TUGAS MANUSIA SEBAGAI UMAT RASULULLAH
.jpg)
Kita telah dan sering mengucapkan 2 kalimat Syahadat: La ilaha illallah
dan Muhammadarrasulullah. Dengan dua kalimat yang mulia ini kita memiliki tugas
sebagai hamba Allah Azza wa Jalla dan sebagai Ummat Nabi Muhammad SAW.
Sebagai umat Rasulullah SAW mempunyai tugas dakwah. Sebagaimana Firman Allah "kuntum khiro ummat(QS.3:110) juga Qul haadzihi sabili ad’ ilallah"(QS.12:108) Karena Nabinya adalah untuk seluruh manusia, rahmatan lil ‘alamin. Tanggung jawab siapa untuk manusia ini pertama kali ? adalah Rasulullah SAW., tetapi Rasul dikatakan di dalam QS.12/108 ana wamanittaba’ani, jalan ku dan jalan orang-orang yang mengikutiku. Ini kita sebagai umat Rasul sebagai naiburrasul sebagai pelanjut misi Rasul. Jadi umat Rasulullah SAW mempunyai tanggung jawab sebagaimana Rasulullah SAW.
Bagaimana hal ini bisa
sampai tanpa hijrah, tanpa khuruj, tanpa mendatangi.
Ittaqullaha haqqo tuqatih, benar-benar taqwa
bukan sekedar taqwa menurut sekehendakmu, wala tamutunna illa wa antum
muslimun dan pastikan matimu benar-benar dalam keadaan beriman, kamu bawa
taqwamu, kamu bawa imanmu sampai mati, jangan kamu mati kecuali dalam keadaan
muslim ini adalah tuntutannya.
Udkhulu fissilmi kaaffah, total 100% jangan
pilih-pilih, jangan yang enak dipakai yang tidak enak dibuang. Agama sudah
sesuai untuk seluruh zaman. Fitratallahullati fatarannasa ‘alaiha.Yang bikin
agama ini adalah yang bikin untuk zaman onta, zaman millenium dan zaman super
3x Millenium, yang bikin seluruh alam ini dan Yang Maha Tahu apa yang akan
terjadi.
Pastikan matimu dalam keadaan muslim, kita tidak
tahu mati kapan tetapi pastikan perjalanan hidupmu sebelum matimu itu dalam keadaan
benar, tuntutannya adalah langsung Allah, langsung Al Qur’an, ini tuntutan
sebagai wama kholaqtul jinna wal insa ini berlaku sejak Nabi Adam As
sampai dengan hari kiamat.
Adapun
khusus untuk umat Rasulullah SAW, Rasul akhir zaman, 3/110, 12/108. Artinya
akhir zaman ini, tidak ada Nabi setelah Nabi Muhammad SAW. dan akhir zaman itu
bermakna sampai dengan hari kiamat. Kemudian tanggung jwabnya Nabi SAW
terlimpahkan/dipikul oleh umat Islam secara keseluruhan, tidak perduli siapa,
cuma sesuai dengan porsi masing-masing. Ulama lain dengan orang awam, orang
sehat lain dengan orang sakit.
Jika di 3/110 amar makruf nahi mungkar sedang jika
di 12/108 dakwah ini jadi satu.
Nabinya untuk seluruh manusia, sampai dengan hari
kiamat. Jangkauannya rahmatan lil ‘alamin. Selama alam ini masih dikehendaki
ada, belum kiamat maka rahmat itu ada jika ada sentuhan misi Rasul, sentuhan
misi Rasul itu maksudnya agama ada maka disitu ada suasana rahmat. Untuk bisa
sampai dari Mekkah sampai Madinah dan sampai seluruh alam kudhu piye ? dengan
apa ? Hijrah. Akan melahirkan apa ? orang anshor. Hijrahnya kemana ? dimana ada
manusia. Tanggung jawab seluruh manusia, batas sampai seluruh alam. Tuntutannya
bagaimana kondisinya ? kalau pergi ke seluruh alam itu apa tidak meninggalkan
keluarga, pekerjaan dan ini suatu kemestian, sudaha otomatis. Tuntutannya
berapa lama dan dalam kondisi apa ? 9/41. Ideal yang dituntut itu infiru
khifafan watsiqolan. Ringan bagi kesehatan namanya sehat, berat bagi
kesehatan namanya sakit; Ringan bagi kelonggaran namanya; Ringan bagi jarak
namanya dekat, berat bagi jarak namanya jauh; wajahidu bi amwalikum wa
anfusikum, bukan au yang itu kamu boleh pilih dengan diri atau
harta.
Dengan ini biayanya apa ? diri dan harta. Diri dan
harta seberapa? Sebagian harta dan sebagian diri, biba’di amwalihim wa biba’di anfusihim apa
begitu ?
Maka untuk ini dijanjikan. Apa janji Allah ?
pertama, jika begini baik bagimu, ini bukan menyengsarakan keluargamu,
bagaimana tanggung jawab keluarga ditinggal, Dalikum Khirullakum. Siapa
yang ngendhiko ? Allah. Yang begitu itu baik bagimu jika kamu mengetahui.
Jawabannya belum tahu itu ya Allah. Kalau kamu belum tahu, wis manutto nanti
tahu diri, karena yang bilang Allah.
Wong kamu datang ke dokter itu ya ndak tahu, Dan janji Allah dalam 9/111 yaitu
Allah janjikan syurga. Jika barang sudah dibeli maka menjadi milik pembeli,
kemudian dititipkan kepada penjual, apa boleh digunakan semaunya ? maka
digunakannya sesuai dengan kehendak pembeli. INI SEMUA KITA BICARA IDEAL ATAU
MAKSIMAL.
Kita manusia dari mulai N Adam s.d hari kiamat
tuntutannya 56/51, Tuntutan ibadah seberapa sholat setahun 2x Haqqo tuqati,
sudah taqwa tetapi tuntutannya sebenar-benarnya taqwa, kita tidak tahu matinya
kapan, jadi Islam harus dijaga setiap saat. Terkandung pada kalimat wala
tamutunna illa wa antum muslimun Seberapa Islam yang harus ada dalam diri
kita udkhulu fissilmi kaffah. Ini sebagai manusia.
Kemudian khusus sebagai umat Rasulullah yang
berpredikat sebagai Rasul akhir zaman. Terkandung dalam akhir zaman berarti
tidak ada Nabi setelah Nabi Muhammad SAW. dan waktunya sampai hari kiamat. Maka
bagaimana tanggung jawab semua ini, maka ini dia, kuntum khoiro ummatin ini
amar ma’ruf sedang pada Qul Haadzihi ini dakwah sebnearnya sama.
Ana wamanittaba’anii aku dan pengikutku,
pengikut Nabi adalah orang Islam, jalannya Nabi juga jalannya orang Islam, maka
tanggung jawab terlimpah kepada seluruh umat Islam tanpa kecuali sesuai dengan
porsi masing-masing yang tahu Allah. 01:53:26
Nabinya seluruh alam, kepada seluruh manusia,
Tuntutannya seberapa ? 9/41 wajahidu fillah haqqo
jihadih, seluruh harta, seluruh diri, dalam keadaan ringan maupun berat. Ini
nglangut nopo mboten ? ndak usah yang no 2 yang no 1 saja sudah nglangut,
padahal ini wajib atau tidak ? apa oleh pilih-pilih ?
Kemudian kondisi umat bagaimana ?
Ada atau tidak yang sanggup menempuh jalan ini ?
Ada, contoh
· Rijalun sodhaqu 33/23
· 33/22
· Wajadal khir fil kuhr
· Ji’ tukum
Jadi ini bukan suatu khayal, bukan sesuatu
angan-angan yang sulit dicapai, tetapi kenapa kita sperti ini ? kenapa kita
terasa nglangut ? Kondisi kita sebagaimana digambarkan oleh Nabi. Kondisi umat
seperti ini apa ya di tekke wae ? Opo agomo hanya untuk zaman Nabi ? Maka Allah
mengilhamkan kepada para Masyekh Dakwah dengan kondisi umat yang seperti ini
yang seperti makanan yang 01:57:03 dirubung orang rakus, tapi kamu seperti
buih, katut rene katut rono, tapi di atas. Ketoke rame…
Maka Allah ilhamkan kepada Masyekh Dakwah untuk
membawa umat lemah sperti ini kepada ideal yang dikehendaki, perlu islahunnafs.
Apakah islahunnafs itu ? memperbaiki diri, apa yang diperbaiki ? merasa bahwa
diri dan harta adalah milik Allah. Hari ini umat Islam merasa harta dan diri
adalah milik kita, bagian Allah itu 2,5%. Ini Umat sakit.
Inna sholati wa nusuki wamahyaya wamamati lillahi
robbil ‘alamin…
Maka dalam rangka membawa umat ideal. Maka itu
belajar iman perbaikan diri, merasa bahwa dirinya milik Allah, inalillahi
wainna ilaihiroji’un, buka bacaan sholat??, kami ini milik Allah, apanya milik
Allah. Dalam rangka proses tarbiyah, proses pendidikan umat, agamamu.
Maka dibuat metode, formulam, aturan2 3H, 40H, 4Bln
seumur hidup ini tarbiyah ini ijtihad, dalam rangka membawa umat yang kondisi
seperti buih, makanan, wahn, menjadi ideal yang didtuntut, maka Masyekh Dakwah
(02:09:56) dilhami oleh Allah lewat
mimpi. Lho mimpi dadeke dasar ? wo koweki wong …mimpi orang sholeh 1/46
kenabian, aturan-aturan ini filosofinya. Nabi bilang : engkau wahai shahabat
jika kamu 1/10 saja tinggalkan agama maka pertolongan tercabut….,
Sekarang anda sepakat tidak bahwa kondisi umat
sebagaimana yang digambarkan oleh hadits2 sepakat tuntutan nya seperti itu
searang bagaimana membawa membawa umat ini samapia ke tingkat ideal jika
dikatakan amal ini bid’ah, khurofat, lewat mimpi, jangan coba bisa bisa bicara,
Jadi keluar untuk lislahi anfusina, apa islah
anfusina ? supaya pribadi2 yang keluar itu belajar (2:14:30) bahwa diri dan
hartanya milik Allah dan dalam pengawasan Allah, pengaturan Allah, memasukkan
Isalam ke dalam dirinya, Isalam akan mewarnai sholat, perdagangan, pergaulan,
belajar mengkondisikan Islam kedalam dirinya, sambil mengajak orang lain untuk
berbuat yang sama. Supaya aturan ini tidak sekedar pemikiran dan ada patokan
yang jelas maka dibuat aturan2. aturan2 ini berdasr ayat & hadist memang
bukan waloko tapi filosofi, shir, hikmah. Tapi jika dipandang ini—itu maka anda
ini punya konsep apa untuk umat ora mung nyalahke. Nek bergudulan, debbat
kusir,
3H, 4o, 4 bulan bukan ketentuan harus sekian2 yang
penting bukan 4bln, 40harinya tapi sejauh mana sifat2 itu didapat dan masuk ke
dalam diri, supaya ada patokan. Misal pegawai mau izin berapa pokoke terserah
kulo, ini mau dibentuk jamaah, 2 orang pulang karena tidak ditentukan, bgm cara
ngatur, yang penting mau pulang terserah…piye. Persoalannya bukan masalah 3H,
40H, 4Bulan tapi jika ada faktor lain itu lain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar