Kamis, 19 Maret 2015

TAUBAT KEPADA ALLAH



TAUBAT KEPADA ALLAH

A. Firman Allah SWT :

 Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa[1314] semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang .Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu Kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).Dan ikutilah sebaik-baik apa yang Telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu[1315] sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya(Az Zumar 53-55)
Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan nabi dan orang-orang mukmin yang bersama Dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah Kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (Tahrim : 8)

Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah ? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. [QS. Ali Imran : 135-136]
Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang diantara mereka, (barulah) ia mengatakan, "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang". Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. [QS. An-Nisaa’ : 17-18]
Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya ? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Al-Maidah : 74]
kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh, maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya. [QS. Al-Furqaan : 70-71]
(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan), "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang bernyala-nyala, ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh diantara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [QS. Al-Mukmin : 7-8]


B. Hadits Rasulullah SAW.

Kita wajib berbhakti kepada kedua orang tua kita, meskipun kedua orang tua kita belum mau masuk Islam, sebagaimana riwayat berikut :

Dari Asma' binti Abu Bakar RA, ia berkata : "Ibuku datang kepadaku sedang dia itu masih musyrik pada masa Nabi SAW masih hidup. Lalu saya meminta pertimbangan atau fatwa kepada Rasulullah SAW, ~Sesungguhnya ibuku datang kepadaku dengan mengharapkan kebhaktianku kepadanya~. Maka apakah aku boleh berbuat baik kepadanya ?". Beliau SAW bersabda : "Ya, tetaplah kamu menghubungi dan berbuat baik kepadanya". Kemudian Allah menurunkan ayat (yang artinya) "Allah tidak melarang kepadamu untuk berbuat baik dan berlaku adil dengan orang-orang yang tidak memerangi kamu sebab agama, dan tidak mengusir kamu dari kampungmu. Sesungguhnya Allah itu senang kepada orang-orang yang berlaku adil". (Al-Mumtahanah : 8). [HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Baihaqi]
Apabila kedua orang tua sudah meninggal dunia, anak pun masih bisa berbhakti kepada keduanya dengan jalan mendoakan dan memohonkan ampun untuk keduanya, apabila kedua orang tuanya itu muslim (orang Islam), sebagaimana riwayat berikut ini :

Dari Abu Usaid Malik bin Rabi'ah As-Sa'idi, ia berkata : Pada suatu waktu kami duduk di samping Rasulullah SAW, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki dari Bani Salamah, lalu bertanya : "Ya Rasulullah, apakah masih ada kesempatan berbhakti kepada kedua orang tua saya yang bisa saya lakukan sesudah keduanya meninggal dunia ?". Beliau SAW menjawab : "Ya, masih ada. Yaitu menshalatkannya, memohonkan ampunan bagi mereka berdua, menyempurnakan (melaksanakan) janji-janjinya sesudah mereka meninggal dunia, menyambung persaudaraan yang kamu tidak menyambungnya kecuali melalui keduanya, dan memulyakan shahabat-shahabat keduanya". [HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban di dalam hadits shahihnya]

Dari Anas bin Malik RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya ada seseorang hamba yang ibu-bapaknya telah meninggal dunia atau salah satunya, hamba itu (dahulunya) durhaka dan tidak berbhakti kepadanya. Lalu ia selalu mendoakan kebaikan kepada ibu-bapaknya dan selalu memohonkan ampunan bagi mereka berdua, sehingga Allah mencatatnya sebagai orang yang berbhakti". [HR Baihaqi di dalam Syu'abul Iman]

Dari Malik bin Zurarah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Permohonan ampunan dari anak untuk orang tuanya sesudah meninggalnya adalah termasuk berbhakti". [HR. Ibnu Najjar]

Dari Ibnu Umar RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Apabila manusia itu meninggal dunia, maka terputuslah amal-amalnya kecuali tiga hal. Sedekah jariyah, atau ilmu yang dimanfaatkan orang, atau anak shalih yang mendoakannya". [HR. Bukhari dan Abu Dawud]
Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda : "Apabila anak Adam itu meninggal dunia, maka terputuslah amal-amalnya kecuali tiga hal. Sedekah jariyah, atau ilmu yang dimanfaatkan orang, atau anak shalih yang mendoakannya". [HR. Muslim]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar