FADHILAH MALU
A.
Firman Allah SWT :
Hai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk
makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu
diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah tanpa asyik
memperpanjangkan percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu
Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu ke luar), dan Allah tidak
malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada
istri-istri Nabi, maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu
lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati)
Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya sesudah ia wafat untuk
selama-lamanya. Sesungguhnya perbuatan itu amat besar (dosanya) disisi Allah. [Al-Ahzab : 53]
B. Hadits Rasulullah
SAW
Dan apabila beliau
melihat sesuatu yang tidak disukainya, kami dapat mengetahuinya dari wajah
beliau". [HR Bukhari dan
Muslim]
Dari Ibnu Umar RA,
ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah melewati seorang laki-laki dari
kaum Anshar yang mana dia itu sedang
menasehati saudaranya karena dia pemalu, maka Rasulullah SAW bersabda :
"Biarkan saja dia, sesungguhnya malu itu bagian dari iman". [HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai dan
Ibnu Majah]
Dari 'Imran bin
Hushain RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Malu itu tidak
mendatangkan kecuali kebaikan". [HR Bukhari dan Muslim]. Dalam suatu riwayat bagi Muslim : "Malu
itu baik seluruhnya".
Dari Abu Hurairah
RA, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : "Iman itu ada
tujuh puluh cabang lebih, atau enampuluh cabang lebih. Yang paling utama ialah
ucapan : "Laa ilaaha
illallooh" (Tiada Tuhan selain Allah) dan yang paling ringan ialah
menyingkirkan gangguan di jalan. Dan malu itu adalah sebagian dari iman". [HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai, dan
Ibnu Majah]
Dari Zaid bin
Thalhah bin Rukanah, ia mengatakannya dari Rasulullah SAW : Rasulullah SAW
bersabda : "Sesungguhnya bagi tiap-tiap agama ada akhlaqnya, dan akhlaq
Islam adalah malu". [HR Malik, dan
Ibnu Majah meriwayatkan dari Anas secara Marfu' juga]
Dari Anas RA, ia
berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Kekejian dan kata-kata kotor itu
tidaklah berada pada sesuatu melainkan akan menjadikannya buruk, dan malu itu
tidaklah berada pada sesuatu melainkan akan menjadikannya indah. [HR Ibnu Majah dan Tirmidzi ia berkata : "Hadits
Hasan Gharib"]
Dari Mujammi' bin
Haritsah bin Zaid bin Haritsah dari pamannya RA dari Rasulullah SAW, beliau
bersabda : "Malu itu adalah salah satu cabang dari iman, dan tidak ada
iman bagi orang yang tidak punya malu". [HR Abusy Syaikh Ibnu Hibban di dalam Kitab Tsawab]
Sesungguhnya
diantara apa-apa yang didapati orang-orang dari perkataan para Nabi dahulu
ialah : "Apabila kamu sudah tidak malu, maka berbuatlah
sekehendakmu". [HR. Bukhari]
Dari Ibnu 'Umar
RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Malu dan iman itu adalah
selalu bersama, maka apabila hilang salah satunya hilang pula yang lain". [HR. Hakim, dan Thabarani meriwayatkan dari haditsnya
Ibnu Abbas]
Dari 'Aisyah RA,
ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Wahai 'Aisyah, seandainya malu itu
diumpamakan seorang laki-laki, ia adalah orang laki-laki yang shaleh, dan
seandainya perbuatan keji dan kotor itu diumpamakan seorang laki-laki, maka ia
seorang laki-laki yang jahat". [HR. Thabarani]
Dari Abdullah bin
Mas'ud RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Malulah kalian kepada
Allah dengan sebenar-benar malu". Abdullah bin Mas'ud berkata : Kami
berkata : "Wahai Nabi Allah, sesungguhnya kami malu, Alhamdulillah (segala
puji bagi Allah)". Rasulullah SAW bersabda : "Bukan begitu, tetapi
malu kepada Allah dengan sebenar-benar malu itu ialah kamu menjaga kepala dan
apa yang di dalamnya, kamu menjaga perut dengan segala isinya dan hendaklah
kamu mengingat mati dan kehancuran. Barangsiapa menghendaki akhirat dengan
meninggalkan kemewahan dunia, orang yang berbuat demikian, maka ia telah malu
kepada Allah dengan sebenar-benar malu". [HR Tirmidzi]
Dari Abu Hurairah
RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Malu itu sebagian dari iman,
dan iman itu di surga. Perkataan kotor itu termasuk perangai yang kasar dan
perangai yang kasar itu di neraka". [HR Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Hibban di dalam shahihnya. Tirmidzi berkata
: "Hadits Hasan Shahih"]
Dari Abu Umamah
RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Malu dan sedikit bicara itu
dua cabang dari iman, sedang perkataan kotor dan banyak bicara itu dua cabang
dari kemunafikan". [HR Tirmidzi, ia
berkta : "Hadits Hasan Gharib"]
Dari Abu Umamah RA
ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Malu dan sedikit bicara itu
termasuk bagian dari iman, dan keduanya itu mendekatkan ke surga dan menjauhkan
dari neraka. Perbuatan keji dan kata-kata kotor itu dari syaithan, keduanya
mendekatkan ke neraka dan menjauhkan dari surga". [HR Thabarani]
Dari Ibnu Umar RA,
ia berkata : Bahwasanya Nabi SAW bersabda : "Sesungguhnya Allah 'Azza wa
Jalla apabila menghendaki kehancuran seorang hamba, Dia mencabut rasa malu dari
orang itu, apabila malu itu sudah dicabut, maka kamu tidak akan mendapatinya
kecuali sebagai orang yang dibenci apabila kamu sudah tidak mendapatinya
kecuali sebagai orang yang dibenci dan dimurkai, akan dicabut amanah darinya,
apabila amanah telah dicabut darinya, kamu tidak akan mendapatinya kecuali
sebagai orang yang berkhianat dan tidak dapat dipercaya. Apabila kamu sudah tidak
mendapatinya kecuali ia berkhianat dan tidak bisa dipercaya, maka akan tercabut
rahmat darinya. Apabila rahmat itu sudah dicabut dari orang itu, maka kamu
tidak akan mendapatinya kecuali sebagai orang yang jauh dari kebaikan dan
terlaknat. Apabila kamu sudah tidak mendapatinya kecuali sebagai orang yang
jauh dari kebaikan dan terlaknat, maka akan tercabutlah ikatan Islam dari orang
itu". [HR Ibnu Majah]
Dari Qurrah bin Iyas RA, ia berkata : Dahulu ketika kami berada bersama
Nabi SAW, ada orang yang bertanya kepada beliau tentang malu. Mereka berkata :
"Ya Rasulullah, apakah malu itu termasuk agama ?" Rasulullah SAW
bersabda : "Bahkan malu itu agama seluruhnya". Kemudian Rasulullah
SAW bersabda : "Sesungguhnya malu, keperwiraan dan sedikit bicara (yaitu
sedikitnya omongan bukan sedikitnya jiwa) dan menjauhkan diri dari segala hal
yang tidak baik adalah termasuk dari iman". [HR Abusy Syaikh di dalam Ats-Tsawab]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar