TAUBAT
KEPADA ALLAH
A. Firman Allah SWT :
Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang
malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari
rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa[1314] semuanya.
Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang .Dan kembalilah
kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab
kepadamu Kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).Dan ikutilah sebaik-baik apa
yang Telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu[1315] sebelum datang azab kepadamu
dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya(Az Zumar 53-55)
Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan
taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan
menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir
di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan nabi dan
orang-orang mukmin yang bersama Dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan
dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami,
sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah Kami; Sesungguhnya Engkau
Maha Kuasa atas segala sesuatu." (Tahrim : 8)
Dan
orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri
sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka,
dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah ? Dan mereka
tidak meneruskan perbuatan kejinya itu sedang mereka mengetahui. Mereka itu
balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir
sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala
orang-orang yang beramal. [QS. Ali Imran : 135-136]
Sesungguhnya
taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan
kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera,
maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya, dan Allah Maha Mengetahui
lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang
yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang
diantara mereka, (barulah) ia mengatakan, "Sesungguhnya saya bertaubat
sekarang". Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang
mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang
pedih. [QS. An-Nisaa’ : 17-18]
Maka
mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya ? Dan
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Al-Maidah : 74]
kecuali
orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh, maka kejahatan
mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang. Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka
sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya. [QS. Al-Furqaan : 70-71]
(Malaikat-malaikat)
yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji
Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang
yang beriman (seraya mengucapkan), "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau
meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat
dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang
bernyala-nyala, ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang
telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh diantara
bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua.
Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [QS. Al-Mukmin : 7-8]
B.
Hadits Rasulullah SAW.
Kita wajib berbhakti kepada kedua orang
tua kita, meskipun kedua orang tua kita belum mau masuk Islam, sebagaimana
riwayat berikut :
Dari Asma' binti Abu Bakar RA, ia berkata
: "Ibuku datang kepadaku sedang dia itu masih musyrik pada masa Nabi SAW
masih hidup. Lalu saya meminta pertimbangan atau fatwa kepada Rasulullah SAW,
~Sesungguhnya ibuku datang kepadaku dengan mengharapkan kebhaktianku
kepadanya~. Maka apakah aku boleh berbuat baik kepadanya ?". Beliau SAW
bersabda : "Ya, tetaplah kamu menghubungi dan berbuat baik kepadanya". Kemudian Allah menurunkan ayat (yang
artinya) "Allah tidak melarang kepadamu untuk berbuat baik dan berlaku
adil dengan orang-orang yang tidak memerangi kamu sebab agama, dan tidak
mengusir kamu dari kampungmu. Sesungguhnya Allah itu senang kepada orang-orang
yang berlaku adil". (Al-Mumtahanah : 8). [HR. Bukhari, Muslim, Abu
Dawud dan Baihaqi]
Apabila kedua orang tua sudah meninggal
dunia, anak pun masih bisa berbhakti kepada keduanya dengan jalan mendoakan dan
memohonkan ampun untuk keduanya, apabila kedua orang tuanya itu muslim (orang
Islam), sebagaimana riwayat berikut ini :
Dari Abu Usaid Malik
bin Rabi'ah As-Sa'idi, ia berkata : Pada suatu waktu kami duduk di samping
Rasulullah SAW, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki dari Bani Salamah, lalu
bertanya : "Ya Rasulullah, apakah masih ada kesempatan berbhakti kepada
kedua orang tua saya yang bisa saya lakukan sesudah keduanya meninggal dunia
?". Beliau SAW menjawab : "Ya, masih ada. Yaitu menshalatkannya,
memohonkan ampunan bagi mereka berdua, menyempurnakan (melaksanakan) janji-janjinya
sesudah mereka meninggal dunia, menyambung persaudaraan yang kamu tidak
menyambungnya kecuali melalui keduanya, dan memulyakan shahabat-shahabat
keduanya". [HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban di dalam hadits
shahihnya]
Dari Anas bin Malik
RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya ada seseorang hamba yang
ibu-bapaknya telah meninggal dunia atau salah satunya, hamba itu (dahulunya)
durhaka dan tidak berbhakti kepadanya. Lalu ia selalu mendoakan kebaikan kepada
ibu-bapaknya dan selalu memohonkan ampunan bagi mereka berdua, sehingga Allah
mencatatnya sebagai orang yang berbhakti". [HR Baihaqi di dalam Syu'abul Iman]
Dari Malik bin
Zurarah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Permohonan ampunan
dari anak untuk orang tuanya sesudah meninggalnya adalah termasuk
berbhakti". [HR. Ibnu Najjar]
Dari Ibnu Umar RA,
ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Apabila manusia itu meninggal
dunia, maka terputuslah amal-amalnya kecuali tiga hal. Sedekah jariyah, atau
ilmu yang dimanfaatkan orang, atau anak shalih yang mendoakannya". [HR. Bukhari dan Abu Dawud]
Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah
SAW telah bersabda : "Apabila anak Adam itu meninggal dunia, maka
terputuslah amal-amalnya kecuali tiga hal. Sedekah jariyah, atau ilmu yang
dimanfaatkan orang, atau anak shalih yang mendoakannya". [HR. Muslim]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar