IKHLAS DALAM BERAMAL
A.
Firman Allah SWT
Katakanlah :
"Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan
ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama. Dan aku diperintahkan supaya
menjadi orang yang pertama-tama berserah diri". [Az-Zumar : 11-12]
Arti :”Padahal
mereka tidak disuruh melainkan supaya mereka menyembah Allah dengan memurnikan
ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka
mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang
lurus".
[Al-Bayyinah : 5]
Arti :”Kecuali
orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada
(agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka
mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan
memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar. [An-Nisa : 146]
Arti
:”Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al-Qur'an dengan (memba-wa) kebenaran.
Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. [Az-Zumar : 2]
Arti
:"(yaitu) di hari harta dan
anak-anak lelaki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan
hati yang bersih".[Asy-Syu'ara : 88-89]
Arti : "Dan
perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan
Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di
dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan
buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis
(pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat" [Al-Baqarah :
265]
Arti : "Dan
mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan
orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberikan makanan kepadamu hanyalah
untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu
dan tidak pula (ucapan) terimakasih. Sesungguhnya kami takut akan adzab suatu
hari yang kejam penuh bahaya. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari
itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan
hati."[Al-Insaan : 8 - 11]
Arti : "...
Dan luruskanlah mukamu di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan
mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya..." [Al-A'raf : 29]
B.
Wasilah dengan
Amal Shaleh
Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin 'Umar
bin Khaththab RA ia berkata : "Saya pernah mendengar Rasulullah SAW
bersabda : "Terjadi pada masa dahulu sebelum kamu, ada tiga orang
berjalan-jalan hingga terpaksa bermalam di dalam gua. Setelah mereka itu masuk
ke dalam gua itu, tiba-tiba jatuh sebuah batu besar dari atas bukit dan menutup
pintu gua itu, sehingga mereka tidak dapat keluar. Maka mereka berkata: Sesungguhnya
tidak ada yang bisa menyelamatkan kamu sekalian dari bahaya batu ini, kecuali
kalian berdo'a kepada Allah Ta'ala dengan amal-amal shalih yang pernah kamu
lakukan dahulu. Lalu salah seorang di antara mereka berdo'a : "Ya Allah,
dahulu saya mempunyai ayah dan ibu yang sudah tua, dan saya biasa tidak memberi
minuman susu kepada seorangpun sebelum keduanya, baik kepada keluarga atau
hamba sahaya. Dan pada suatu hari, saya menggembala agak jauh sehingga tidak
bisa kembali kepada keduanya kecuali telah malam dan ayah ibu saya telah tidur.
Lalu saya memerah susu untuk keduanya. Aku mendapati keduanya sedang tidur
nyenyak dan sayapun tidak mau membangunkan keduanya, dan sayapun tidak mau
memberikan minuman itu kepada siapapun sebelum kepada keduanya, baik kepada
keluarga maupun kepada hamba sahaya. Maka saya tetap menunggu bangunnya ayah
dan ibuku dengan membawa bejana tempat susu itu hingga terbit fajar. Maka ayah
ibuku bangun lalu minum susu yang saya perah itu. Padahal malam itu juga
anak-anak saya menangis minta susu itu didekat kakiku. Ya Allah, jika saya
berbuat itu benar-benar karena mengharapkan keridloan-Mu, maka lapangkanlah
keadaan kami ini dari bahaya batu ini". Lalu batu itu bergeser sedikit,
tetapi mereka belum bisa keluar dari gua itu. Orang yang lain (orang yang
kedua) : "Ya Allah, dahulu saya pernah jatuh cinta pada seorang gadis anak
paman saya". Dan dalam suatu riwayat, "Saya sangat mencintainya
sebagaimana orang-orang laki-laki jatuh cinta kepada wanita, sampai saya ingin
berzina padanya, tetapi dia selalu menolak. Sampailah pada suatu hari, tibalah
tahun paceklik dan wanita yang sangat saya cintai itu menderita kelaparan, lalu
ia datang minta bantuan kepadaku, maka aku berikan kepadanya uang seratus dua
puluh dinar dengan janji bahwa dia mau menyerahkan dirinya kepada saya,
sehingga ketika saya berleluasa padanya", dan dalam suatu riwayat
disebutkan : "Maka setelah saya berada diantara dua kakinya, tiba-tiba ia
berkata : "Takutlah kamu kepada Allah dan janganlah kau pecahkan tutup
kecuali dengan halal !" Lalu saya bangun darinya meskipun saya sangat
mencintainya, dan saya biarkan uang emas yang telah saya berikan kepadanya itu.
"Ya Allah, jika saya berbuat yang demikian itu semata-mata mengharap
keridloan-Mu, maka hindarkanlah kami dari bahaya ini". Lalu batu itu
bergeser sedikit, tetapi mereka tetap belum bisa keluar dari gua itu. Dan orang
yang ketiga berdo'a : "Ya Allah, dahulu saya mempunyai banyak buruh dan
karyawan. Dan pada waktu gajian saya
telah memberikan gajinya kepada mereka itu, kecuali satu orang yang belum saya
berikan gajinya, karena dia pergi dan tidak mengambil gajinya itu. Kemudian
gaji orang tersebut saya kembangkan sehingga menjadi harta yang banyak.
Kemudian setelah waktu yang lama, orang itu datang kepada saya dan berkata :
"Hai hamba Allah, berikan kepadaku gaji saya !" Lalu saya menjawab :
"Semua yang kamu lihat itu dari gajimu, berupa onta, sapi, kambing dan
budak penggem-bala itu". Dia berkata : "Hai hamba Allah, janganlah
kamu mengejek kepadaku" Lalu saya berkata : "Saya tidak mengejek
kepadamu". Lalu dia mengambil semuanya itu dan menggiringnya, dan dia
tidak meninggalkan sedikitpun dari semua itu. Ya Allah, jika saya berbuat yang
demikian itu semata-mata mengharap keridloan-Mu, maka hindarkanlah kami dari
bahaya ini". Kemudian batu itu bergeser lagi sehingga mereka bisa keluar,
lalu mereka keluar dengan berjalan.[HR. Muttafaq 'alaih]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar