FADHILAH DOA
A.
Firman
Allah SWT :
Dan Tuhanmu berfirman, "Berdo’alah kepada-Ku,
niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang
menyombong-kan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan
hina dina". [QS. Al Mukmin : 60]
Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan
berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang melampaui batas.
[QS. Al-A’raaf : 55]
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya
kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan
permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah
mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman
kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. [QS. Al-Baqarah : 186]
dan mohonlah ampun kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[QS. An-Nisaa’ : 106]
Dan barangsiapa yang mengerjakan
kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya
ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS.
An-Nisaa’ : 110] وَ
....
Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada
surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan
(ada pula) istri-istri yang disucikan serta keridlaan Allah, dan Allah Maha
Melihat akan hamba-hamba-Nya”. (15)
(Yaitu)
orang-orang yang berdoa, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka
ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka”. (16)
(yaitu) orang-orang yang shabar, yang
benar, yang tetap thaat, yang menafqahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang
memohon ampun di waktu sahur.
[QS. Ali Imran : 17]:33
Dan Allah sekali-kali tidak akan
mengadzab mereka, sedang kamu berada diantara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah
akan mengadzab mereka, sedang mereka meminta ampun.
[QS. Al-Anfaal : 33]
B. Dalil-dalil
Hadits
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata :
Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Aku
menurut persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku selalu bersamanya apabila ia
berdoa kepada-Ku”. [HR. Bukhari dan Muslim, lafadh itu
baginya, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah].
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata :
Rasulullah SAW bersabda, “Doa itu senjatanya orang mukmin, tiangnya agama dan
cahaya langit dan bumi”.
[HR. Hakim, ia berkata, “Shahih sanadnya”]
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata :
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada sesuatu yang lebih mulia pada sisi Allah
daripada doa”. [HR. Hakim, ia berkata, “Shahih
sanadnya”, Tirmidzi, ia berkata, “Hadits gharib”, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban
di dalam shahihnya]
Dari Nu’man bin Basyir RA dari Nabi
SAW, beliau bersabda, “Doa itu adalah ibadah”, kemudian beliau membaca ayat
(yang artinya), “Dan Tuhanmu berfirman, "Berdo’alah kepada-Ku, niscaya
akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombong-kan diri
dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS.
Al-Mukmin : 60). [HR. Abu Dawud, Tirmidzi, lafadh itu
baginya dan ia mengatakan, “Hadits hasan shahih”, Nasai, Ibnu Majah, Ibnu
Hibban di dalam shahihnya dan Hakim, ia berkata, “Shahih sanadnya”]
Dari Anas bin Malik, dari Nabi SAW,
beliau bersabda, “Doa itu adalah otaknya ibadah”. [HR. Tirmidzi, dan ia berkata, “Hadits gharib
dari Ibnu Lahi’ah]
Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa senang bahwa Allah mengabulkan (doanya)
ketika dalam kesulitan, maka hendaklah ia memperbanyak doanya di waktu lapang”. [HR. Tirmidzi dan Hakim, ia berkata, “Shahih
sanadnya”]
Dari Anas bin Malik RA, ia berkata : Saya
mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Allah Ta’ala berfirman : Hai anak Adam,
sesungguhnya kamu selama mau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, Aku akan
mengampuni dosa-dosamu, dan Aku tidak peduli”. [HR. Tirmidzi, ia berkata, “Hadits hasan,
gharib”]
Dari ‘Ubadah bin Shamit RA bahwasanya
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada seorang muslim di atas bumi ini yang berdoa
kepada Allah dengan suatu doa kecuali Allah Ta’ala pasti memberikan kepadanya,
atau Allah menghindarkannya dari keburukan, selama ia tidak berdoa untuk
perbuatan dosa atau memutus persaudaraan”. Lalu ada seorang laki-laki dari kaum
itu berkata, “Kalau begitu kami akan memperbanyak (berdoa)”. Beliau bersabda,
“Allah lebih banyak (karunia-Nya)”.
[HR. Tirmidzi, lafadh ini baginya, ia berkata, “Hadits hasan shahih gharib”,
dan Hakim, ia berkata, “Shahih sanadnya
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW
bersabda, “Tidaklah seorang muslim menghadapkan wajahnya berdoa kepada Allah
‘Azza wa Jalla, kecuali Allah pasti memberikan kepadanya, ada kalanya Allah
menyegerakan untuknya (memberikannya di dunia), dan ada kalanya Allah
menjadikannya sebagai simpanan di akhirat”. [HR. Ahmad]
Dari Abu Sa’id Al-Khudriy RA,
bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Tidaklah seorang muslim berdoa dengan suatu doa
yang bukan untuk perbuatan dosa, dan bukan untuk memutus persaudaraan, kecuali
Allah pasti memberikan kepadanya salah satu dari tiga macam, ada kalanya Allah
menyegerakan untuknya apa yang diminta, ada kalanya Allah menjadikannya sebagai
simpanan untuknya di akhirat, dan ada kalanya Allah menghindarkannya dari
keburukan (mushibah) yang semisalnya”. Para shahabat berkata, “Kalau begitu
kami akan memperbanyak (berdoa)”. Nabi SAW bersabda, “Allah lebih banyak
(karunianya)”. [HR. Ahmad, Al-Bazzar, Abu Ya’la
dengan sanad-sanad jayyid, dan Hakim, ia berkata, “Shahih sanadnya”]
Dari Jabir bin ‘Abdullah RA, dari Nabi
SAW beliau bersabda, “Allah akan memanggil orang mukmin besuk pada hari qiyamat
hingga ia berada di hadapan-Nya. Kemudian Allah berfirman : Hai hamba-Ku,
sesungguh-nya Aku telah menyuruhmu supaya berdoa kepada-Ku dan Aku berjanji
untuk mengabulkannya. Maka apakah kamu sudah berdoa kepada-Ku?”. Hamba itu
menjawab, “Ya, betul wahai Tuhanku”. Allah berfirman, “Ketahuilah, sesungguhnya
tidaklah kamu berdoa kepada-Ku dengan suatu doa, kecuali pasti Aku kabulkan
untukmu. Bukankah kamu pernah berdoa kepada-Ku pada hari ini dan ini berkenaan
dengan kesusahan yang menimpamu, agar Aku berikan jalan keluar kepadamu, lalu
telah Aku lepaskan kamu dari kesusahan itu ?”. Hamba itu menjawab, “Betul wahai
Tuhanku”. Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku telah menyegerakannya untukmu di
dunia. Dan kamu pernah berdoa kepada-Ku pada hari ini dan ini berkenaan dengan
kesusahan yang menimpamu agar Ku-berikan jalan keluar, lalu kamu tidak melihat
adanya jalan keluar dari kesusahan itu ?”. Hamba itu menjawab, “Betul wahai
Tuhanku”. Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku telah menjadikannya sebagai
simpanan untukmu di surga demikian dan demikian. Dan kamu pernah berdoa
kepada-Ku berkenaan dengan keperluan agar Aku memberikan untukmu pada hari ini
dan ini, lalu Aku telah memberikannya ?”. Hamba itu menjawab, “Betul wahai
Tuhanku”. Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku telah menyegerakannya pemberian
itu untukmu ketika di dunia. Dan kamu pernah berdoa kepada-Ku pada hari ini dan
ini untuk suatu keperluan agar Aku memberikan untukmu, dan kamu belum melihat
pemberian itu ?”. Hamba itu menjawab, “Betul wahai Tuhanku”. Allah berfirman,
“Sesungguhnya Aku telah menjadikannya sebagai simpanan untukmu di surga
demikian dan demikian”. Rasulullah SAW bersabda, “Maka Allah tidak membiarkan
suatu doa yang dipanjatkan oleh hamba-Nya yang mukmin kecuali Allah pasti
menerangkannya, ada kalanya Allah menyegerakan untuknya ketika di dunia dan ada
kalanya Allah menjadikannya sebagai simpanan di akhirat”. Rasulullah SAW
bersabda, “Maka orang mukmin itu berkata di tempat itu juga : Alangkah
senangnya seandainya sesuatu dari doanya itu tidak diberikan dengan segera (di
dunia)”. [HR. Hakim]
Dari Salman RA, ia berkata : Rasulullah
SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah itu Pemalu lagi Pemurah. Dia malu apabila ada
orang berdoa dengan mengangkat kedua tangannya, lalu Dia mengembalikannya dalam
keadaan kosong, dengan tangan hampa”. [HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan lafadh itu baginya,
ia menghasankannya, Ibnu Majah, Ibnu Hibban di dalam shahihnya dan Hakim, ia
berkata, “Shahih atas syarath Bukhari dan Muslim]
Dari Anas RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda,
“Sesungguhnya Allah itu Penyayang lagi Pemurah. Dia malu kepada hamba-Nya jika
hamba itu (berdoa) mengangkat kedua tangannya, lalu Dia tidak memberikan kebaikan
padanya”. [HR. Hakim, ia berkata, “Shahih
sanadnya”]
Dari Jabir bin ‘Abdullah RA, ia berkata :
Rasulullah SAW bersabda, “Maukah aku tunjukkan kepada kalian apa yang
menyelamatkan kalian dari musuh dan yang melapangkan rezqi kalian ?. Yaitu
kalian berdoa kepada Allah di waktu malam dan siang, karena doa adalah
senjatanya orang mukmin”.
[HR. Abu Ya’la]
Dari Anas RA ia berkata : Aku mendengar
Rasulullah SAW bersabda, “Allah berfirman : Hai anak Adam, sesungguhnya selama
kamu mau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampuni apa
yang ada padamu, dan Aku tidak peduli. Hai anak Adam, seandainya dosa-dosamu
mencapai sebanyak awan di langit, kemudian kamu memohon ampun kepada-Ku maka
Aku akan mengampunimu, dan Aku tidak peduli. Hai anak Adam, sesungguhnya
seandainya kamu datang kepada-Ku dengan membawa dosa hampir memenuhi bumi,
kemudian kamu bertemu kepada-Ku tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu, niscaya
Aku menyambutmu dengan ampunan sebanyak itu pula”.
[HR. Tirmidzi, ia berkata : Hadits hasan gharib]
-Khudriy RA, dari Nabi SAW beliau
bersabda, “Iblis berkata : Demi kemulyaan-Mu ya Allah, aku tidak henti-hentinya
menyesatkan hamba-hamba-Mu selama nyawa mereka dikandung badan”. Allah
berfirman, “Demi kemulyaan dan keperkasaan-Ku, Aku akan selalu mengampuni
mereka selama mereka mohon ampun kepada-Ku”.
[HR. Ahmad, dan Al-Hakim, ia berkata : Shahih sanadnya]
Dari Anas bin Malik RA, ia berkata
:Rasulullah SAW bersabda, “Maukah aku tunjukkan kepada kalian tentang penyakit
kalian dan obatnya ?. Ketahuilah, sesungguhnya penyakit kalian adalah
dosa-dosa, adapun obatnya adalah istighfar”.
[HR. Baihaqi]
Dari ‘Abdullah bin ‘Abbas RA, ia
berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa selalu membaca istighfar, maka
Allah memberinya jalan keluar dari setiap kesusahannya, memberinya jalan keluar
dari setiap kesulitannya, dan memberinya rezqi yang tidak disangka-sangka”.
[HR. Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah, Hakim dan Baihaqi. Hakim berkata : shahih
sanadnya]
Dari ‘Abdullah bin Busr RA, ia berkata
: Saya mendengar Nabi SAW bersabda, “Berbahagialah bagi orang yang didapati di
dalam catatan amalnya istighfar yang banyak”.
[HR. Ibnu Majah dengan sanad shahih dan Baihaqi]
Dari Abu Hurairah RA dari Nabi SAW
beliau bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba apabila berbuat suatu kesalahan
(dosa), ternoda di hatinya satu titik. Jika dia mencabut dan mohon ampun, maka
akan kembali bersih. Jika dia kembali berbuat dosa, ditambahlah titik noda itu
hingga menutupi hatinya. Dan itulah “Ar-roon” yang disebutkan Allah Ta’ala
“Kallaa bal roona ‘alaa quluubihim maa kaanuu yaksibuun”.
[Sekali-kali tidak (demikian), bahkan apa yang mereka usahakan itu menutup
hati mereka. QS. Muthaffifiin : 14] [HR. Tirmidzi, ia berkata : Hadits
hasan shahih, Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Hibban di dalam shahihnya, dan Hakim, ia
berkata : Shahih atas syarath Muslim]
Dari Anas RA bahwasanya Rasulullah SAW
bersabda, “Sesungguhnya hati itu mempunyai kotoran seperti kotoran pada
kuningan, dan pembersihnya adalah istighfar”.
[HR. Baihaqi]
Dari Ibnu Mas’ud RA, ia berkata :
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa membaca Astaghfirulloohal ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuumu wa atuubu
ilaih (Aku mohon ampun kepada Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang
Maha Hidup lagi Berdiri sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya), niscaya
diampuni dosa-dosanya, meskipun dia pernah lari dari peperangan”.
[HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Hakim]
Dari Syaddad bin Aus RA, ia berkata :
Nabi SAW bersabda, “Pemimpin dari bacaan Istighfar yaitu Alloohumma anta robbii laa ilaaha illaa anta,
kholaqtanii, wa ana ‘abduka, wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu,
abuu-u laka bi ni’matika wa abuu-u laka bi dzanbii faghfirlii, fainnahu laa
yaghfirudz dzunuuba illaa anta, a’uudzu bika min syarri maa shona’tu (Ya
Allah, Engkau Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkau yang menciptakan
aku, dan aku adalah hamba-Mu, dan aku tetap pada janji-Mu dan perintah-Mu
sekuat tenagaku, aku mengakui nikmat karunia-Mu, dan mengakui dosaku maka
ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau, aku
berlindung kepada-Mu dari kejahatan perbuatanku). Barangsiapa yang membaca ini
pada waktu sore lalu mati, maka ia masuk surga atau ia termasuk ahli surga. Dan
barangsiapa membaca pada waktu pagi lalu mati pada hari itu, maka ia pun
seperti itu pula”. [HR. Bukhari 7:150, Fathul Baari
11:134]
Dari Al-Agharr Al-Muzaniy RA, ia
berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya adakalanya timbul perasaan
gelisah dalam hatiku, maka aku membaca istighfar (minta ampun) dalam sehari
seratus kali. [HR. Muslim]
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Saya
mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah, saya membaca istighfar (minta
ampun) dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali”.
[HR. Bukhari]
Dari Anas bin Malik RA ia berkata :
Pada suatu ketika Rasulullah SAW dalam perjalanan, beliau bersabda (kepada para
shahabat), “Mohon ampunlah kalian kepada Allah, maka kami beristighfar. Lalu
beliau bersabda, “Sempurnakanlah tujuh puluh kali”. Yakni lalu kami
menyempurnakannya. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang hamba
laki-laki ataupun perempuan meminta ampun kepada Allah dalam sehari tujuh puluh
kali melainkan Allah mengampuninya tujuh ratus dosa. Maka sungguh rugi jika
seorang hamba laki-laki atau perempuan dalam sehari-semalam melakukan lebih
banyak dari tujuh ratus dosa.
[HR. Ibnu Abid-Dunyaa, Baihaqi dan Al-Ashbihaniy]
Dari Muhammad bin ‘Abdullah bin
Muhammad bin Jabir bin ‘Abdullah RA, dari bapaknya dari kakeknya, ia berkata :
Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW lalu berkata, “Adu betapa besar
dosa-dosaku, adu betapa besar dosa-dosaku”. Ia mengucapkan begitu dua atau tiga
kali. Maka Rasulullah SAW bersabda kepadanya, “Ucapkanlah Alloohumma maghfirotuka ausa’u min dzunuubii
wa rohmatuka arjaa ‘indii min ‘amalii” (Ya Allah, ampunan-Mu lebih luas
daripada dosa-dosaku, dan rahmat-Mu lebih aku harapkan dari pada amal-amalku).
Lalu orang itu mengucapkannya, kemudian beliau SAW bersabda, “Ulangilah !”.
Maka ia mengulangnya. Kemudian beliau bersabda, “Ulangilah !”. Maka ia
mengulangnya. Kemudian beliau bersabda, “Berdirilah, sungguh Allah telah
mengampunimu”. [HR. Hakim]
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar