Senin, 30 Maret 2015

Kesabaran Ammar Bin Yasir Dan Keluarganya



Kesabaran Ammar Bin Yasir Dan Keluarganya
Dalam Menanggung Penderitaan
        Jabir RA berkata, “Pada suatu hari Rasulullah SAW melewati Ammar dan keluarganya yang sedang disiksa begitu keras. Maka Nabi SAW berkata, “Wahai keluarga Ammar, Wahai keluarga Yasir! Bergembiralah dengan surge yang telah dijanjikan kepada kamu.” (HR. Thabrani, al Hakim, Baihaqi, dan Ibnu Asakir dalam kitab al-Haitsami jilid IX halaman 293)
        Utsman bin Affan RA berkata, “Ketika saya sedang berjalan bersama Rasulullah SAW di Bath-ha, suatu daerah di Makkah yang berbatu, saya melihat Ammar dan kedua orang tuanya sedang disiksa di panas terik matahari supaya mereka meninggalkan Islam. Ayah Ammar berkata, “Ya Rasulullah, sepanjang umur berlangsung seperti ini?” Nabi SAW menjawab, “Wahai keluarga Yasir, bersabarlah. “Ya Allah, ampunilah keluarga Yasir dan Engkau pasti akan mengampuni mereka.” (HR al Hakim dan Ibnu asakir dalam Kanzul Ummal jilid VII halaman 72)
        Abdullah bin Ja’far RA berkata, “Rasulullah SAW melewati Yasir, Ammar, dan ibunya yang sedang disiksa. Maka Nabi SAW berkata kepada mereka, “Wahai keluarga Yasir bersabarlah, karena tempat yang dijanjikan untuk kalian adalah surge.” (HR. Abu Ahmad al hakim dalam kitabnya jilid III halaman 647)
        Menurut riwayat Imam Ahmad dari Mujahid, yang paling pertama mati syahid dalam Islam adalah sumayyah ibu Ammar bin Yasir yang telah ditombak kemaluannya oleh Abu Jahal. (Dalam kitab al-Bidayah jilid III halaman 59)
        Abu Ubaidah bin Muhammad bin Ammar berkata, “Orang-orang musyrik menyiksa Ammar lalu mereka memaksanya untuk mencaci maki Nabi SAW dan memuji patung sembahan mereka.” Ketika dia menemui Rasulullah SAW, maka beliau bertanya, “Apakah yang telah terjadi terhadap dirimu?” Ammar menjawab, “Yang telah terjadi adalah sesuatu yang tercela, ya Rasulullah! Pada saat itu saya dipaksa untuk mencaci maki engkau dan memuji patung sembahan mereka.” Nabi SAW bertanya, “Bagaimana keadaan hatimu pada saat itu?” Ammar RA menjawab, “Pada waktu itu hati saya tetap dalam iman.” Rasulullah SAW bersabda, “Kalau mereka memaksamu kemudian melakukan seperti itu maka lakukanlah apa yang mereka minta, karena hatimu tetap dalam iman.” (HR. Abu Nu’aim dalam al-hilyah jilid I halaman 140)
        Abu ubaid menceritakan dari Muhammad bin Ammar, “Suatu ketika Rasulullah SAW berjumpa dengan Ammar yang sedang menangis, lalu Rasulullah SAW mengusap air matanya, seraya berkata, “Orang-orang musyrik telah menenggelamkanmu dalam air dan ketika itu kamu dipaksa untuk mengatakan begini dan begitu. Apabila mereka melakukan hal seperti itu lagi terhadapmu, maka katakanlah seperti yang telah kamu katakana sebelumnya kepada mereka.” Amr bin Maimun berkata, “Ketika orang-orang musyrik membakar Ammar dengan api, maka Rasulullah SAW melewatinya lalu Nabi SAW mengusap kepala Ammar sambil berdo’a, “Wahai api, dinginlah kamu terhadap Ammar sebagaimana kamu dingin dan menyelamatkan Ibrahim AS. Wahai Ammar, kamu akan mati dibunuh oleh golongan pemberontak.” (HR. Ibnu Sa’ad dalam kitabnya jilid III halaman 177) 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar