Senin, 30 Maret 2015

PENDERITAAN ABU BAKAR DAKWAH SECARA TERANG-TERANGAN


PENDERITAAN ABU BAKAR
DAKWAH SECARA TERANG-TERANGAN

    ‘Aisyah R.ha menceritakan, “Ketika kaum muslimin di Makkah berjumlah tiga puluh delapan orang, maka Abu Bakar RA meminta kepada Nabi SAW untuk berda’wah secara terang-terangan. Rasulullah SAW menjawab, “Wahai Abu Bakar! Jumlah kita masih sedikit” Karena Abu Bakar terus-menerus meminta hal itu kepada Nabi SAW, akhirnya beliau pun memerintahkan kepada kaum muslimin agar berda’wah secara terang-terangan kepada kaumnya di kalangan keluarga masing-masing. Suatu hari ketika Rasulullah SAW sedang duduk-duduk di Masjid, Abu Bakar berda’wah sambil berdiri di hadapan orang banyak, dan Abu Bakar adalah orang yang pertama berda’wah secara terang-terangan di hadapan orang banyak. Sehingga orang-orang musyrik bangkit dan beramai-ramai memukuli Abu Bakar di salah satu sudut Masjid. Pada waktu itu Utbah bin Rabi’ah memukuli Abu Bakar, menendangkan sandalnya, dan menginjak-injak perut Abu Bakar hingga terluka parah. Orang-orang Banu Ta’im berdatangan untuk menolong Abu Bakar dan menjauhkannya dari orang-orang musyrik. Abu bakar dimasukkan ke dalam kain, lalu dibawa ke rumahnya. Orang-orang dari Banu Taim mengira Abu Bakar telah mati. Oleh karena itu, setelah mereka membawa Abu Bakar pulang ke rumahnya, mereka kembali lagi ke Masjid dan berseru kepada orang-orang, “Demi Allah! Apabila Abu Bakar sampai meninggal dunia, pasti kami akan membunuh Utbah bin rabi’ah.” Kemudian mereka kembali menemui Abu Bakar untuk melihat keadaannya. Abu Quhafah dan orang-orang Banu Taim berusaha mengajak bicara kepada Abu Bakar, maka Abu Bakar pun sadar dan dapat diajak bicara. Pada siang harinya Abu Bakar berkata, “Bagaimana keadaan Rasulullah SAW?” Mendengar pertanyaan Abu Bakar seperti itu, mereka pun marah, lalu berdiri dan beranjak dari situ. Sebelum meninggalkan Abu Bakar, mereka berkata kepada ibunya, Ummu Khair, “Rawatlah dia dan berilah makan!” Setelah mereka semua pergi, maka ibunya menyuruh Abu Bakar supaya makan atau minum. Tetapi dia tetap bertanya, “Bagaimana keadaan Rasulullah SAW?” Ibunya menjawab, “Saya tidak tahu keadaannya.” Abu Bakar berkata, “Pergi dan temuilah Ummu Jamil binti Khattab, lalu tanyakan kepadanya mengenai keadaan Rasulullah SAW!” Ibunya pun pergi ke rumah Ummu Jamil dan berkata kepadanya, “Abu Bakar menanyakan kepadamu mengenai keadaan Muhammad bin Abdullah.” Ummu Jamil menjawab, “Saya tidak tahu sedikitpun siapa Abu Bakar dan Muhammad bin Abdullah itu.” Kalau boleh, saya akan datang ke rumahmu untuk melihat keadaan Abu Bakar. Maka dia menjawab, “Baiklah.” Maka Ummu Jamil pun ikut bersama Ummu Khair ke rumahnya. Setelah dia melihat keadaan Abu Bakar yang tergeletak di atas tanah dan dalam keadaan sakit keras, maka Ummu Jamil mendekat dan berteriak, “Sesungguhnya orang yang memperlakukan kamu seperti ini adalah orang fasiq dan kafir. Semoga Allah membalas perbuatan mereka.” Abu Bakar RA bertanya pada Ummu Jamil, “Bagaimana keadaan Nabi SAW?” Ummu Jamil menjawab, “Ibumu berada di sini dan sedang mendengarkan.” Abu Bakar berkata, “Jangan hiraukan ibuku itu, bagaimana keadaan Nabi SAW?” “Beliau dalam keadaan sehat dan baik,” jawab Ummu Jamil. “Di manakah beliau sekarang berada?” Tanya Abu Bakar. Ummu Jamil menjawab, “Sekarang beliau di rumah Arqam bin Abil Arqam.” Abu Bakar berkata, “Demi Allah! Aku tidak akan makan dan minum sebelum aku bertemu dengan Rasulullah SAW.” Mereka berdua menunggu sampai keadaan aman. Setelah keadaan terasa aman, barulah keduanya memapah abu Bakar ke rumah arqam bin abil arqam. Ketika Abu Bakar tiba di hadapan nabi SAW, maka beliau menyambutnya dan memeluknya, dan kaum muslimin pun menyambut dan merawatnya. Rasulullah SAW merasa sangat kasihan melihat keadaan Abu Bakar seperti itu. Abu Bakar berkata kepada beliau, “Aku tidak apa-apa. Utbahlah yang memukuli wajahku, dan ini adalah ibuku yang sangat menyayangiku. Do’akan ia kepada Allah agar diberi hidayah.”. Maka Nabi SAW pun berdo’a untuk ibunya, lalu beliau pun mengajaknya untuk memeluk Islam. Maka Ummu Khair pun masuk Islam. Sejak peristiwa itu, Nabi SAW bersama kaum muslimin yang berjumlah 39 orang tinggal di rumah Arqam bin abil Arqam selama sebulan. Bertepatan dengan dipukulinya Abu Bakar oleh orang-orang Quraisy, Hamzah telah memeluk Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar