KEBERSAMAAN ALLAH SWT.
MENGUNDANG NUSHROTULLOH
Nushrotulloh (Pertolongan Allah) akan Allah SWT. berikan kepada
orang-orang yang dibersamai Allah secara khusus {المعية الله الخاصة}. Adapun orang yang
pantas dibersamai oleh Allah SWT. adalah orang-orang yang mempunyai sifat mulia
di dalam hati yaitu sifat-sifat
imaniat, seperti :
sifat Shobar(QS.2/153), Taqwa(QS.3/125),
Ihsan (QS.29/69), Tawakkal(QS.3/160), Ikhlash(QS.4/125), Hilm/lembut(QS. 3/159),
Tahammul/ tahan uji(QS.2/214), Roja’(QS.32/16), Khouf (QS.32/16), Inaabah
(QS.42/13), Istighotsah (QS.8/9), Iitsaar(QS.59/8), Istiqomah(QS.41/30), Tho’at(QS.24/54),
Tadlorru’(QS.6/43), Tasliim (QS.4/65), Mahabbah (QS.19/98), Syukur (QS.54/35), dan
lain-lain.
Firman
Allah Ta’ala :
1. Sifat Shobar:
“Hai
orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu,
sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqoroh, 2/153)
2. Taqwa:
“Ya
(cukup), jika kamu bersabar dan bertaqwa, dan mereka datang menyerang kamu
dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat
yang me-makai tanda”. (QS. Al Imraan, 3/125)
3. Sifat Ihsan :
“Dan
orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami
tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. dan sesungguhnya Allah benar-benar
beserta orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al Ankabuut, 29/69)
4. Tawakkal :
“Jika
Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika
Allah membiarkan kamu (tidak mem-beri pertolongan), maka siapakah gerangan yang
dapat me-nolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah
kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawak-kal.” (QS. Al Imraan, 3/160)
5. Ikhlash :
“Dan
siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan
dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti
agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah
mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.” (QS. An Nisaa’, 4/125)
6. Istiqomah :
“Sesungguhnya
orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" Kemudian mereka
meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan
mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gem-birakanlah
mereka dengan jannah (surga) yang telah dijanjikan Allah kepadamu".
(QS. Fushilat, 41/30)
7. Tahammul :
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk
syurga, pa-dahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang
terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta
digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan
orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan
Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS.
Al Baqoroh, 2/214)
8. Tasliim:
“Maka demi
Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak ber-iman hingga mereka menjadikan kamu
hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa
dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan
mereka menerima dengan sepenuhnya”.
(QS. An
Nisaa’, 4/65)
9. Khusyu’
“Dan
mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah
khusyu'.” (QS. Al Israa’, 17/109)
10. Inaabah :
“Dia
telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya
kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami
wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah
kamu berpecah belah tentangnya. amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang
kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya
dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).” (QS.
Asy Syuro, 42/13)
11. Tawadhu’ :
“Dan
hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di
atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka,
mereka mengu-capkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan”.
(QS. Al
Furqoon, 25/63)
12. Thoat :
“Katakanlah:
"Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya
kewajiban Rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu
sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. dan jika kamu taat
kepadanya, niscaya kamu mendapat pe-tunjuk. dan tidak lain kewajiban Rasul itu
melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang".
(QS. An
Nuur, 24/54)
13. Tadlorru’:
“Maka
mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri
ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi
keras, dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu
mereka kerjakan”. (QS. Al An’am, 6/43)
14. Syukur
33.“Kaum
Luth-pun telah mendustakan ancaman- ancaman (nabinya).
34.
Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa
batu-batu (yang me-nimpa mereka), kecuali keluarga Luth. mereka Kami selamatkan
sebelum fajar menyingsing,
35. Sebagai
nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang
bersyukur” (QS. Al Qomar, 54/33-35)
15. Ii-tsar
“Dan
orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor)
sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang
berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh
keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka
(Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka
sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. dan siapa yang dipelihara dari
kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung”. (QS. Al Hasyr,
59/9)
10. Mukminin (orang-orang yang
beriman/
memiliki sifat iman) :
“Jika
kamu (orang-orang musyrikin) mencari keputusan, maka telah datang keputusan
kepadamu; dan jika kamu berhenti; maka itulah yang lebih baik bagimu; dan jika
kamu kembali, niscaya Kami kembali (pula); dan angkatan perangmu sekali-kali
tidak akan dapat menolak dari kamu sesuatu bahayapun, biarpun dia banyak dan sesungguhnya Allah beserta orang-
orang yang beriman”. (QS. Al Anfaal, 8/19.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar