didengar Nabi SAW. di Surga
Sebagaimana
Riwayat :
“Dari Abu Hurairah RA bahwasanya
Rasulullah SAW ber-sabda kepada Bilal : “Wahai Bilal ceritakanlah kepadaku
tentang amal yang paling bisa diandalkan yang telah kamu kerjakan dalam Islam,
karena sesungguhnya aku mendengar suara sandalmu berada di hadapanku dalam
surga”. Bilal berkata : “Tidak ada suatu amal yang saya andalkan selain bila
saya selesai bersuci (wudlu) baik pada waktu malam maupun waktu siang maka
dengan wudlu itu saya menger-jakan shalat sebagaimana yang telah diajarkan
kepadaku yaitu agar saya shalat”. (HR. Bukhari
Muslim).
F. Shahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. dengan pengor-banan
beliau untuk Agama Allah hingga beliau RA mendapatkan salam dari Allah Ta’ala.
Sebagaimana riwayat :
(Baca : Kitab Hayatush Shahabat, Jilid I : 323-324)
Bagaimana dengan Surga beliau RA?
Hadits
Nabi SAW menjelaskan sebagai berikut :
(Baca : Kitab Shohih Bukhari/ Muslim)
Dan
masih banyak Riwayat yang lain lagi .
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar