Malapetaka Akhir Zaman dan Solusinya
Oleh :Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
Oleh :Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
Mukadimah
Sesungguhnya segala puji
bagi Allah semata, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan serta
bertaubat kepada-Nya. Kami berlindung kepada-Nya dari kejelekan jiwa-jiwa kami
dan dari keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa diberi hidayah oleh Allah,
niscaya tiada seorang pun yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa
disesatkan-Nya, maka tiada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk.
Saya bersaksi bahwa
tiada illah (Tuhan) yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata
tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi
wasallam adalah hamba dan utusan-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah atas
beliau, atas keluarga dan segenap sahabat beliau serta orang-orang yang
mengikuti petunjuk beliau sampai hari Kemudian kelak. Amma ba'du:
Allah Ta'ala berfirman:
"Alif laaf miim.
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami
telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami
telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah menge-tahui
orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang
dusta."
(Al-Ankabut: 1-3)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah
mengabarkan kepada kita semua tentang fitnah-fitnah (malapetaka) yang bakal
terjadi. Dan juga menjelaskan jalan selamat darinya, yaitu berpegang teguh
dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib
radhiyallahu 'anhu menuturkan bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda:
"Ketahuilah
bahwasanya bakal terjadi fitnah-fitnah (malapetaka)!" Kami bertanya:
"Bagaimana jalan keluarnya wahai Rasulullah?" Beliau bersabda:
"Berpegang teguh dengan Kitabullah, sebab di dalamnya disebutkan sejarah
orang-orang sebelum kalian, dan khabar tentang yang akan datang setelah kalian,
dan di dalamnya juga terdapat hukum terhadap perselisihan di antara kalian. Ia
adalah pemisah antara hak dan bathil, dan sekali-kali bukanlah senda gurau.
Barangsiapa mening-galkannya karena keangkuhan, niscaya Allah akan
membinasakannya. Dan barangsiapa mencari petunjuk dari selainnya, niscaya Allah
akan menye-satkannya. Ia adalah tali Allah yang kokoh. Dan ia adalah bacaan
yang penuh hikmah. Dan ia adalah jalan Allah yang lurus."
(HR. Ahmad dan
At-Tirmidzi)
Pada hari ini kita berada dalam kancah pepe-rangan
melawan fitnah (cobaan dan godaan) yang sangat besar. Fitnah bagaikan potongan
malam kelam. Harta adalah fitnah (cobaan), anak-anak adalah fitnah (cobaan),
wanita adalah fitnah (godaan), bercampur baur dengan orang-orang kafir dan
munafik adalah fitnah (bencana), ajakan kepada kebatilan dan menjauhi
kebe-naran adalah fitnah (malapetaka), teman pergaulan yang jahat adalah fitnah
(bencana), seruan kepada perkara sia-sia, sesat dan batil adalah fitnah
(bencana). Dan masih banyak lagi yang lain.
Ketika seorang insan jatuh terperosok ke dalam bahaya
dan musibah, maka dihadapannya ada dua pilihan:
1. Ia segera mencari jalan-jalan keselamatan dan
ber-usaha mengeluarkan diri dari musibah tersebut hingga ia bisa selamat. Tidak
syak lagi hal ini meru-pakan keharusan yang harus ditempuh bagi orang yang
berakal.
2. Atau ia hanya bisa pasrah menerima dan membiarkan
dirinya binasa. Ini adalah tindakan orang bodoh yang pasrah dan tidak mencari
jalan selamat.
Fitnah-fitnah sudah begitu banyak pada zaman sekarang
ini. Gelombangnya sudah saling berbenturan dengan berbagai bentuk kejahatan.
Maka wajib bagi setiap muslim untuk berhati-hati darinya dengan sungguh-sungguh
berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sun-nah Rasul-Nya shallallahu 'alaihi
wasallam. Dan hendaknya ia juga waspada agar tidak men-jadi
penebar fitnah (bencana) atau mendatangi atau condong kepadanya, sehingga ia
terjebak di dalamnya. Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda:
"Bakal terjadi fitnah (pertumpahan darah), orang
yang duduk ketika itu lebih baik daripada orang yang berdiri, yang berdiri
lebih baik daripada orang yang berjalan, yang berjalan lebih baik daripada yang
berlari. Dan barangsiapa melibatkan diri ke dalamnya niscaya ia akan terseret
ke dalamnya."
(Muttafaq 'alaih)
Kita semua, baik rakyat maupun penguasa, ulama maupun
orang awam, hendaknya saling bahu membahu memadamkan api fitnah dengan berbagai
corak terse-but. Dengan cara yang penuh hikmah dan nasihat yang baik. Jika hal
itu tidak kita lakukan, maka akibatnya akan sangat berbahaya dan kesudahannya
akan sangat menyakitkan. Allah berfirman:
"Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang
tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah
bahwa Allah amat keras siksaan-Nya."
(Al-Anfal: 25)
Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa dunia ini ada-lah
batu ujian dan cobaan. Allah berfirman:
"Agar Dia menguji siapakah diantara kamu yang lebih
baik amalnya."
(Huud: 7)
Dan bahwasanya kampung akhirat adalah tempat tinggal
yang abadi. Orang yang berbahagia adalah yang diselamatkan Allah dari
fitnah-fitnah (bencana-bencana). Dan orang yang celaka adalah yang terseret ke
dalam-nya dan menjadi penyeru kepadanya. Semoga Allah memberikan keselamatan
bagi kita semua. Risalah yang sederhana ini menyebutkan dengan ringkas
beberapa fitnah-fitnah yang banyak bersebaran pada zaman sekarang ini dan
banyak menimpa kaum muslimin. Mudah-mudahan bermanfaat bagi orang yang ingin
memetik faidah dan menjadi peringatan bagi para pencari ibrah (pelajaran).
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana./
MAKNA FITNAH
Fitnah adalah cobaan dan ujian.
Dosa syirik disebut fitnah dan kekufuran juga
dise-but fitnah. Allah berfirman dalam kitab-Nya:
"Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada
fitnah lagi." (Al-Baqarah: 193)
Yaitu sehingga tidak ada lagi syirik dan kekufuran. Dalam ayat lain Allah berfirman:
"Kalau (Yatsrib) diserang dari segala penjuru,
ke-mudian diminta kepada mereka supaya murtad, niscaya mereka mengerjakannya."
(Al-Ahzab: 14)
Namun istilah fitnah lebih banyak diucapkan un-tuk
sesuatu berupa bala dan cobaan yang kerap kali memperdaya dan menyimpangkan
banyak orang dari jalan yang lurus. Sementara mereka tidak mampu mengatasinya, akhirnya
mereka larut bersama bala dan cobaan tersebut. Itulah cobaan dan bala yang
menye-satkan yang sangat dikhawatirkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
atas umatnya. Dalam sebuah hadits shahih beliau bersabda:
"Menjelang hari Kiamat nanti bakal terjadi
fitnah-fitnah seperti potongan malam kelam. Pada saat itu seseorang beriman
pada pagi hari dan menjadi kafir pada sore harinya, beriman pada sore hari dan
menjadi kafir pada pagi harinya. Ia menjual agamanya dengan materi dunia."
(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah) bMaknanya apabila fitnah tersebut telah menimpa
seseorang, ia akan terpedaya dan selanjutnya sesat serta menyimpang dari
kebenaran dan petunjuk, ia menjual agamanya dengan materi dunia! Fitnah-fitnah
seperti ini telah banyak kita saksikan pada hari ini. Oleh karena itu yang
dapat bertahan dan sabar dalam menghadapinya hanyalah orang-orang yang
diteguhkan Allah dan diberi-Nya karunia ilmu dan pengetahuan.
SETAN-SETAN DARI KALANGAN JIN DAN MANUSIA
Setan telah meyakini bahwa dirinya telah binasa.
Bahwa ia termasuk penduduk Neraka. Dan ia pasti masuk ke dalamnya tanpa dapat
menghindar sama sekali. Oleh karena itu ia berusaha menyesatkan bani Adam agar
mereka bisa masuk bersama-sama ke dalam Neraka. Bahkan setan bersumpah untuk
melakukan tekadnya itu. Allah Ta'ala berfirman: "Iblis menjawab:
"Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali
hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka." (Shad: 82-83)
Allah juga mengabarkan bahwa di kalangan manu-sia
juga ada yang berperan sebagai setan. Allah Ta'ala berfirman:
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manu-sia dan (darijenis) jin." (Al-An'am: 112)
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manu-sia dan (darijenis) jin." (Al-An'am: 112)
Cobalah perhatikan,
Allah Ta'ala mendahulukan penyebutan setan dari jenis manusia sebelum
penye-butan setan dari jenis jin! Sebab setan jenis manusia itulah yang
mengajak kepada apa yang diserukan oleh setan jenis jin. Mereka mengajak kepada
kekufuran, bid'ah dan maksiat, yang mana hal itu merupakan seruan setan.
Alim ulama menjelaskan
bahwa setan senantiasa mengajak manusia kepada perbuatan dosa, mulai dari dosa
yang paling besar sampai dosa yang kecil. Ibnul Qayyim menyebutkan dalam kitab
Al-Bada'iul Fawaaid di akhir juz kedua sebagai berikut: "Sesungguhnya setan
mengajak manusia kepada enam perkara. Ia baru melangkah kepada perkara kedua
bila perkara pertama tidak berhasil dilakukannya.
• Mengajaknya berbuat syirik dan kekufuran. Jika hal
ini berhasil dilakukannya berarti setan telah menang dan tidak sibuk lagi dengannya.
• Jika tidak berhasil, setan akan mengajaknya berbuat
bid'ah. Jika sudah terjerumus ke dalamnya, maka setan akan membuat bid'ah itu
indah di matanya hingga dia rela dan setan pun membuatnya puas dengan bid'ah
itu.
• Jika tidak berhasil juga, setan akan
menjerumuskan-nya ke dalam dosa-dosa besar.
• Jika tidak berhasil, setan akan menjerumuskannya ke dalam dosa-dosa kecil.
• Jika ternyata tidak berhasil juga, setan akan menyi-bukkannya dengan perkara-perkara mubah hingga ia lupa beribadah.
• Jika tidak mempan juga, setan akan membuainya dengan perkara-perkara kurang penting hingga ia abaikan perkara-perkara terpenting.
• Jika gagal juga, maka setan akan melakukan tipu daya terakhir, jarang orang yang selamat darinya hingga para nabi dan rasul sekalipun. Yaitu mengerahkan bala tentaranya dari jenis manusia untuk menyerang orang-orang yang berpegang teguh de-ngan agamanya.
• Jika tidak berhasil, setan akan menjerumuskannya ke dalam dosa-dosa kecil.
• Jika ternyata tidak berhasil juga, setan akan menyi-bukkannya dengan perkara-perkara mubah hingga ia lupa beribadah.
• Jika tidak mempan juga, setan akan membuainya dengan perkara-perkara kurang penting hingga ia abaikan perkara-perkara terpenting.
• Jika gagal juga, maka setan akan melakukan tipu daya terakhir, jarang orang yang selamat darinya hingga para nabi dan rasul sekalipun. Yaitu mengerahkan bala tentaranya dari jenis manusia untuk menyerang orang-orang yang berpegang teguh de-ngan agamanya.
Oleh sebab itu kita temui setan-setan jenis manu-sia
ada juga yang menyeru kepada kekufuran, syirik, mengajak orang berbuat dosa,
baik dosa besar maupun dosa kecil. Jika tidak mampu, mereka akan membuat orang
lalai dengan perkara-perkara mubah. Jika masih juga gagal, maka mereka
memalingkan orang dari amal yang terpenting kepada amal yang kurang penting.
Jika ternyata gagal, maka tidak ada jalan lain kecuali mengganggu dengan lisan,
dengan tangan atau dengan gangguan model apa saja!
Maka seorang insan seharusnya tetap waspada dan
menjauhkan diri dari setan-setan baik dari jenis jin maupun manusia.
JENIS-JENIS FITNAH
JENIS-JENIS FITNAH
Hendaknya setiap muslim harus mengetahui jenis-jenis
fitnah, agar ia dapat berjalan di atas ilmu dan keterangan yang nyata, dan
hingga ia tidak terkicuh, terutama bagi para pemuda. Sebab jika Allah tidak
memberinya akal yang cemerlang dan sikap santun serta pemahaman dan pengetahuan
yang cukup mengenai fitnah ini, niscaya banyak di antara mereka yang terkicuh
dengan tipu daya setan. Dengan mudah ia akan mengikuti setiap ajakan setan.
Maka dari itu, kita harus menyebutkan beberapa bentuk dan beberapa jenis fitnah
pada zaman sekarang ini.
Sebagaimana yang dimaklumi bersama, bahwa juru fitnah
(kesesatan) tidak terang-terangan mengajak orang kepadanya. Namun ia mengajak
melalui corong-corongnya, para penyebar dan para penyeru kepadanya. Merekalah
yang disebut sebagai da'i-da'i penyebar kesesatan.
Fitnah ada dua jenis:
Pertama: Penyeru kepada syirik, kekufuran, kese-satan
dan penyebar aqidah menyimpang.
Kedua: Penyeru kepada perbuatan dosa dan mak-siat,
baik dosa besar maupun dosa kecil.
Akan kita sebutkan satu per satu dengan ringkas dan
gamblang supaya menjadi peringatan dan penje-lasan. Sebab sangat disayangkan
sekali risalah sederha-na ini tidak cukup memuat seluruhnya.
Jenis Pertama: Penyeru Kepada Syirik, Kekufuran,
Kesesatan dan Penyebar Aqidah Menyimpang
Sesungguhnya merupakan fitnah zaman sekarang adalah
merebaknya ajakan kepada perbuatan syirik, kufur dan sesat serta menyebarnya
aqidah-aqidah yang menyimpang di mana-mana. Sudah barang tentu Allah I telah
meletakkan fitrah pada diri manusia untuk mengenal-Nya. Dan untuk mengakui-Nya
sebagai Rabb dan ilaah (sesembahan). Hal ini
ditegaskan dalam firman-Nya:
"(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah
mencip-takan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah
Allah.(Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak
mengeta-hui."
(Ar-Rum: 30)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga telah
menegaskan hal itu dalam sabdanya:
"Setiap bayi terlahir dalam keadaan fitrah
(muslim muwahhid), namun kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia Yahudi,
Nasrani atau Majusi. Sebagaimana seekor hewan melahirkan anaknya dalam keadaan
sempurna, adakah kamu dapati cacat padanya." (Muttafaq 'alaihi)
Dalam hadits ini Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam menjelaskan bahwa seorang insan lahir ke dunia dalam keadaan yang
sem-purna, siap menerima kebaikan. Sekiranya ia dibiarkan begitu saja, niscaya
ia dapat mengenali Rabbnya. Ia akan mengetahui apa yang diperintahkan
kepadanya, serta menyadari bahwa ia tidak dibiarkan begitu saja. Ia dibebani tanggung
jawab dan kewajiban.
Akan tetapi di sekitarnya ada faktor-faktor yang
mempengaruhinya. Ada yang baik, yang akan menghidupkan fitrah dan nalurinya.
Dan ada yang buruk, yang membelokkannya dari aqidah yang benar, hingga
terjerumus dalam aqidah-aqidah sesat. Faktor berpengaruh tersebut bisa jadi
dari orang tuanya sendiri dan bisa jadi dari guru atau orang lain.
Fitnah semacam ini bergerak mengajak orang ke-pada
kesesatan dan kemaksiatan. Dengan ajakan seperti ini dan dengan metode yang
penuh tipu daya tersebarlah berbagai macam kemaksiatan secara otomatis semakin
banyak pula orang-orang yang mempromosikannya. Coba lihat, betapa banyak
penyeru kepada kekufuran, kebatilan dan kesesatan.
Tidak syak lagi, bahwasanya siapa saja yang
meng-gandrungi sebuah keyakinan, menyenanginya dan mera-sa puas dengannya,
pasti senang bila keyakinan seperti itu semakin banyak penganutnya dan tersebar
luas. Ia akan segera menawarkan keyakinan itu kepada orang lain dan berusaha
agar orang lain menyukainya dan memandangnya bagus. Tanpa ambil peduli dengan
kesalahan dan kesesatan yang ada padanya. Sebagai contoh, kita meyakini
kesesatan kaum Nasrani, Yahudi dan Majusi, siapa saja yang mempelajari dan
mengetahui keyakinan mereka pasti yakin bahwa mereka jauh dari kebenaran.
Walaupun begitu mereka meyakini bahwa mereka berada
di atas kebenaran. Oleh sebab itu mere-ka berusaha sekuat tenaga menyebarkan
keyakinan mereka melalui berbagai media.
Dan menyebarkan juru-juru dakwah yang mereka namakan
missionaris, namun pada hakikatnya mereka adalah penginjil dan penyebar
kesesatan. Mereka ini adalah fitnah terbesar, yang mana mereka telah berhasil
menyesatkan banyak orang. Hanya orang-orang yang diselamatkan Allah Subhanahu
wa Ta'ala saja yang terhindar dari bahaya mereka para missionaris dan penginjil
itu. Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan mereka sebagai batu ujian dan cobaan
bagi umat manusia. Namun di balik itu semua ada hikmah yang besar dan bukti
yang terang.
Termasuk fitnah yang tersebar pada hari ini adalah
ajakan-ajakan kepada aqidah yang sesat. Siapa saja yang meyakini sebuah aqidah
sesat, maka aqidah itu akan menjadi kepercayaannya. Ia akan menyeru kepada-nya
dan mengangkat juru-juru dakwah untuk menyebar-kannya. Dan rela mengeluarkan
hartanya untuk itu sekalipun aqidah itu batil dan jauh dari kebenaran. Namun
setan membuta-tulikan mata hatinya sehingga merasa dirinyalah yang benar dan
memandang salah orang-orang yang menyelisihinya.
> Lihat saja, setiap ahli bid'ah pasti mengajak orang kepada bid'ahnya. Sebagai contoh kaum Syi'ah Rafi-dhah, ajaran mereka telah tersebar luas di beberapa negeri Islam. Padahal jika engkau menilik keyakinan mereka, pasti engkau dapati sangat jauh dari kebenaran. Jika engkau membaca buku-buku mereka, pasti engkau akan terhenyak kaget melihat kisah-kisah khurafat dan dusta bertebaran di sana-sini.
> Lihat saja, setiap ahli bid'ah pasti mengajak orang kepada bid'ahnya. Sebagai contoh kaum Syi'ah Rafi-dhah, ajaran mereka telah tersebar luas di beberapa negeri Islam. Padahal jika engkau menilik keyakinan mereka, pasti engkau dapati sangat jauh dari kebenaran. Jika engkau membaca buku-buku mereka, pasti engkau akan terhenyak kaget melihat kisah-kisah khurafat dan dusta bertebaran di sana-sini.
Walau demikian, mereka bersungguh-sungguh dalam
menyebarkan aqidah sesat tersebut. Bukan itu saja, bahkan mereka rela
mengeluarkan harta yang berlimpah demi menjerat orang-orang jahil dan bodoh ke
dalamnya. Jarang orang yang selamat jika sudah terperangkap jerat aqidah
tersebut. Wal 'Iyadzubillah
Setan menutup mata mereka sehingga mereka merasa berada di pihak yang benar. Lalu mereka pun berusaha memperdaya orang lain supaya meyakini merekalah golongan yang benar, selain mereka adalah ahli bathil.
Ternyata banyak sekali orang-orang jahil dan terbelakang yang terkicuh dengan cara-cara mereka itu. Mereka menampakkan kelembutan, kerendahan hati dan ketawadhu'an namun di balik itu mereka berusaha menyeret orang ke dalam aqidah mereka yang sesat. Fitnah kelompok Syi'ah Rafidhah ini sudah sedemikian besar dan parah, kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala semoga kaum muslimin terhindar dari kejahatan dan bahaya mereka. Selain itu banyak pula kelompok-kelompok me-nyimpang lainnya. Misalnya kelompok Khawarij yang juga merupakan ancaman serius. Mereka masih tetap bergentayangan di beberapa negeri. Yang membuat api fitnah semakin marak.
Setan menutup mata mereka sehingga mereka merasa berada di pihak yang benar. Lalu mereka pun berusaha memperdaya orang lain supaya meyakini merekalah golongan yang benar, selain mereka adalah ahli bathil.
Ternyata banyak sekali orang-orang jahil dan terbelakang yang terkicuh dengan cara-cara mereka itu. Mereka menampakkan kelembutan, kerendahan hati dan ketawadhu'an namun di balik itu mereka berusaha menyeret orang ke dalam aqidah mereka yang sesat. Fitnah kelompok Syi'ah Rafidhah ini sudah sedemikian besar dan parah, kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala semoga kaum muslimin terhindar dari kejahatan dan bahaya mereka. Selain itu banyak pula kelompok-kelompok me-nyimpang lainnya. Misalnya kelompok Khawarij yang juga merupakan ancaman serius. Mereka masih tetap bergentayangan di beberapa negeri. Yang membuat api fitnah semakin marak.
Demikian pula kaum sufi, kaum ahli bid'ah yang
mentakwil secara bathil sifat-sifat Allah. Mereka juga merupakan pemicu fitnah.
Mereka ini menyebar di ber-bagai belahan dunia. Dan masih banyak lagi kelompok-kelompok
menyimpang lainnya.
Maka sudah seyogyanya seorang insan berpegang teguh
kepada al-Haq dan benar-benar meyakininya. Dan benar-benar bersandar kepada
dalil-dalilnya. Serta menjauhkan diri dari juru-juru fitnah dan kesesatan
tersebut. Jangan sekali-kali ia mendengar ajakan dan promosi mereka. Sekalipun
ia seorang yang berilmu. Sebab keyakinan-keyakinan sesat itu ibarat racun dalam
lemak. Kelihatannya enak, menarik minat untuk mema-kannya namun di balik itu
adalah racun mematikan.
Tujuan kami menyebutkan
oknum-oknum juru dakwah yang menyesatkan serta bid'ah-bid'ah mereka adalah
sebagai peringatan bagi setiap muslim dari bahaya mereka dan bahaya bid'ah yang
mereka serukan. Dan supaya kaum muslimin tidak bertumpu kepada mereka.
Hendaklah selalu waspada dan berhati-hati terhadap setiap orang yang mengajak
kepada kekufuran, syirik, bid'ah dan kesesatan.
Jenis Kedua: Penyeru Kepada Maksiat dan Dosa yang Besar Maupun Kecil
Oknum-oknum yang mengajak berbuat maksiat dan dosa
yang besar maupun kecil sangat banyak berke-liaran pada zaman sekarang ini,
semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak memperbanyak jumlah mereka. Banyak
sekali fitnah dan musibah akibat kejahatan mereka. Mereka masuk ke mana-mana,
di kalangan kaum Yahudi terdapat penyeru kepada maksiat, demikian pula halnya
di kalangan kaum Nasrani, kaum musyrikin, kaum mulhidin kaum komunis, bahkan di
kalangan kaum muslimin dan lebih khusus lagi di kalangan Ahlus Sunnah terdapat
penyeru kepada maksiat. Demikian pula di kalangan kaum Syi'ah Rafidhah,
Mu'tazilah dan kelompok-kelompok bid'ah lainnya, di kalangan mereka terdapat
penyeru kepada maksiat.
Penyeru kepada maksiat lebih dominan daripada yang
lain. Bencana yang mereka timbulkan juga lebih besar. Tidak ada jalan
alternatif lain bagi seorang mus-lim untuk menyelamatkan dirinya dari bencana
tersebut kecuali dengan menyadari bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala telah
mengha-ramkan segala perbuatan maksiat. Dan hendaknya ia mengetahui bahwa
oknum-oknum yang mengajak ber-buat maksiat pada hakikatnya mengajak supaya
orang lain meniru mereka.
Tidak syak lagi, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah
menjelaskan perkara yang halal dan perkara yang haram. Dan telah mene-tapkan
sanksi dan hukuman atas perbuatan haram dan mengancam pelakunya dengan siksaan
yang pedih.
Disamping itu Allah Subhanahu wa Ta'ala menganjurkan hamba-Nya berbuat taat dan berpegang teguh dengannya serta selalu me-ngerjakan amal-amal kebaikan. Dan Dia telah menjanji-kan pahala yang besar bagi yang mengamalkannya. Namun meski demikian, oknum-oknum yang menggan-drungi perbuatan dosa dan maksiat itu tetap ngotot menyebarkannya. Jika hati bertanya, apa yang mereka inginkan di balik maksiat dan dosa yang mereka sebarkan ke mana-mana? Bukankah mereka mengetahui bahwa Allah telah mengharamkannya? Bukankah mereka juga menyadari bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mengazab orang-orang yang berbuat maksiat? Lalu apa yang mereka inginkan?
Disamping itu Allah Subhanahu wa Ta'ala menganjurkan hamba-Nya berbuat taat dan berpegang teguh dengannya serta selalu me-ngerjakan amal-amal kebaikan. Dan Dia telah menjanji-kan pahala yang besar bagi yang mengamalkannya. Namun meski demikian, oknum-oknum yang menggan-drungi perbuatan dosa dan maksiat itu tetap ngotot menyebarkannya. Jika hati bertanya, apa yang mereka inginkan di balik maksiat dan dosa yang mereka sebarkan ke mana-mana? Bukankah mereka mengetahui bahwa Allah telah mengharamkannya? Bukankah mereka juga menyadari bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mengazab orang-orang yang berbuat maksiat? Lalu apa yang mereka inginkan?
Jawabnya: Itulah fitnah dan bala zaman sekarang!
Allah Subhanahu wa Ta'ala menguji hamba-hamba-Nya dengan fitnah tersebut.
Barangsiapa selamat berarti merekalah orang-orang yang dikehendaki baik oleh
Allah Subhanahu wa Ta'ala. Barangsiapa binasa, maka merekalah orang-orang yang
dikehendaki sesat oleh-Nya. Wal 'Iyadzubillah
Sebagai keterangan tentang fitnah dan bahaya para penyeru kepada
maksiat, kami akan menyebutkan beberapa contoh orang-orang yang mengajak
berbuat maksiat dan seruan yang mereka teriakkan. Sehingga seorang muslim dapat
berjalan dengan penuh kewaspa-daan terhadap mereka dan pengaruh mereka. Kami
akan menyebutkan beberapa maksiat yang sudah umum dan merata di tengah-tengah
umat. Menyinggung sekilas tentang bahayanya dan tidak memerincinya lebih
men-dalam. Sebab buku kecil ini tidak cukup untuk memuat-nya.
1-Menenggak Minuman Keras
1-Menenggak Minuman Keras
Meminum minuman keras termasuk fitnah (ke-mungkaran)
besar yang banyak menimpa para pemuda Islam sekarang ini. Tidak hanya sebatas
menenggaknya saja, bahkan mereka juga mengajak orang lain kepada kemungkaran
yang besar ini. Setiap orang yang kecanduan minuman keras, pasti mengajak orang
lain untuk mencicipinya. Sebab ia sudah terlanjur sayang dan suka serta
menggandrunginya, karena itulah ia ingin agar semakin banyak orang yang
mengikuti dan mem-bantunya. Sehingga tidak ada orang yang mencegahnya. Ia akan
berkata kepada orang yang mendakwahinya: "Mengapa Anda terlalu pelit
terhadap diri sendiri? Mengapa Anda tidak ikut bersenang-senang menikmati
kelezatan ini?
Demikianlah ia terus merayu sehingga orang-orang yang
jahil akan terperosok ke dalam perbuatan maksiat itu! Dan bila sudah jatuh ke
dalamnya, ia akan terjerat sehingga sangat sulit untuk melepaskan diri.
Jatuhlah ia ke dalam kemungkaran yang besar, yaitu meminum minuman keras. Allah
Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu men-dapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamr (arak) dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (Al-Ma'idah: 90-91)
2-Mendengarkan Lagu dan Alat-alat Musik
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu men-dapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamr (arak) dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (Al-Ma'idah: 90-91)
2-Mendengarkan Lagu dan Alat-alat Musik
Termasuk fitnah (kemungkaran) yang banyak ter-sebar
pada zaman sekarang adalah mendengarkan nyanyian dan alat-alat musik.
Orang-orang yang kecan-duan alat-alat musik dan hobi mendengarkan musik, lagu
dan sejenisnya suka jika semakin banyak orang yang mempunyai kegemaran seperti
mereka. Oleh sebab itu, pecandu musik dan lagu tahu jika kita semua menentang
mereka, maka kita akan mengekang mereka, menyusahkan dan merendahkan mereka.
Sehingga dengan itu mereka akan rendah dan hina serta tidak dapat memuaskan
dirinya dan menampakkan serta mempromosikan kehendak syahwatnya.
Bilamana banyak orang-orang yang mendukung mereka dan
banyak pula orang-orang yang meniru, membantu dan mengikuti mereka, maka dengan
leluasa mereka membuka tempat-tempat hiburan, night club, music house,
kafe-kafe, diskotik-diskotik, tempat-tempat karaoke dan lainnya. Mereka pun
mengajak orang lain ke tempat itu. Pengaruh mereka terhadap orang-orang jahil
adalah cobaan dan bala'. Dengan cobaan itu Allah meneguhkan orang-orang yang
berakal dan menyesat-kan orang-orang jahil dan menyimpang.
3-Mengisap Rokok
Mengisap rokok termasuk fitnah (wabah) besar yang
pada hari ini tidak ada satupun rumah yang selamat dari asapnya! Kecanduan
mengisap rokok telah melanda setiap lapisan baik orang dewasa maupun anak
kecil, pria maupun wanita. Bukan sebatas itu saja, ternyata banyak juga
oknum-oknum yang menyeru kepada wa-bah rokok yang lebih tepat disebut penyakit
dan bala'!
Mengapa!
Sebab para perokok ingin agar semakin banyak orang yang kecanduan rokok. Sehingga tidak ada lagi orang yang berusaha mencegahnya. Ajakan para peng-isap rokok ini termasuk fitnah. Bila ia melihat seorang jahil, ia akan berusaha mempengaruhinya supaya merokok. Termasuk di antaranya beberapa orang yang terpengaruh merokok melalui teman-temannya yang candu merokok.
Sebab para perokok ingin agar semakin banyak orang yang kecanduan rokok. Sehingga tidak ada lagi orang yang berusaha mencegahnya. Ajakan para peng-isap rokok ini termasuk fitnah. Bila ia melihat seorang jahil, ia akan berusaha mempengaruhinya supaya merokok. Termasuk di antaranya beberapa orang yang terpengaruh merokok melalui teman-temannya yang candu merokok.
Ia terpengaruh dengan jumlah mereka yang banyak tanpa
melihat kepicikan dan kedangkalan akal dan faham para perokok itu.
Lama-kelamaan ia akan mengikuti kebiasaan mereka. Barangsiapa yang Allah
kehendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya Dia akan melindungi serta
menjauhkannya dari pergaulan anak-anak nakal tersebut. Dan barangsiapa dipengaruhi
mere-ka, maka hendaklah berhati-hati dan waspada terhadap ajakan dan seruan
mereka. Sebab bahaya ini (bahaya mengisap rokok) telah merata di mana-mana dan
telah meminta banyak korban.
4-Eksploitasi Kaum Wanita
Termasuk dalam deretan fitnah zaman sekarang adalah
eksploitasi kaum wanita.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah
mengabarkan bahwa wanita itu adalah salah satu fitnah yang terbesar. Beliau
bersabda:
"Berhati-hatilah dari godaan dunia dan
waspadai-lah rayuan kaum wanita, sebab fitnah pertama kali yang menimpa bani
Israil adalah fitnah wanita." (HR. Muslim)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyebut
wanita sebagai fitnah (sumber godaan). Dan rasul juga telah mengabarkan bahwa
bani Israil tersesat karena fitnah (godaan) wanita.
Pada zaman sekarang ini eksploitasi kaum wanita
banyak tersebar di mana-mana. Mayoritas kaum hawa itu berani bersolek dan
menampakkan lekuk tubuh mereka di pasar dan di jalan-jalan. Memamerkan segala
macam asesioris dan perhiasannya.
Barangsiapa yang Allah kehendaki terkena goda-an,
maka ia akan menyorotkan matanya atau melirikkan pandangannya kepada mereka
(kaum wanita itu). Hing-ga dikhawatirkan ia akan terkena godaan daya tarik
wanita itu dan terpedaya lantas timbul syahwat terlarang yang mendorongnya
berbuat apa yang diharamkan Allah Subhanahu wa Ta'ala, yaitu berzina! Atau
pengantar kepada zina (seperti berdua-duan tanpa mahram, berpacaran dan
lain-lain-pent). Memang, wanita adalah godaan yang paling besar!
Termasuk di antaranya eksploitasi kaum wanita melalui
film-film. Ini merupakan musibah dan malape-taka besar. Demikian pula foto-foto mereka di majalah,
koran-koran dan sampul barang-barang tertentu. Mereka sengaja memilih
wanita-wanita cantik agar menarik minat orang, khususnya para pemuda. Dan yang
lebih berbahaya lagi adalah munculnya foto-foto mereka dalam keadaan bugil atau
setengah bugil yang diproduksi dengan kamera-kamera canggih dan ditebar dengan
parabola. Nas`alullah al-'afiyah was salaamah
Tidak diragukan lagi hal itu termasuk bencana
ter-besar pada zaman sekarang ini. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang
beriman dengan ucapan yang teguh. Barangsiapa mensucikan dirinya, pandangannya
tidak akan tertuju kepada perkara haram itu. Dan tidak akan menuruti kehendak
syahwat dalam hatinya kepada wanita-wanita itu. Barangsiapa dipelihara dan
dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, niscaya Dia akan menjauhkannya dari
fitnah tersebut. Dan niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam golongan
orang-orang yang Allah Subhanahu wa Ta'ala kehendaki kebaikan bagi diri mereka.
5-Fitnah Harta
Termasuk fitnah pada zaman ini adalah harta benda
dunia yang banyak menguasai hati manusia. Sehingga mereka lebih mengutamakan
dan mengedepankannya daripada menunaikan hak-hak Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Mereka tidak peduli dengan cara apa memperoleh harta benda itu, dengan yang halal
atau yang haram. Ini termasuk bencana
yang sudah merata. Banyak juga oknum-oknum yang mengajak berbuat demikian.
Adapun faktor pendorongnya adalah hawa nafsu yang diciptakan untuk selalu
mencintai harta benda. Akibat-nya, banyak sekali orang yang terperosok ke dalam
perbuatan haram. Pada hari ini banyak ditemukan orang-orang yang berbangga-bangga
dengan harta yang banyak.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu."
(At-Takatsur: 1)
"Dan mereka berkata: "Kami lebih banyak
mem-punyai harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan
diazab". (Saba': 35)
Betapa banyak orang-orang yang tergoda dengan harta
benda dunia. Dan betapa banyak pula orang-orang yang bertanya-tanya bagaimana
si Fulan dapat mengum-pulkan harta sebanyak itu hingga ia menjadi orang kaya
dan dapat membangun istana-istana, memiliki ini dan itu di dalam dan luar
negeri? Hingga ia pun berangan-angan dan akhirnya condong kepada harta dunia.
Dan betapa banyak pula orang yang terpedaya dengan
cobaan harta ini. Mereka mengumpulkan harta tanpa peduli halal haram. Akhirnya
mereka terjerumus ke dalam praktek riba, penipuan, suap-menyuap, dan lainnya.
Semua itu karena ambisinya mengumpulkan harta. Sekalipun dengan cara mencuri,
korupsi, mengge-lapkan harta negara tanpa hak dan lain-lain. Maksudnya tidak
lain dan tidak bukan adalah untuk memperbanyak dan mengembangkan hartanya
sehingga ia bisa seperti si Fulan dan si Fulan!!
Apabila telah memperoleh harta yang banyak, maka
mereka habiskan untuk berfoya-foya, memuaskan syahwat, mengenakan
pakaian-pakaian yang disukai, tanpa memperhatikan batas halal haramnya lagi.
Seperti memanjangkan pakaian melebihi mata kaki (isbal), atau meniru pakaian
orang kafir, berekreasi ke negeri-negeri Eropa (baca:kafir), dan menyorotkan
mata sesuka hati kepada perkara-perkara yang terlarang sebagai pemuas nafsu
binatang mereka.
Demikianlah musibah menjadi bertambah besar. Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam telah menegaskan bahwa harta adalah cobaan. Dan
yang beliau takutkan atas kita adalah harta dunia yang dibentangkan dan
gemerlap dunia yang Allah Subhanahu wa Ta'ala keluarkan bagi kita. Allah Subhanahu
wa Ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanya-lah
cobaan (bagimu); dan di sisi Allah-lah pahala yang besar." (At-Taghabun:
15)
Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala jualah yang
telah meng-anugerahkan harta benda tersebut. Dan menjadi cobaan bagi hamba yang
menerimanya. Apakah ia tergelincir ke dalam perkara haram disebabkan harta itu?
Apakah ia membeli barang-barang terlarang karena tidak puas dengan yang
dibolehkan? Ataukah ia gunakan untuk memuaskan nafsunya sekalipun dengan
perkara yang haram!?
Misalnya setiap kali bepergian ke luar negeri, ia
terjerumus ke dalam perkara haram, seperti meminum khamar, berzina, dan
lainnya. Itulah fitnah besar pada zaman sekarang ini. Kita memohon kepada Allah
Subhanahu wa Ta'ala keselamatan dari segala kejelekan.
6-Fitnah Ajakan Kepada Penyimpangan dan Kesesatan
Termasuk fitnah pada zaman ini adalah ajakan dan
seruan kepada berbagai jenis penyimpangan dan kese-satan. Orang-orang yang
mengajak kepadanya berasal dari kalangan kaum kafir dan orang-orang fasik yang
datang kepada kita dengan gelar-gelar mentereng seperti guru besar, instruktur,
insinyur, arsitek, doktor, orang pintar dan sejenisnya. Orang-orang awam
meng-gelari mereka dengan sebutan 'tenaga ahli'.
Pada umum-nya mereka adalah orang-orang yang membenci
dan dengki kepada kita. Sebab kita berpegang teguh dengan aqidah salafiyah yang
benar. Di samping kita juga memi-liki kekayaan alam yang melimpah ruah, serta
stabilitas keamanan yang tetap terjaga di negeri kita. Sehingga kita hanya
takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mereka dengki kepada kita dan berusaha
menjerumuskan kita kepada kehan-curan yang mereka alami. Maka mereka pun
mengajak orang berbuat seperti mereka, sekalipun mereka tidak mengatakannya
terang-terangan. Namun mereka men-contohkannya melalui perbuatan untuk
memperdaya kita. Mereka itulah juru fitnah yang terbesar!
Hendaklah kita selalu waspada terhadap mereka. jangan
sekali-kali memuliakan dan menghormati mereka, sebab sudah banyak orang yang
menjadi korban, yang akhirnya condong kepada mereka dan memuji-muji mereka.
Orang-orang yang kembali dari negeri mereka pasti akan membenci kita. Membenci bapak-bapak dan pendahulunya. Melecehkan ibadah-ibadah yang kita lakukan. Dan semakin tinggilah kedudukan orang-orang kafir dan fasik itu dalam pandangan mereka.
Orang-orang yang kembali dari negeri mereka pasti akan membenci kita. Membenci bapak-bapak dan pendahulunya. Melecehkan ibadah-ibadah yang kita lakukan. Dan semakin tinggilah kedudukan orang-orang kafir dan fasik itu dalam pandangan mereka.
Orang-orang itu mengatakan: "Kalian hanya
pan-dai beribadah saja! Kalian hanya memiliki buku-buku agama saja! Kalian
tidak bisa begini dan begitu! Semen-tara mereka berhasil menciptakan ini dan
itu!
Maka setan pun memperdaya mereka, sehingga orang-orang kafir itu dianggap lebih hebat daripada kita. Lebih pintar, lebih maju ilmu pengetahuannya, lebih kuat jasmaninya, lebih ahli dan lebih mahir daripada kita kaum muslimin. Mereka benar-benar tidak tahu bahwa orang-orang kafir itu memang disegerakan bagi mereka kenikmatan-kenikmatan di dunia. Mereka adalah orang-orang yang sibuk mengurus dunia serta meninggalkan akhirat, sebagaimana yang digambarkan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam firman-Nya:
Maka setan pun memperdaya mereka, sehingga orang-orang kafir itu dianggap lebih hebat daripada kita. Lebih pintar, lebih maju ilmu pengetahuannya, lebih kuat jasmaninya, lebih ahli dan lebih mahir daripada kita kaum muslimin. Mereka benar-benar tidak tahu bahwa orang-orang kafir itu memang disegerakan bagi mereka kenikmatan-kenikmatan di dunia. Mereka adalah orang-orang yang sibuk mengurus dunia serta meninggalkan akhirat, sebagaimana yang digambarkan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam firman-Nya:
"Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari
kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidup-an) akhirat adalah lalai."
(Ar-Rum: 7)
Wahai saudaraku, janganlah sekali-kali engkau
terpedaya dengan orang-orang seperti itu. Baik mereka mengajakmu dengan lisan
ataupun dengan perbuatan.
Misalnya seorang guru, ia mengajak dengan ucapannya,
ia hiasi perkataannya sehingga untaian katanya menarik untuk didengar. Namun di
balik itu terdapat racun yang mematikan. Bahaya mereka sangat besar. Hanya
orang yang Allah beri keteguhan serta ilmu yang dapat lolos dari mereka. Namun
bagi yang lemah aqidahnya, ia pasti terpedaya oleh mereka. Ia akan melatahi
guru sesat tersebut. Atau minimal meyakini guru sesat itu punya kelebihan,
punya keahlian, punya pangkat dan kedudukan yang tinggi.
Ia akan menyan-jungnya mati-matian bahwa dia punya
keahlian ini, punya kepandaian itu dan lain sebagainya. Lantas ia akan
mengikuti dan membenarkan seluruh ucapannya. Hing-ga ia terseret ke dalam
ajakan guru sesat itu, maka kejahatan dan kerusakan semakin meluas. Itulah
salah satu malapetaka akhir zaman! Demikian pula yang datang dengan gelar insinyur,
arsitektur, developer, instruktur dan lainnya yang berge-rak di bidangnya
masing-masing. Orang-orang jahil memuji mereka, dengan mengatakan: "Mereka
mengua-sai teknologi yang tidak kita kuasai, mereka ahli dalam memproduksi
barang-barang dan merancang bangunan. Dengan demikian orang-orang jahil itu
terpikat dan gandrung kepada mereka.
Tanpa menyadari bahwa mereka itu sebenarnya
budak-budak dunia. Dan tanpa menya-dari juga bahwa mereka adalah orang kafir
dan fasik yang tidak pernah ke masjid, tidak pernah menunaikan shalat dan tidak
pernah membaca Al-Qur'an.
Seorang muslim yang celaka tanpa terasa telah
menyanjung-nyanjung mereka, terpedaya dengan mere-ka, memuji mereka dengan
sifat amanah, faham, kuat dan bertanggung jawab dalam menangani tugas.
Orang-orang jahil yang kepincut dengan mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka melakukan hal itu untuk memperdaya orang banyak, dan agar orang lain memuji mereka, sekalipun pekerjaan mereka seram-pangan.
Kita katakan kepada orang jahil itu: "Apabila Anda mengagumi mereka, belajarlah baik-baik seperti mereka lalu terapkan! Dengan catatan pelajarilah hal-hal yang bermanfaat saja dan hindarilah hal yang jelek-jelek. Sebab, bukankah Anda telah mengetahui bahwa niat mereka jelek? Meskipun mereka dikaruniai ilmu pengetahuan duniawi. Yang tidak lain hanyalah kese-nangan yang memperdayakan.
Orang-orang jahil yang kepincut dengan mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka melakukan hal itu untuk memperdaya orang banyak, dan agar orang lain memuji mereka, sekalipun pekerjaan mereka seram-pangan.
Kita katakan kepada orang jahil itu: "Apabila Anda mengagumi mereka, belajarlah baik-baik seperti mereka lalu terapkan! Dengan catatan pelajarilah hal-hal yang bermanfaat saja dan hindarilah hal yang jelek-jelek. Sebab, bukankah Anda telah mengetahui bahwa niat mereka jelek? Meskipun mereka dikaruniai ilmu pengetahuan duniawi. Yang tidak lain hanyalah kese-nangan yang memperdayakan.
7-Promosi-promosi Terselubung
Termasuk fitnah pada hari ini adalah promosi-promosi
terselubung yang banyak disebarkan oleh orang-orang kafir dan fasik melalui
saluran-saluran komunikasi (program-program radio dan televisi), majalah,
koran, buku dan selebaran-selebaran. Orang-orang jahil kem-bali menjadi korban
dengan mengkonsumsi barang-barang itu. Mereka
pun percaya dengannya, meyakini kebenarannya dan akhirnya terpedaya lantas
mereka sendiri pula yang menyiarkannya lewat program-program radio dan
televisi. Mengagumi keyakinan dan ibadah orang-orang kafir dan fasik itu, serta
mengagumi karya-karya mereka, dan menyebarkannya melalui tulisan-tulisan dan
surat kabar serta mencantumkan di dalam-nya foto-foto hasil produksi mereka.
Bahkan ada juga orang jahil yang memuji-muji aga-ma
mereka dan mencela dienul Islam. Melecehkan aqidah dan budaya kita tanpa kita
sadari.
Orang-orang awam melahap semua itu melalui
siaran-siaran radio yang mereka pancarkan dan buku-buku serta koran-koran yang
mereka sebarkan.
Hal ini merupakan bahaya besar yang dapat me-nerkam
setiap orang jahil yang tidak punya tameng ilmu untuk menangkis syubhat-syubhat
tersebut. Bisa saja hatinya terkena syubhat-syubhat itu. Lalu ia akan sulit
melepaskan diri darinya. Jika syubhat yang disebarkan oleh juru dakwah, kaum
fasik dan orang-orang yang punya maksud jelek serta para ahli bid'ah melalui
siaran-siaran dan buku-buku ini menimpa seseorang maka tidak akan selamat
darinya kecuali orang yang memiliki ilmu pengetahuan yang cukup sehingga ia
dapat membantahnya dan menjelaskan kesesatan-kesesatan yang terdapat di
dalamnya kepada orang lain.
8-Berteman Dengan Anak-anak Nakal
8-Berteman Dengan Anak-anak Nakal
Termasuk fitnah pada zaman ini yang tidak kalah
berbahaya adalah teman-teman yang nakal. Seorang insan bisa saja terpengaruh
oleh temannya, ayahnya, saudaranya atau sahabatnya. Sehingga ia berbuat seperti
tingkah laku teman-temannya itu. Sementara teman-temannya itu adalah anak-anak
nakal yang selalu meng-ajaknya berbuat maksiat dan menjauhkannya dari ketaatan.
Jelas, berteman dengan anak-anak nakal ini merupakan fitnah (bahaya) yang
sangat besar.
Jalan yang harus ditempuh seseorang untuk mele-paskan
dirinya dari bahaya ini adalah senantiasa bersa-bar dan terus memperteguh
kesabarannya. Memegang teguh kebenaran walau bagaimana pun kondisinya.
Hendaklah kamu bersabar apabila teman sekelasmu atau kawan sekantormu seorang
yang fasik dan suka berbuat maksiat, lalu mengejekmu karena kamu meninggikan
kain celanamu sementara ia musbil (mela-buhkannya hingga melebihi mata kaki),
atau menge-jekmu karena kamu memanjangkan jenggot sementara ia mencukurnya,
atau mengejekmu karena kamu bersi-kap zuhud, wara', selalu menjaga shalat lima
waktu berjama'ah, tidak menonton film dan tidak mendengar-kan musik.
Bahkan kadang kala ia mengajakmu untuk meninggalkan
ketaatan-ketaatan tersebut dan merayumu untuk menyertainya berbuat maksiat dan
kemungkaran. Jika demikian kondisinya, hendaklah kamu bersabar dan jangan
sekali-kali terpedaya dengannya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan
jalan keluar bagimu. Karena teman-teman yang fasik itu -siapapun orangnya-
memang sangat besar bahayanya, dia itu saudara, ayah, anak, teman, guru atau
yang lainnya.
Oleh sebab itu pula kamu harus ekstra hati-hati
karena ucapan mereka sangat besar pengaruhnya. Se-orang insan yang diberi
karunia ilmu pengetahuan meyakini bahwa ia berada di atas kebenaran pasti tidak
akan terpedaya dan condong kepada mereka./
BAGAIMANA SOLUSINYA?
BAGAIMANA SOLUSINYA?
Banyak sekali jalan keluar dari fitnah dan
kemung-karan yang menghadang kaum muslimin pada zaman ini yang tidak mungkin
disebutkan satu per satu di sini. Namun kita akan sebutkan satu di anta-ranya,
yang merupakan solusi utama dan asas dalam menanggulanginya. Siapa saja yang
menemui jalan ini ia pasti termasuk orang-orang yang selamat dengan izin Allah
Subhanahu wa Ta'ala. Jalan itu adalah menuntut ilmu! Ilmu merupakan jalan keselamatan dari fitnah-fitnah tersebut. Yaitu ilmu yang
benar sebagai faktor utama penjamin keselamatannya dari fitnah. Setiap orang
yang mendapat karunia ilmu maka ia berada di bawah naungan cahaya terang yang
berfungsi sebagai alat untuk mengetahui cara selamat dari kebinasaan.
Ilmu yang dimaksud di sini adalah ma'rifatullah (mengenal Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan dalil-dalil), memahami syariat-Nya, hak-hak-Nya, hukum-hukum-Nya, janji-janji serta ancaman siksa-Nya. Pertama kali camkanlah bahwa engkau adalah hamba Allah. Engkau tidak diciptakan-Nya secara sia-sia. Ketahuilah bahwa Dia-lah Rabb yang telah menciptakan engkau, dan Dia-lah yang mengatur engkau. Renungilah hal itu dengan melihat tanda-tanda kebesaran-Nya baik yang tersirat maupun yang tersurat. Yakinilah bahwa Dialah Allah yang mengatur dan memi-liki engkau, yang telah mencurahkan nikmat-nikmat-Nya yang tiada terhingga kepada engkau.
Dan ketahuilah bahwa engkau hanyalah seorang makhluk. Milik Sang Pencipta dan Pemberi rezeki. Eng-kau sangat membutuhkan-Nya setiap saat. Dan engkau telah menikmati nikmat-nikmat-Nya yang terus mengalir tanpa henti.
Lalu sadarilah bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala telah membebani engkau, yaitu dengan perintah dan larangan-Nya. Dia memerintahkan dan mewajibkan engkau beribadah serta melarang dan memperingatkan engkau dari perka-ra haram supaya dijauhi. Perkara-perkara di atas wajib engkau ketahui. Pelajari dan tekunilah karena hal itu tidaklah sulit, bacalah Al-Qur'an dan kitab-kitab As-Sunnah seperti Shahih Al-Bukhari, Muslim dan lainnya.
Disana pasti engkau dapati pelipur lara dan obat yang manjur untuk setiap penyakit. Di sana juga engkau dapati kewajiban-kewajiban ibadah seperti shalat, thaharah (bersuci), dan rukun-rukun Islam lainnya. Di dalamnya juga terdapat keterangan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan perkara-perkara mubah yang boleh kita nikmati untuk menyam-bung hidup, dan juga menjelaskan perkara-perkara haram dan sejenisnya.
Jika hal itu sudah engkau fahami, maka selanjut-nya ketahuilah bahwa di sana ada pahala dan siksa. Yaitu bilamana seorang hamba menjaga kewajiban-kewajiban ibadah itu, niscaya Allah akan memberinya pahala. Demikian pula bila ia menjauhi perkara haram semata-mata melaksanakan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala, ia akan diberi oleh-Nya pahala yang besar.
Ilmu yang dimaksud di sini adalah ma'rifatullah (mengenal Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan dalil-dalil), memahami syariat-Nya, hak-hak-Nya, hukum-hukum-Nya, janji-janji serta ancaman siksa-Nya. Pertama kali camkanlah bahwa engkau adalah hamba Allah. Engkau tidak diciptakan-Nya secara sia-sia. Ketahuilah bahwa Dia-lah Rabb yang telah menciptakan engkau, dan Dia-lah yang mengatur engkau. Renungilah hal itu dengan melihat tanda-tanda kebesaran-Nya baik yang tersirat maupun yang tersurat. Yakinilah bahwa Dialah Allah yang mengatur dan memi-liki engkau, yang telah mencurahkan nikmat-nikmat-Nya yang tiada terhingga kepada engkau.
Dan ketahuilah bahwa engkau hanyalah seorang makhluk. Milik Sang Pencipta dan Pemberi rezeki. Eng-kau sangat membutuhkan-Nya setiap saat. Dan engkau telah menikmati nikmat-nikmat-Nya yang terus mengalir tanpa henti.
Lalu sadarilah bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala telah membebani engkau, yaitu dengan perintah dan larangan-Nya. Dia memerintahkan dan mewajibkan engkau beribadah serta melarang dan memperingatkan engkau dari perka-ra haram supaya dijauhi. Perkara-perkara di atas wajib engkau ketahui. Pelajari dan tekunilah karena hal itu tidaklah sulit, bacalah Al-Qur'an dan kitab-kitab As-Sunnah seperti Shahih Al-Bukhari, Muslim dan lainnya.
Disana pasti engkau dapati pelipur lara dan obat yang manjur untuk setiap penyakit. Di sana juga engkau dapati kewajiban-kewajiban ibadah seperti shalat, thaharah (bersuci), dan rukun-rukun Islam lainnya. Di dalamnya juga terdapat keterangan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan perkara-perkara mubah yang boleh kita nikmati untuk menyam-bung hidup, dan juga menjelaskan perkara-perkara haram dan sejenisnya.
Jika hal itu sudah engkau fahami, maka selanjut-nya ketahuilah bahwa di sana ada pahala dan siksa. Yaitu bilamana seorang hamba menjaga kewajiban-kewajiban ibadah itu, niscaya Allah akan memberinya pahala. Demikian pula bila ia menjauhi perkara haram semata-mata melaksanakan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala, ia akan diberi oleh-Nya pahala yang besar.
Dan sadarilah bahwa jika ia melakukan perkara haram
itu atau menganggapnya remeh (menganggapnya hal biasa sehingga dilanggar-nya),
niscaya Allah akan menyiksanya. Apabila ia meninggalkan kewajiban, maka Allah
akan menyiksanya karena itu. Dan siksaan itu ada yang disegerakan ada pula yang
ditangguhkan, sebagaimana juga halnya pahala.
Bilamana semua itu telah engkau resapi, apakah engkau
masih berbuat durhaka kepada Allah? Apakah engkau masih bisa terkicuh lantas
berbuat maksiat? Maka dari itu, pelajarilah aqidah yang benar agar engkau tidak
tertipu oleh juru-juru dakwah yang sesat, para ahli bid'ah, mu'tazilah dan
lainnya. Ketahuilah bahwa aqidahmu akan senatiasa lurus selama engkau
mempelajari aqidah Ahlus Sunnah dan berpegang teguh dengannya.
Selanjutnya setelah engkau mengetahui perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta'ala, pahala dan siksa-Nya, janganlah sekali-kali engkau terima ajakan yang membu-atmu malas beribadah dan menjerumuskanmu ke dalam perbuatan haram. Anggaplah orang yang mengajak itu sebagai juru-juru kesasatan dan fitnah, yang merupakan cobaan Allah Subhanahu wa Ta'ala terhadap orang-orang jahil.
Selanjutnya setelah engkau mengetahui perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta'ala, pahala dan siksa-Nya, janganlah sekali-kali engkau terima ajakan yang membu-atmu malas beribadah dan menjerumuskanmu ke dalam perbuatan haram. Anggaplah orang yang mengajak itu sebagai juru-juru kesasatan dan fitnah, yang merupakan cobaan Allah Subhanahu wa Ta'ala terhadap orang-orang jahil.
Mengetahui perkara-perkara tersebut merupakan asas
dalam meraih keselamatan. Demikianlah terapi yang sangat gampang dan mudah. Dan
alhamdulillah, di negara kita ini sarana dan prasarana menuntut ilmu mudah
didapatkan.
Sarana-sarana itu sebagai berikut:
Majlis-majlis ilmu
Banyak sekali majlis-majlis ilmu yang diasuh oleh
para alim ulama, mereka membacakan kitab-kitab ilmu di sela-sela waktu kosong.
Engkau dapat mempelajari aqidah, hukum, nasihat-nasihat dan ilmu-ilmu lainnya.
Jangan terlalu terpaku dengan pelajaranmu di sekolah atau madrasah yang hanya
diperoleh dari guru saja. Karena pada umumnya mereka juga tidak memberikan
porsi materi pelajaran yang memadai.
Rajin bertanya
Banyak sekali ulama-ulama yang dapat engkau hu-bungi
melalui telepon ataupun bertatap muka langsung, supaya engkau dapat memetik
ilmu yang bermanfaat dan benar melalui mereka. Buku-buku yang bermanfat
Banyak sekali buku-buku karangan ahli ilmu yang telah dicetak dan direvisi. Sehingga terjaga keakuratan dan kevalidan penisbatan buku-buku itu kepada penulis aslinya. Mereka adalah ulama pewaris nabi yang dapat dipegang ucapannya. Sandaran mereka adalah Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Banyak sekali buku-buku karangan ahli ilmu yang telah dicetak dan direvisi. Sehingga terjaga keakuratan dan kevalidan penisbatan buku-buku itu kepada penulis aslinya. Mereka adalah ulama pewaris nabi yang dapat dipegang ucapannya. Sandaran mereka adalah Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Engkau dapat memiliki buku-buku terse-but dan dapat
engkau baca dan telaah. Dan pergunakan-lah kitab-kitab syarah yang dapat
dipercaya dan steril dari bid'ah-bid'ah untuk membantu memahaminya. Dengan
demikian aqidah dan ilmu yang kamu miliki dapat terjaga dan tidak ternodai. Janganlah engkau campur adukkan ilmu yang be-nar
dengan ilmu yang menyimpang. Sebab di sana ba-nyak sekali beredar buku-buku
ahli bid'ah, seperti buku-buku Syi'ah Rafidhah, Al-Asy'ariyah, Mu'tazilah dan
lain-lain. Buku-buku tersebut ciri-cirinya sangat jelas, cukup engkau kenali
penulisnya, apakah ia seorang syi'i rafidhi (penganut paham Syi'ah Rafidhah),
atau seorang mu'tazili, asy'ari atau yang lainnya. Jauhilah buku-buku mereka
dan jangan sekali-kali engkau membacanya. Jika engkau tidak mengetahui buku
yang harus dibaca, tanyakanlah kepada para ulama, buku apa saja yang harus
dibaca dan buku apa saja yang harus dijauhi. Semoga engkau menjadi seorang yang
alim tentang Dienullah, insya Allah. Dengan jalur ilmu itulah engkau akan
selamat dari segala fitnah dan kehancuran.
CAMKANLAH NASIHAT INI!
CAMKANLAH NASIHAT INI!
Sesungguhnya jalan keselamatan hanyalah satu, yaitu
jalan Allah yang lurus. Yang telah Allah sebutkan dalam firman-Nya: "Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini
adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti
jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari
jalan-Nya." (Al-An'am: 153) Telah
dinukil dari sebuah hadits shahih bahwa suatu ketika Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam menarik sebuah garis lurus, lalu menarik garis-garis ke kanan
dan ke kiri dari garis yang lurus itu. Kemudian beliau bersabda:
"Inilah (garis lurus) jalan Allah, sementara garis-garis ke kanan dan ke kiri itu adalah jalan-jalan setan" , kemudian beliau membaca ayat: "Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya." (HR. Ahmad dan Ad-Darimi)
"Inilah (garis lurus) jalan Allah, sementara garis-garis ke kanan dan ke kiri itu adalah jalan-jalan setan" , kemudian beliau membaca ayat: "Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya." (HR. Ahmad dan Ad-Darimi)
Sebagian ulama mencontohkannya dengan pelepah kurma
yang menjulur hingga ke tanah. Sekiranya seekor serangga merayap naik melalui
batangnya, niscaya ia akan sampai ke atas dan dapat menikmati buah kurma yang
diinginkannya, artinya ia telah selamat sampai ke tujuan. Lain ceritanya jika
ia naik melalui pelepah daun kurma yang menjulur ke kanan dan ke kiri itu, baru
saja ia mencoba merayap naik pasti sudah terjatuh. Batang itulah jalan Allah,
sementara pelepah daun kurma itu adalah jalan-jalan setan. Jalan Allah yang
merupakan shiratul mustaqim sangat jelas terlihat.
Sekarang ini kita berada pada zaman serba asing,
sebagaimana yang disebutkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam
se-buah hadits: "Dienul Islam itu pada mulanya asing dan akan
kembali menjadi asing sebagaimana pada awalnya, maka Thuubaa (kebahagian/Surga
bernama thuu-baa) bagi para ghuraba'." (HR. Muslim) Ada beberapa riwayat lainnya yang menjelaskan
pengertian ghuraba' sebagai berikut: "Mereka adalah orang-orang yang
memelihara agamanya dari fitnah-fitnah." Setiap kali fitnah datang menimpa
harta, diri dan agamanya, ia akan menjauh menyelamatkan diri. Hingga agamanya
tetap terjaga. Sebagaimana disebutkan Rasu-lullah shallallahu 'alaihi wasallam
dalam sebuah hadits:
"Pada akhir zaman nanti sebaik-baik harta kalian
adalah kambing-kambing yang digembalakannya di puncak-puncak bukit dan
tempat-tempat penggem-balaan, menjauhkan diri dari fitnah-fitnah demi menjaga
agamanya."
Orang-orang yang menjaga nilai-nilai agamanya merekalah yang disebut ghuraba', dan merekalah yang mendapat doa dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Berbahagialah para ghuraba'!"
Seorang muslim hanya selamat dengan memegang teguh nilai-nilai agamanya, ia harus mendahulukannya daripada yang lain. Seperti yang disebutkan dalam hadits:
Orang-orang yang menjaga nilai-nilai agamanya merekalah yang disebut ghuraba', dan merekalah yang mendapat doa dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Berbahagialah para ghuraba'!"
Seorang muslim hanya selamat dengan memegang teguh nilai-nilai agamanya, ia harus mendahulukannya daripada yang lain. Seperti yang disebutkan dalam hadits:
"Apabila datang cobaan/fitnah menimpamu, maka
korbankan hartamu. Jika tidak dapat diatasi dengan harta, maka korbankanlah
dirimu. Jangan sekali-kali kamu korbankan agamamu!"
Camkanlah nasihat tersebut, kami berharap semo-ga
setiap muslim dapat mengembannya dengan sebaik-baiknya. Kita memohon kepada
Allah semoga Dia mengajarkan kita ilmu yang bermanfaat, dan menjadikan kita
orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di
antaranya. Kita berlindung kepada-Nya dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati
yang tidak khusyu', doa yang tidak dikabulkan.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menunjukkan kebenaran kepada kita dan
memberikan kekuatan bagi kita untuk mengikuti-nya. Dan menampakkan kebatilan
kepada kita serta memberikan petunjuk kepada kita untuk menjauhinya. Tidak
menjadikannya samar sehingga kita tersesat. Kita memohon kepada Allah Subhanahu
wa Ta'ala semoga Dia mengokohkan agama ini yang merupakan pelindung segala
urusan kita, dan menghindarkan kita dari fitnah-fitnah yang nyata maupun
terselebung. Sesungguhnya Dia Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Shalawat dan
salam semoga tercurah atas junjungan kita Muhammad shallallahu 'alaihi
wasallam, atas keluar-ga dan segenap sahabat beliau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar