Fadhilah Menangis Karena Allah
Hadits Rasulullah SAW.
Dari Abu
Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Ada tujuh golongan manusia yang akan
mendapat naungan Allah dalam naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan
kecuali naungan-Nya, yaitu : 1. pemimpin yang adil, 2. pemuda yang tumbuh
dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah), 3. seseorang yang hatinya senantiasa
bergantung pada masjid-masjid (sangat mencintainya dan selalu melakukan shalat
jamaah di dalamnya), 4. dua orang yang saling mengasihi karena Allah (keduanya
berkumpul dan berpisah karena Allah), 5. seorang laki-laki yang diajak
(berzina) oleh seorang perempuan yang punya kedudukan lagi cantik, tetapi dia
mengatakan, “Aku takut kepada Allah !”, 6. seseorang yang bersedeqah dengan
merahasiakannya sehingga tangan kanannya tidak tahu apa yang diberikan oleh
tangan kirinya, 7. dan seseorang yang ingat kepada Allah diwaktu sunyi,
sehingga meleleh air mata dari kedua matanya”. [HR. Bukhari dan
Muslim, dan lafadh itu baginya. Adapun pada lafadh Bukhari disebutkan : Sehingga
tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedeqahkan tangan kanannya]
Dari Ibnu Abbas
RA, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua mata yang
tidak disentuh oleh api neraka, yaitu mata yang menangis karena takut kepada
Allah, dan mata yang bermalam berjaga di jalan Allah”. [HR. Tirmidzi,
ia berkata Hadits hasan gharib].
Dari Abu Hurairah
RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk neraka orang yang
menangis karena takut kepada Allah sehingga air susu kembali ke teteknya. Dan
tidak akan berkumpul debu fii sabiilillah dengan asap neraka jahannam”. [HR. Tirmidzi,
ia berkata : hadits hasan shahih, Nasai dan Al-Hakim, ia berkata : shahih
sanadnya].
Dari Abu Hurairah
RA, ia berkata, ketika turun ayat yang artinya “Maka apakah kamu merasa heran
terhadap pemberitaan (Al-Quran) ini. Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis
?. [QS. An-Najm 59-60], para Ash-habush Shuffah menangis
sehingga air matanya membasahi pipi-pipi mereka. Setelah Rasulullah SAW
mendengar tangis mereka itu beliau ikut menangis bersama mereka, sehingga kami
menangis sebab tangis beliau. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan
masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah, dan tidak akan
masuk surga orang yang terus menerus mengerjakan makshiyat. Dan seandainya kamu
sekalian tidak punya dosa, tentu Allah mendatangkan suatu kaum yang berdosa,
lalu Allah mengampuni mereka”. [Baihaqi]
Dari Anas bin Malik RA,
ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua mata yang tidak disentuh oleh
api neraka, yaitu mata yang bermalam berjaga di jalan Allah dan mata yang
menangis karena takut kepada Allah”. [HR. Abu Ya’la dan
perawinya tsiqat].
Dari Mu’awiyah
bin Haidah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga orang yang mata
mereka tidak akan melihat neraka, yaitu mata yang berjaga di jalan Allah, mata
yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang terjaga dari melihat
hal-hal yang diharamkan oleh Allah”. [HR. Thabrani]
Dari Abbas bin Abdul
Muththalib RA, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua
mata yang tidak disentuh oleh api neraka, yaitu mata yang menangis di tengah
malam karena takut kepada
Allah dan mata yang di waktu malam berjaga di jalan Allah”. [HR. Thabrani]
Dari Abu Umamah
RA dari Nabi SAW beliau bersabda, “Tidak ada sesuatu yang lebih dicintai Allah
dari pada dua tetesan dan dua bekas, yaitu tetesan air mata karena takut kepada
Allah dan tetesan darah (berperang) di jalan Allah. Adapun dua bekas ialah
bekas yang terjadi di jalan Allah dan bekas melaksanakan kewajiban dari
kewajiban-kewajiban Allah ‘Azza wa Jalla”. [HR. Tirmidzi, dan ia
berkata hadits hasan].
Dari Ali RA ia
berkata : Tidak ada dari kalangan kami orang yang menunggang kuda pada perang
Badr selain Miqdad. Dan sungguh aku melihat keadaan kita (di waktu malam)
semuanya tidur kecuali Rasulullah SAW, beliau shalat di bawah pohon dan
menangis hingga subuh”. [HR. Ibnu Khuzaimah di dalam
shahihnya].
Dari ‘Uqbah bin
Amir RA, ia berkata : Saya bertanya, “Ya Rasulullah, apakah yang menyelamatkan
itu ?”. Beliau menjawab, “Kamu wajib menjaga lesanmu, rumahmu hendaklah bisa
melapangkanmu dan menangislah atas kesalahan-kesalahanmu”. [HR. Tirmidzi,
Ibnu Abid Dunya dan Baihaqi].
Dari Tsauban RA
ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Berbahagialah bagi orang yang bisa
mengendalikan nafsunya, rumahnya bisa melapangkannya dan menangis atas
kesalahan-kesalahannya”. [HR. Thabrani di dalam Al-Ausath dan
Ash-Shaghir].
Dari Ibnu Abbas
RA ia berkata : Setelah Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan ayat ini kepada
Nabi-Nya, (Hai orang orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari
api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu [QS. Tahrim : 6]),
lalu pada suatu hari Rasulullah SAW membacakan kepada para shahabatnya, maka
tiba-tiba ada seorang pemuda yang pingsan. Kemudian Nabi SAW meletakkan
tangannya di bagian hatinya, tiba-tiba dia bisa bergerak. Kemudian Rasulullah
SAW bersabda : Hai pemuda, katakanlah, “Laa ilaaha illallaah”. Lalu pemuda itu
mengucapkannya, maka beliau menggembirakannya dengan surga. Para shahabat
bertanya, “Ya Rasulullah, apakah hal itu termasuk untuk kami ?”. Beliau
bersabda, “Apakah kalian belum mendengar firman Allah Ta’aalaa (Yang demikian
itu (adalah ) untuk orang-orang yang takut (akan menghadap) ke hadlirat-Ku dan
yang takut kepada ancaman-Ku) [QS. Ibrahim : 14]”. [HR. Al-Hakim, ia
berkata shahih sanadnya].
Dari Anas RA ia
berkata : Rasulullah SAW membaca ayat
ini (waquuduhannaasu wal hijaarah), kemudian beliau bersabda, “Dinyalakan pada
api neraka selama seribu tahun sehingga memerah dan seribu tahun lagi sehingga
memutih, dan dinyalakan seribu tahun lagi sehingga menghitam. Maka api neraka
itu berwarna hitam gelap, tidak dipadamkan nyalanya”. (Anas) berkata : Pada
waktu itu di depan Rasulullah SAW ada seorang lelaki hitam lalu ia menangis,
maka malaikat Jibril AS turun lalu bertanya (kepada Nabi SAW), “Siapakah orang
lelaki yang menangis di hadapanmu ini ?”. Nabi SAW menjawab, “Dia seorang
laki-laki dari Habasyah”. Kemudian (malaikat Jibril) memujinya. (Jibril)
berkata : Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Demi Keperkasaan dan
Kegagahan-Ku, serta Ketinggian-Ku di atas Arsy-Ku, tidaklah menangis mata
hamba-Ku di dunia karena takut kepada-Ku, kecuali Aku memperbanyak tertawanya
di surga”. [HR. Baihaqi dan Al-Ashbihani].
Dari ‘Abbas bin Abdul
Muththalib RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Apabila kulit seorang
hamba merinding karena takut kepada Allah, maka dosa-dosanya akan berguguran
sebagaimana daun-daun berguguran dari pohon yang kering”. [HR. Baihaqi
dan Abusy-Syaikh Ibnu Hibban].
Dan dalam satu
riwayat (Abbas) berkata : Dahulu kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW di
bawah pohon, lalu bertiup angin kencang, maka berjatuhan daun-daun kering dari
pohon itu, dan tetaplah di pohonnya daun-daun yang hijau. Kemudian Rasulullah
SAW bersabda, “Bagaimana perumpamaan pohon ini ?”. Lalu orang-orang berkata,
“Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”. Beliau bersabda, “Perumpamaan orang
mukmin itu apabila merinding karena takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla,
berguguranlah dosa-dosanya dan tetaplah padanya kebaikan-kebaikannya”. [HR. Baihaqi]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar