Kesabaran Ammar Bin Yasir Dan Keluarganya
Dalam Menanggung Penderitaan
Jabir RA berkata,
“Pada suatu hari Rasulullah SAW melewati Ammar dan keluarganya yang sedang
disiksa begitu keras. Maka Nabi SAW berkata, “Wahai keluarga Ammar, Wahai
keluarga Yasir! Bergembiralah dengan surge yang telah dijanjikan kepada kamu.”
(HR. Thabrani, al Hakim, Baihaqi, dan Ibnu Asakir dalam kitab al-Haitsami jilid
IX halaman 293)
Utsman bin Affan RA
berkata, “Ketika saya sedang berjalan bersama Rasulullah SAW di Bath-ha, suatu
daerah di Makkah yang berbatu, saya melihat Ammar dan kedua orang tuanya sedang
disiksa di panas terik matahari supaya mereka meninggalkan Islam. Ayah Ammar
berkata, “Ya Rasulullah, sepanjang umur berlangsung seperti ini?” Nabi SAW
menjawab, “Wahai keluarga Yasir, bersabarlah. “Ya Allah, ampunilah keluarga Yasir
dan Engkau pasti akan mengampuni mereka.” (HR al Hakim dan Ibnu asakir dalam
Kanzul Ummal jilid VII halaman 72)
Abdullah bin Ja’far
RA berkata, “Rasulullah SAW melewati Yasir, Ammar, dan ibunya yang sedang
disiksa. Maka Nabi SAW berkata kepada mereka, “Wahai keluarga Yasir
bersabarlah, karena tempat yang dijanjikan untuk kalian adalah surge.” (HR. Abu
Ahmad al hakim dalam kitabnya jilid III halaman 647)
Menurut riwayat Imam
Ahmad dari Mujahid, yang paling pertama mati syahid dalam Islam adalah sumayyah
ibu Ammar bin Yasir yang telah ditombak kemaluannya oleh Abu Jahal. (Dalam
kitab al-Bidayah jilid III halaman 59)
Abu Ubaidah bin
Muhammad bin Ammar berkata, “Orang-orang musyrik menyiksa Ammar lalu mereka
memaksanya untuk mencaci maki Nabi SAW dan memuji patung sembahan mereka.”
Ketika dia menemui Rasulullah SAW, maka beliau bertanya, “Apakah yang telah
terjadi terhadap dirimu?” Ammar menjawab, “Yang telah terjadi adalah sesuatu
yang tercela, ya Rasulullah! Pada saat itu saya dipaksa untuk mencaci maki engkau
dan memuji patung sembahan mereka.” Nabi SAW bertanya, “Bagaimana keadaan
hatimu pada saat itu?” Ammar RA menjawab, “Pada waktu itu hati saya tetap dalam
iman.” Rasulullah SAW bersabda, “Kalau mereka memaksamu kemudian melakukan
seperti itu maka lakukanlah apa yang mereka minta, karena hatimu tetap dalam
iman.” (HR. Abu Nu’aim dalam al-hilyah jilid I halaman 140)
Abu ubaid
menceritakan dari Muhammad bin Ammar, “Suatu ketika Rasulullah SAW berjumpa
dengan Ammar yang sedang menangis, lalu Rasulullah SAW mengusap air matanya,
seraya berkata, “Orang-orang musyrik telah menenggelamkanmu dalam air dan
ketika itu kamu dipaksa untuk mengatakan begini dan begitu. Apabila mereka
melakukan hal seperti itu lagi terhadapmu, maka katakanlah seperti yang telah
kamu katakana sebelumnya kepada mereka.” Amr bin Maimun berkata, “Ketika
orang-orang musyrik membakar Ammar dengan api, maka Rasulullah SAW melewatinya
lalu Nabi SAW mengusap kepala Ammar sambil berdo’a, “Wahai api, dinginlah kamu
terhadap Ammar sebagaimana kamu dingin dan menyelamatkan Ibrahim AS. Wahai
Ammar, kamu akan mati dibunuh oleh golongan pemberontak.” (HR. Ibnu Sa’ad dalam
kitabnya jilid III halaman 177)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar