Jumat, 20 Maret 2015

FADHILAH DOA


FADHILAH DOA
A.     Firman Allah SWT :
Dan Tuhanmu berfirman, "Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombong-kan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". [QS. Al Mukmin : 60]
Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. [QS. Al-A’raaf : 55]
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. [QS. Al-Baqarah : 186]
dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. An-Nisaa’ : 106]
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. An-Nisaa’ : 110] وَ
.... Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (ada pula) istri-istri yang disucikan serta keridlaan Allah, dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”. (15)
(Yaitu) orang-orang yang berdoa, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka”. (16)
(yaitu) orang-orang yang shabar, yang benar, yang tetap thaat, yang menafqahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur. [QS. Ali Imran : 17]:33
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengadzab mereka, sedang kamu berada diantara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengadzab mereka, sedang mereka meminta ampun. [QS. Al-Anfaal : 33]


B. Dalil-dalil Hadits

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Aku menurut persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku selalu bersamanya apabila ia berdoa kepada-Ku”. [HR. Bukhari dan Muslim, lafadh itu baginya, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah].

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Doa itu senjatanya orang mukmin, tiangnya agama dan cahaya langit dan bumi”. [HR. Hakim, ia berkata, “Shahih sanadnya”]
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada sesuatu yang lebih mulia pada sisi Allah daripada doa”. [HR. Hakim, ia berkata, “Shahih sanadnya”, Tirmidzi, ia berkata, “Hadits gharib”, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban di dalam shahihnya]
Dari Nu’man bin Basyir RA dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Doa itu adalah ibadah”, kemudian beliau membaca ayat (yang artinya), “Dan Tuhanmu berfirman, "Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombong-kan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS. Al-Mukmin : 60). [HR. Abu Dawud, Tirmidzi, lafadh itu baginya dan ia mengatakan, “Hadits hasan shahih”, Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Hibban di dalam shahihnya dan Hakim, ia berkata, “Shahih sanadnya”]
Dari Anas bin Malik, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Doa itu adalah otaknya ibadah”. [HR. Tirmidzi, dan ia berkata, “Hadits gharib dari Ibnu Lahi’ah]
Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa senang bahwa Allah mengabulkan (doanya) ketika dalam kesulitan, maka hendaklah ia memperbanyak doanya di waktu lapang”. [HR. Tirmidzi dan Hakim, ia berkata, “Shahih sanadnya”]
Dari Anas bin Malik RA, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Allah Ta’ala berfirman : Hai anak Adam, sesungguhnya kamu selama mau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, Aku akan mengampuni dosa-dosamu, dan Aku tidak peduli”. [HR. Tirmidzi, ia berkata, “Hadits hasan, gharib”]
Dari ‘Ubadah bin Shamit RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada seorang muslim di atas bumi ini yang berdoa kepada Allah dengan suatu doa kecuali Allah Ta’ala pasti memberikan kepadanya, atau Allah menghindarkannya dari keburukan, selama ia tidak berdoa untuk perbuatan dosa atau memutus persaudaraan”. Lalu ada seorang laki-laki dari kaum itu berkata, “Kalau begitu kami akan memperbanyak (berdoa)”. Beliau bersabda, “Allah lebih banyak (karunia-Nya)”. [HR. Tirmidzi, lafadh ini baginya, ia berkata, “Hadits hasan shahih gharib”, dan Hakim, ia berkata, “Shahih sanadnya
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang muslim menghadapkan wajahnya berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, kecuali Allah pasti memberikan kepadanya, ada kalanya Allah menyegerakan untuknya (memberikannya di dunia), dan ada kalanya Allah menjadikannya sebagai simpanan di akhirat”. [HR. Ahmad]
Dari Abu Sa’id Al-Khudriy RA, bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Tidaklah seorang muslim berdoa dengan suatu doa yang bukan untuk perbuatan dosa, dan bukan untuk memutus persaudaraan, kecuali Allah pasti memberikan kepadanya salah satu dari tiga macam, ada kalanya Allah menyegerakan untuknya apa yang diminta, ada kalanya Allah menjadikannya sebagai simpanan untuknya di akhirat, dan ada kalanya Allah menghindarkannya dari keburukan (mushibah) yang semisalnya”. Para shahabat berkata, “Kalau begitu kami akan memperbanyak (berdoa)”. Nabi SAW bersabda, “Allah lebih banyak (karunianya)”. [HR. Ahmad, Al-Bazzar, Abu Ya’la dengan sanad-sanad jayyid, dan Hakim, ia berkata, “Shahih sanadnya”]
Dari Jabir bin ‘Abdullah RA, dari Nabi SAW beliau bersabda, “Allah akan memanggil orang mukmin besuk pada hari qiyamat hingga ia berada di hadapan-Nya. Kemudian Allah berfirman : Hai hamba-Ku, sesungguh-nya Aku telah menyuruhmu supaya berdoa kepada-Ku dan Aku berjanji untuk mengabulkannya. Maka apakah kamu sudah berdoa kepada-Ku?”. Hamba itu menjawab, “Ya, betul wahai Tuhanku”. Allah berfirman, “Ketahuilah, sesungguhnya tidaklah kamu berdoa kepada-Ku dengan suatu doa, kecuali pasti Aku kabulkan untukmu. Bukankah kamu pernah berdoa kepada-Ku pada hari ini dan ini berkenaan dengan kesusahan yang menimpamu, agar Aku berikan jalan keluar kepadamu, lalu telah Aku lepaskan kamu dari kesusahan itu ?”. Hamba itu menjawab, “Betul wahai Tuhanku”. Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku telah menyegerakannya untukmu di dunia. Dan kamu pernah berdoa kepada-Ku pada hari ini dan ini berkenaan dengan kesusahan yang menimpamu agar Ku-berikan jalan keluar, lalu kamu tidak melihat adanya jalan keluar dari kesusahan itu ?”. Hamba itu menjawab, “Betul wahai Tuhanku”. Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku telah menjadikannya sebagai simpanan untukmu di surga demikian dan demikian. Dan kamu pernah berdoa kepada-Ku berkenaan dengan keperluan agar Aku memberikan untukmu pada hari ini dan ini, lalu Aku telah memberikannya ?”. Hamba itu menjawab, “Betul wahai Tuhanku”. Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku telah menyegerakannya pemberian itu untukmu ketika di dunia. Dan kamu pernah berdoa kepada-Ku pada hari ini dan ini untuk suatu keperluan agar Aku memberikan untukmu, dan kamu belum melihat pemberian itu ?”. Hamba itu menjawab, “Betul wahai Tuhanku”. Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku telah menjadikannya sebagai simpanan untukmu di surga demikian dan demikian”. Rasulullah SAW bersabda, “Maka Allah tidak membiarkan suatu doa yang dipanjatkan oleh hamba-Nya yang mukmin kecuali Allah pasti menerangkannya, ada kalanya Allah menyegerakan untuknya ketika di dunia dan ada kalanya Allah menjadikannya sebagai simpanan di akhirat”. Rasulullah SAW bersabda, “Maka orang mukmin itu berkata di tempat itu juga : Alangkah senangnya seandainya sesuatu dari doanya itu tidak diberikan dengan segera (di dunia)”. [HR. Hakim]
Dari Salman RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah itu Pemalu lagi Pemurah. Dia malu apabila ada orang berdoa dengan mengangkat kedua tangannya, lalu Dia mengembalikannya dalam keadaan kosong, dengan tangan hampa”. [HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan lafadh itu baginya, ia menghasankannya, Ibnu Majah, Ibnu Hibban di dalam shahihnya dan Hakim, ia berkata, “Shahih atas syarath Bukhari dan Muslim]
Dari Anas RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah itu Penyayang lagi Pemurah. Dia malu kepada hamba-Nya jika hamba itu (berdoa) mengangkat kedua tangannya, lalu Dia tidak memberikan kebaikan padanya”. [HR. Hakim, ia berkata, “Shahih sanadnya”]
Dari Jabir bin ‘Abdullah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Maukah aku tunjukkan kepada kalian apa yang menyelamatkan kalian dari musuh dan yang melapangkan rezqi kalian ?. Yaitu kalian berdoa kepada Allah di waktu malam dan siang, karena doa adalah senjatanya orang mukmin”. [HR. Abu Ya’la]

Dari Anas RA ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Allah berfirman : Hai anak Adam, sesungguhnya selama kamu mau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampuni apa yang ada padamu, dan Aku tidak peduli. Hai anak Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai sebanyak awan di langit, kemudian kamu memohon ampun kepada-Ku maka Aku akan mengampunimu, dan Aku tidak peduli. Hai anak Adam, sesungguhnya seandainya kamu datang kepada-Ku dengan membawa dosa hampir memenuhi bumi, kemudian kamu bertemu kepada-Ku tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu, niscaya Aku menyambutmu dengan ampunan sebanyak itu pula”. [HR. Tirmidzi, ia berkata : Hadits hasan gharib]
-Khudriy RA, dari Nabi SAW beliau bersabda, “Iblis berkata : Demi kemulyaan-Mu ya Allah, aku tidak henti-hentinya menyesatkan hamba-hamba-Mu selama nyawa mereka dikandung badan”. Allah berfirman, “Demi kemulyaan dan keperkasaan-Ku, Aku akan selalu mengampuni mereka selama mereka mohon ampun kepada-Ku”. [HR. Ahmad, dan Al-Hakim, ia berkata : Shahih sanadnya]
Dari Anas bin Malik RA, ia berkata :Rasulullah SAW bersabda, “Maukah aku tunjukkan kepada kalian tentang penyakit kalian dan obatnya ?. Ketahuilah, sesungguhnya penyakit kalian adalah dosa-dosa, adapun obatnya adalah istighfar”. [HR. Baihaqi]
Dari ‘Abdullah bin ‘Abbas RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa selalu membaca istighfar, maka Allah memberinya jalan keluar dari setiap kesusahannya, memberinya jalan keluar dari setiap kesulitannya, dan memberinya rezqi yang tidak disangka-sangka”. [HR. Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah, Hakim dan Baihaqi. Hakim berkata : shahih sanadnya]
Dari ‘Abdullah bin Busr RA, ia berkata : Saya mendengar Nabi SAW bersabda, “Berbahagialah bagi orang yang didapati di dalam catatan amalnya istighfar yang banyak”. [HR. Ibnu Majah dengan sanad shahih dan Baihaqi]

Dari Abu Hurairah RA dari Nabi SAW beliau bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba apabila berbuat suatu kesalahan (dosa), ternoda di hatinya satu titik. Jika dia mencabut dan mohon ampun, maka akan kembali bersih. Jika dia kembali berbuat dosa, ditambahlah titik noda itu hingga menutupi hatinya. Dan itulah “Ar-roon” yang disebutkan Allah Ta’ala “Kallaa bal roona ‘alaa quluubihim maa kaanuu yaksibuun”. [Sekali-kali tidak (demikian), bahkan apa yang mereka usahakan itu menutup hati mereka. QS. Muthaffifiin : 14] [HR. Tirmidzi, ia berkata : Hadits hasan shahih, Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Hibban di dalam shahihnya, dan Hakim, ia berkata : Shahih atas syarath Muslim]

Dari Anas RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya hati itu mempunyai kotoran seperti kotoran pada kuningan, dan pembersihnya adalah istighfar”. [HR. Baihaqi]
Dari Ibnu Mas’ud RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa membaca Astaghfirulloohal ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuumu wa atuubu ilaih (Aku mohon ampun kepada Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang Maha Hidup lagi Berdiri sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya), niscaya diampuni dosa-dosanya, meskipun dia pernah lari dari peperangan”. [HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Hakim]
Dari Syaddad bin Aus RA, ia berkata : Nabi SAW bersabda, “Pemimpin dari bacaan Istighfar yaitu Alloohumma anta robbii laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii, wa ana ‘abduka, wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu, abuu-u laka bi ni’matika wa abuu-u laka bi dzanbii faghfirlii, fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta, a’uudzu bika min syarri maa shona’tu (Ya Allah, Engkau Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkau yang menciptakan aku, dan aku adalah hamba-Mu, dan aku tetap pada janji-Mu dan perintah-Mu sekuat tenagaku, aku mengakui nikmat karunia-Mu, dan mengakui dosaku maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan perbuatanku). Barangsiapa yang membaca ini pada waktu sore lalu mati, maka ia masuk surga atau ia termasuk ahli surga. Dan barangsiapa membaca pada waktu pagi lalu mati pada hari itu, maka ia pun seperti itu pula”. [HR. Bukhari 7:150, Fathul Baari 11:134]

Dari Al-Agharr Al-Muzaniy RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya adakalanya timbul perasaan gelisah dalam hatiku, maka aku membaca istighfar (minta ampun) dalam sehari seratus kali. [HR. Muslim]

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah, saya membaca istighfar (minta ampun) dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali”. [HR. Bukhari]

Dari Anas bin Malik RA ia berkata : Pada suatu ketika Rasulullah SAW dalam perjalanan, beliau bersabda (kepada para shahabat), “Mohon ampunlah kalian kepada Allah, maka kami beristighfar. Lalu beliau bersabda, “Sempurnakanlah tujuh puluh kali”. Yakni lalu kami menyempurnakannya. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang hamba laki-laki ataupun perempuan meminta ampun kepada Allah dalam sehari tujuh puluh kali melainkan Allah mengampuninya tujuh ratus dosa. Maka sungguh rugi jika seorang hamba laki-laki atau perempuan dalam sehari-semalam melakukan lebih banyak dari tujuh ratus dosa. [HR. Ibnu Abid-Dunyaa, Baihaqi dan Al-Ashbihaniy]

Dari Muhammad bin ‘Abdullah bin Muhammad bin Jabir bin ‘Abdullah RA, dari bapaknya dari kakeknya, ia berkata : Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW lalu berkata, “Adu betapa besar dosa-dosaku, adu betapa besar dosa-dosaku”. Ia mengucapkan begitu dua atau tiga kali. Maka Rasulullah SAW bersabda kepadanya, “Ucapkanlah Alloohumma maghfirotuka ausa’u min dzunuubii wa rohmatuka arjaa ‘indii min ‘amalii” (Ya Allah, ampunan-Mu lebih luas daripada dosa-dosaku, dan rahmat-Mu lebih aku harapkan dari pada amal-amalku). Lalu orang itu mengucapkannya, kemudian beliau SAW bersabda, “Ulangilah !”. Maka ia mengulangnya. Kemudian beliau bersabda, “Ulangilah !”. Maka ia mengulangnya. Kemudian beliau bersabda, “Berdirilah, sungguh Allah telah mengampunimu”. [HR. Hakim]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar