Jumat, 20 Maret 2015

TUGAS MANUSIA SEBAGAI UMAT RASULULLAH


TUGAS MANUSIA SEBAGAI UMAT RASULULLAH 



Kita telah dan sering mengucapkan 2 kalimat Syahadat: La ilaha illallah dan Muhammadarrasulullah. Dengan dua kalimat yang mulia ini kita memiliki tugas sebagai hamba Allah Azza wa Jalla dan sebagai Ummat Nabi Muhammad SAW.

Sebagai umat Rasulullah SAW mempunyai tugas dakwah. Sebagaimana Firman Allah "kuntum khiro ummat(QS.3:110) juga Qul haadzihi sabili ad’ ilallah"(QS.12:108)  Karena Nabinya adalah untuk seluruh manusia, rahmatan lil ‘alamin. Tanggung jawab siapa untuk manusia ini pertama kali ?  adalah Rasulullah SAW., tetapi Rasul dikatakan di dalam QS.12/108 ana wamanittaba’ani, jalan ku dan jalan orang-orang yang mengikutiku. Ini kita sebagai umat Rasul sebagai naiburrasul sebagai pelanjut misi Rasul. Jadi umat Rasulullah SAW mempunyai tanggung jawab sebagaimana Rasulullah SAW.  
Bagaimana hal ini bisa sampai tanpa hijrah, tanpa khuruj, tanpa mendatangi.
Ittaqullaha haqqo tuqatih, benar-benar taqwa bukan sekedar taqwa menurut sekehendakmu, wala tamutunna illa wa antum muslimun dan pastikan matimu benar-benar dalam keadaan beriman, kamu bawa taqwamu, kamu bawa imanmu sampai mati, jangan kamu mati kecuali dalam keadaan muslim ini adalah tuntutannya.

Udkhulu fissilmi kaaffah, total 100% jangan pilih-pilih, jangan yang enak dipakai yang tidak enak dibuang. Agama sudah sesuai untuk seluruh zaman. Fitratallahullati fatarannasa ‘alaiha.Yang bikin agama ini adalah yang bikin untuk zaman onta, zaman millenium dan zaman super 3x Millenium, yang bikin seluruh alam ini dan Yang Maha Tahu apa yang akan terjadi.

Pastikan matimu dalam keadaan muslim, kita tidak tahu mati kapan tetapi pastikan perjalanan hidupmu sebelum matimu itu dalam keadaan benar, tuntutannya adalah langsung Allah, langsung Al Qur’an, ini tuntutan sebagai wama kholaqtul jinna wal insa ini berlaku sejak Nabi Adam As sampai dengan hari kiamat.
          Adapun khusus untuk umat Rasulullah SAW, Rasul akhir zaman, 3/110, 12/108. Artinya akhir zaman ini, tidak ada Nabi setelah Nabi Muhammad SAW. dan akhir zaman itu bermakna sampai dengan hari kiamat. Kemudian tanggung jwabnya Nabi SAW terlimpahkan/dipikul oleh umat Islam secara keseluruhan, tidak perduli siapa, cuma sesuai dengan porsi masing-masing. Ulama lain dengan orang awam, orang sehat lain dengan orang sakit.
Jika di 3/110 amar makruf nahi mungkar sedang jika di 12/108 dakwah ini jadi satu.
Nabinya untuk seluruh manusia, sampai dengan hari kiamat. Jangkauannya rahmatan lil ‘alamin. Selama alam ini masih dikehendaki ada, belum kiamat maka rahmat itu ada jika ada sentuhan misi Rasul, sentuhan misi Rasul itu maksudnya agama ada maka disitu ada suasana rahmat. Untuk bisa sampai dari Mekkah sampai Madinah dan sampai seluruh alam kudhu piye ? dengan apa ? Hijrah. Akan melahirkan apa ? orang anshor. Hijrahnya kemana ? dimana ada manusia. Tanggung jawab seluruh manusia, batas sampai seluruh alam. Tuntutannya bagaimana kondisinya ? kalau pergi ke seluruh alam itu apa tidak meninggalkan keluarga, pekerjaan dan ini suatu kemestian, sudaha otomatis. Tuntutannya berapa lama dan dalam kondisi apa ? 9/41. Ideal yang dituntut itu infiru khifafan watsiqolan. Ringan bagi kesehatan namanya sehat, berat bagi kesehatan namanya sakit; Ringan bagi kelonggaran namanya; Ringan bagi jarak namanya dekat, berat bagi jarak namanya jauh; wajahidu bi amwalikum wa anfusikum, bukan au yang itu kamu boleh pilih dengan diri atau harta.
Dengan ini biayanya apa ? diri dan harta. Diri dan harta seberapa? Sebagian harta dan sebagian diri,  biba’di amwalihim wa biba’di anfusihim apa begitu ?
Maka untuk ini dijanjikan. Apa janji Allah ? pertama, jika begini baik bagimu, ini bukan menyengsarakan keluargamu, bagaimana tanggung jawab keluarga ditinggal, Dalikum Khirullakum. Siapa yang ngendhiko ? Allah. Yang begitu itu baik bagimu jika kamu mengetahui. Jawabannya belum tahu itu ya Allah. Kalau kamu belum tahu, wis manutto nanti tahu diri,  karena yang bilang Allah. Wong kamu datang ke dokter itu ya ndak tahu, Dan janji Allah dalam 9/111 yaitu Allah janjikan syurga. Jika barang sudah dibeli maka menjadi milik pembeli, kemudian dititipkan kepada penjual, apa boleh digunakan semaunya ? maka digunakannya sesuai dengan kehendak pembeli. INI SEMUA KITA BICARA IDEAL ATAU MAKSIMAL.


Kita manusia dari mulai N Adam s.d hari kiamat tuntutannya 56/51, Tuntutan ibadah seberapa sholat setahun 2x Haqqo tuqati, sudah taqwa tetapi tuntutannya sebenar-benarnya taqwa, kita tidak tahu matinya kapan, jadi Islam harus dijaga setiap saat. Terkandung pada kalimat wala tamutunna illa wa antum muslimun Seberapa Islam yang harus ada dalam diri kita udkhulu fissilmi kaffah. Ini sebagai manusia.
Kemudian khusus sebagai umat Rasulullah yang berpredikat sebagai Rasul akhir zaman. Terkandung dalam akhir zaman berarti tidak ada Nabi setelah Nabi Muhammad SAW. dan waktunya sampai hari kiamat. Maka bagaimana tanggung jawab semua ini, maka ini dia, kuntum khoiro ummatin ini amar ma’ruf sedang pada Qul Haadzihi ini dakwah sebnearnya sama.

Ana wamanittaba’anii aku dan pengikutku, pengikut Nabi adalah orang Islam, jalannya Nabi juga jalannya orang Islam, maka tanggung jawab terlimpah kepada seluruh umat Islam tanpa kecuali sesuai dengan porsi masing-masing yang tahu Allah. 01:53:26

Nabinya seluruh alam, kepada seluruh manusia,

Tuntutannya seberapa ? 9/41 wajahidu fillah haqqo jihadih, seluruh harta, seluruh diri, dalam keadaan ringan maupun berat. Ini nglangut nopo mboten ? ndak usah yang no 2 yang no 1 saja sudah nglangut, padahal ini wajib atau tidak ? apa oleh pilih-pilih ?

Kemudian kondisi umat bagaimana ?

Ada atau tidak yang sanggup menempuh jalan ini ? Ada, contoh

·       Rijalun sodhaqu 33/23
·       33/22
·       Wajadal khir fil kuhr
·       Ji’ tukum

Jadi ini bukan suatu khayal, bukan sesuatu angan-angan yang sulit dicapai, tetapi kenapa kita sperti ini ? kenapa kita terasa nglangut ? Kondisi kita sebagaimana digambarkan oleh Nabi. Kondisi umat seperti ini apa ya di tekke wae ? Opo agomo hanya untuk zaman Nabi ? Maka Allah mengilhamkan kepada para Masyekh Dakwah dengan kondisi umat yang seperti ini yang seperti makanan yang 01:57:03 dirubung orang rakus, tapi kamu seperti buih, katut rene katut rono, tapi di atas. Ketoke rame…
Maka Allah ilhamkan kepada Masyekh Dakwah untuk membawa umat lemah sperti ini kepada ideal yang dikehendaki, perlu islahunnafs. Apakah islahunnafs itu ? memperbaiki diri, apa yang diperbaiki ? merasa bahwa diri dan harta adalah milik Allah. Hari ini umat Islam merasa harta dan diri adalah milik kita, bagian Allah itu 2,5%. Ini Umat sakit.
Inna sholati wa nusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil ‘alamin…
Maka dalam rangka membawa umat ideal. Maka itu belajar iman perbaikan diri, merasa bahwa dirinya milik Allah, inalillahi wainna ilaihiroji’un, buka bacaan sholat??, kami ini milik Allah, apanya milik Allah. Dalam rangka proses tarbiyah, proses pendidikan umat, agamamu.

Maka dibuat metode, formulam, aturan2 3H, 40H, 4Bln seumur hidup ini tarbiyah ini ijtihad, dalam rangka membawa umat yang kondisi seperti buih, makanan, wahn, menjadi ideal yang didtuntut, maka Masyekh Dakwah (02:09:56) dilhami oleh Allah  lewat mimpi. Lho mimpi dadeke dasar ? wo koweki wong …mimpi orang sholeh 1/46 kenabian, aturan-aturan ini filosofinya. Nabi bilang : engkau wahai shahabat jika kamu 1/10 saja tinggalkan agama maka pertolongan tercabut….,

Sekarang anda sepakat tidak bahwa kondisi umat sebagaimana yang digambarkan oleh hadits2 sepakat tuntutan nya seperti itu searang bagaimana membawa membawa umat ini samapia ke tingkat ideal jika dikatakan amal ini bid’ah, khurofat, lewat mimpi, jangan coba bisa bisa bicara,
Jadi keluar untuk lislahi anfusina, apa islah anfusina ? supaya pribadi2 yang keluar itu belajar (2:14:30) bahwa diri dan hartanya milik Allah dan dalam pengawasan Allah, pengaturan Allah, memasukkan Isalam ke dalam dirinya, Isalam akan mewarnai sholat, perdagangan, pergaulan, belajar mengkondisikan Islam kedalam dirinya, sambil mengajak orang lain untuk berbuat yang sama. Supaya aturan ini tidak sekedar pemikiran dan ada patokan yang jelas maka dibuat aturan2. aturan2 ini berdasr ayat & hadist memang bukan waloko tapi filosofi, shir, hikmah. Tapi jika dipandang ini—itu maka anda ini punya konsep apa untuk umat ora mung nyalahke. Nek bergudulan, debbat kusir,
3H, 4o, 4 bulan bukan ketentuan harus sekian2 yang penting bukan 4bln, 40harinya tapi sejauh mana sifat2 itu didapat dan masuk ke dalam diri, supaya ada patokan. Misal pegawai mau izin berapa pokoke terserah kulo, ini mau dibentuk jamaah, 2 orang pulang karena tidak ditentukan, bgm cara ngatur, yang penting mau pulang terserah…piye. Persoalannya bukan masalah 3H, 40H, 4Bulan tapi jika ada faktor lain itu lain 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar