Senin, 16 Maret 2015

Tiga Orang Terperangkap Dalam Gua


Tiga Orang Terperangkap Dalam Gua

Ketika tiga orang laki-laki sedang berjalan, tiba-tiba hujan turun hingga mereka berlindung ke dalam sebuah gua yg terdapat di suatu gunung. Tanpa diduga sebelumnya, ada sebuah batu besar jatuh menutup mulut goa & mengurung mereka di dalamnya. Kemudian salah seorang dari mereka berkata kepada temannya yg lain; 'lngat-ingatlah amal shalih yg pernah kalian lakukan hanya karena mencari ridla Allah semata. Setelah itu, berdoa & memohonlah pertolongan kepada Allah dgn perantaraan amal shalih tersebut, mudah-mudahan Allah akan menghilangkan kesulitan kalian. Tak lama kemudian salah seorang dari mereka berkata; 'Ya Allah ya Tuhanku, dulu saya mempunyai dua orang tua yg sudah lanjut usia. Selain itu, saya juga mempunyai seorang istri & beberapa orang anak yg masih kecil. Saya menghidupi mereka dgn menggembalakan ternak. Apabila pulang dari menggembala, saya pun segera memerah susu & saya dahulukan untuk kedua orang tua saya. Lalu saya berikan air susu tersebut kepada kedua orang tua saya sebelum saya berikan kepada anak-anak saya. Pada suatu ketika, tempat penggembalaan saya jauh, hingga saya pun baru pulang pada sore hari. Kemudian saya dapati kedua orang tua saya sedang tertidur pulas. Lalu, seperti biasa, saya segera memerah susu & setelah itu saya membawanya ke kamar kedua orang tua saya. Saya berdiri di dekat keduanya serta tak membangunkan mereka dari tidur. Akan tetapi, saya juga tak ingin memberikan air susu tersebut kepada anak-anak saya sebelum diminum oleh kedua orang tua saya, meskipun mereka, anak-anak saya, telah berkerumun di telapak kaki saya untuk meminta minum karena rasa lapar yg sangat. Keadaan tersebut saya & anak-anak saya jalankan dgn sepenuh hati hingga terbit fajar. Ya Allah, jika Engkau tahu bahwasanya saya melakukan perbuatan tersebut hanya untuk mengharap ridla-Mu, maka bukakanlah suatu celah untuk kami hingga kami dapat melihat cahaya! ' Akhirnya Allah Subhanahu wa Ta'ala membuka celah lubang gua tersebut, berkat adanya amal perbuatan baik tersebut, hingga mereka dapat melihat langit. Salah seorang dari mereka berdiri sambil berkata; 'Ya Allah ya Tuhanku, dulu saya mempunyai seorang sepupu perempuan (anak perempuan paman) yg saya sukai sebagaimana sukanya kaum laki-laki yg menggebu-gebu terhadap kaum wanita. Pada suatu ketika saya pernah mengajaknya untuk berbuat mesum, tetapi ia menolak hingga saya dapat memberinya uang seratus dinar. Setelah bersusah payah mengumpulkan uang seratus dinar, akhirnya saya pun mampu memberikan uang tersebut kepadanya. Ketika saya berada diantara kedua pahanya (telah siap untuk menggaulinya), tiba-tiba ia berkata; 'Hai hamba Allah, takutlah kepada Allah & janganlah kamu membuka cincin (menggauliku) kecuali setelah menjadi hakmu.' Lalu saya bangkit & meninggalkannya. Ya Allah ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau pun tahu bahwasanya saya melakukan hal itu hanya untuk mengharapkan ridhla-Mu. Oleh karena itu, bukakanlah suatu celah lubang untuk kami! ' Akhirnya Allah Subhanahu wa Ta'ala membukakan sedikit celah lubang lagi untuk mereka bertiga. Seorang lagi berdiri & berkata; 'Ya Allah ya Tuhanku, dulu saya pernah menyuruh seseorang untuk mengerjakan sawah saya dgn cara bagi hasil. Ketika ia telah menyelesaikan pekerjaannya, ia pun berkata; 'Berikanlah hak saya kepada saya! ' Namun saya tak dapat memberikan kepadanya haknya tersebut hingga ia merasa sangat jengkel. Setelah itu, saya pun menanami sawah saya sendiri hingga hasilnya dapat saya kumpulkan untuk membeli beberapa ekor sapi & menggaji beberapa penggembalanya. Selang berapa lama kemudian, orang yg haknya dahulu tak saya berikan datang kepada saya & berkata; 'Takutlah kamu kepada Allah & janganlah berbuat zhalim terhadap hak orang lain! ' Lalu saya berkata kepada orang tersebut; 'Pergilah ke beberapa ekor sapi beserta para penggembalanya itu & ambillah semuanya untukmu! ' Orang tersebut menjawab; 'Takutlah kepada Allah & janganlah kamu mengolok-olok saya! ' Kemudian saya katakan lagi kepadanya; 'Sungguh saya tak bermaksud mengolok-olokmu. Oleh karena itu, ambillah semua sapi itu beserta para pengggembalanya untukmu! ' Akhirnya orang tersebut memahaminya & membawa pergi semua sapi itu. Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah mengetahui bahwa apa yg telah saya lakukan dahulu adl hanya untuk mencari ridla-Mu. Oleh karena itu, bukalah bagian pintu goa yg belum terbuka! ' Akhirnya Allah pun membukakan sisanya, hingga mereka dapat keluar dari dalam goa yg tertutup oleh batu besar tersebut. Dan telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Manshur & Abad bin Humaid keduanya berkata; Telah mengabarkan kepada kami Abu 'Ashim dari Ibnu Juraij Telah mengabarkan kepadaku Musa bin Uqbah Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepadaku Suwaid bin Sa'id Telah menceritakan kepada kami Ali bin Mushir dari Ubaidullah Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepadaku Abu Kuraib & Muhammad bin Tharif Al Bajali keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Ibnu Fudlail Telah menceritakan kepada kami Bapakku & Raqabahh bin Masqalah Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb & Hasan Al Hulwani & Abad bin Humaid mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami Ya'qub yaitu Ibnu Ibrahim bin Sa'ad, telah menceritakan kepada kami Bapakku dari Shalih bin Kaisan semuanya dari Nafi' dari Ibnu 'Umar dari Nabi yg semakna dgn Hadits Abu Dlamrah dari Musa bin Uqbah, & mereka menambahkan di dalam Haditsnya; 'kemudian mereka berjalan keluar.' Sedangkan di dalam Hadits Abu Shalih dgn menggunakan lafazh; 'Yatamasyauna' (saling berjalan). Kecuali Ubaidullah yg di dalam Haditsnya hanya menggunakan lafazh; wa kharaju saja tanpa ada kalimat setelahnya. Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Sahl At Tamimi & 'Abdullah bin 'Abdurrahman bin Bihram & Abu Bakr bin Ishaq; Ibnu Sahl berkata; telah menceritakan kepada kami, & berkata yg lain; telah mengabarkan kepada kami Abul Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri telah mengabarkan kepadaku Salim bin 'Abdullah bahwasanya 'Abdullah bin 'Umar berkata; aku mendengar Rasulullah bersabda:
'Ada tiga orang utusan sebelum kalian, hingga akhirnya mereka bermalam di sebuah gua.' Lalu dia menceritakan Hadits tersebut yg semakna dgn Hadits Nafi dari Ibnu Umar. Namun dia berkata dgn redaksi; 'salah seorang dari mereka berkata; Ya Allah, aku mempunya kedua orang tua yg sudah tua renta, aku tak pernah memberikan air minum disore hari kepada keluargaku atau hewan ternakku sebelum memberikan kepada keduanya terlebih dahulu. -Juga dgn redaksi; - lalu wanita itu menolakku hingga suatu ketika terjadi musim paceklik, & wanita itu datang kembali kepadaku, kemudian aku memberinya uang sebesar seratus dua puluh dinar.' -Juga dgn redaksi; - 'lalu aku mengumpulkan upahnya, hingga aku merasa kaget, karena uang tersebut sudah berkembang menjadi banyak. -Juga dgn redaksi; - 'kemudian mereka berjalan keluar dari gua.' [
HR. Muslim No.4926]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar