Rabu, 18 Maret 2015

IKHLAS DALAM BERAMAL


IKHLAS DALAM BERAMAL
A.    Firman Allah SWT

Katakanlah : "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama. Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri". [Az-Zumar : 11-12]

Arti :”Padahal mereka tidak disuruh melainkan supaya mereka menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus".
[Al-Bayyinah : 5]

Arti :”Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar. [An-Nisa : 146]

Arti :”Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al-Qur'an dengan (memba-wa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. [Az-Zumar : 2]

Arti :"(yaitu) di hari harta  dan anak-anak lelaki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih".[Asy-Syu'ara : 88-89]

Arti : "Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat" [Al-Baqarah : 265]
Arti : "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberikan makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terimakasih. Sesungguhnya kami takut akan adzab suatu hari yang kejam penuh bahaya. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati."[Al-Insaan : 8 - 11]
Arti : "... Dan luruskanlah mukamu di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya..." [Al-A'raf : 29]

B.     Wasilah dengan Amal Shaleh

Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin 'Umar bin Khaththab RA ia berkata : "Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda : "Terjadi pada masa dahulu sebelum kamu, ada tiga orang berjalan-jalan hingga terpaksa bermalam di dalam gua. Setelah mereka itu masuk ke dalam gua itu, tiba-tiba jatuh sebuah batu besar dari atas bukit dan menutup pintu gua itu, sehingga mereka tidak dapat keluar. Maka mereka berkata: Sesungguhnya tidak ada yang bisa menyelamatkan kamu sekalian dari bahaya batu ini, kecuali kalian berdo'a kepada Allah Ta'ala dengan amal-amal shalih yang pernah kamu lakukan dahulu. Lalu salah seorang di antara mereka berdo'a : "Ya Allah, dahulu saya mempunyai ayah dan ibu yang sudah tua, dan saya biasa tidak memberi minuman susu kepada seorangpun sebelum keduanya, baik kepada keluarga atau hamba sahaya. Dan pada suatu hari, saya menggembala agak jauh sehingga tidak bisa kembali kepada keduanya kecuali telah malam dan ayah ibu saya telah tidur. Lalu saya memerah susu untuk keduanya. Aku mendapati keduanya sedang tidur nyenyak dan sayapun tidak mau membangunkan keduanya, dan sayapun tidak mau memberikan minuman itu kepada siapapun sebelum kepada keduanya, baik kepada keluarga maupun kepada hamba sahaya. Maka saya tetap menunggu bangunnya ayah dan ibuku dengan membawa bejana tempat susu itu hingga terbit fajar. Maka ayah ibuku bangun lalu minum susu yang saya perah itu. Padahal malam itu juga anak-anak saya menangis minta susu itu didekat kakiku. Ya Allah, jika saya berbuat itu benar-benar karena mengharapkan keridloan-Mu, maka lapangkanlah keadaan kami ini dari bahaya batu ini". Lalu batu itu bergeser sedikit, tetapi mereka belum bisa keluar dari gua itu. Orang yang lain (orang yang kedua) : "Ya Allah, dahulu saya pernah jatuh cinta pada seorang gadis anak paman saya". Dan dalam suatu riwayat, "Saya sangat mencintainya sebagaimana orang-orang laki-laki jatuh cinta kepada wanita, sampai saya ingin berzina padanya, tetapi dia selalu menolak. Sampailah pada suatu hari, tibalah tahun paceklik dan wanita yang sangat saya cintai itu menderita kelaparan, lalu ia datang minta bantuan kepadaku, maka aku berikan kepadanya uang seratus dua puluh dinar dengan janji bahwa dia mau menyerahkan dirinya kepada saya, sehingga ketika saya berleluasa padanya", dan dalam suatu riwayat disebutkan : "Maka setelah saya berada diantara dua kakinya, tiba-tiba ia berkata : "Takutlah kamu kepada Allah dan janganlah kau pecahkan tutup kecuali dengan halal !" Lalu saya bangun darinya meskipun saya sangat mencintainya, dan saya biarkan uang emas yang telah saya berikan kepadanya itu. "Ya Allah, jika saya berbuat yang demikian itu semata-mata mengharap keridloan-Mu, maka hindarkanlah kami dari bahaya ini". Lalu batu itu bergeser sedikit, tetapi mereka tetap belum bisa keluar dari gua itu. Dan orang yang ketiga berdo'a : "Ya Allah, dahulu saya mempunyai banyak buruh dan karyawan. Dan pada waktu  gajian saya telah memberikan gajinya kepada mereka itu, kecuali satu orang yang belum saya berikan gajinya, karena dia pergi dan tidak mengambil gajinya itu. Kemudian gaji orang tersebut saya kembangkan sehingga menjadi harta yang banyak. Kemudian setelah waktu yang lama, orang itu datang kepada saya dan berkata : "Hai hamba Allah, berikan kepadaku gaji saya !" Lalu saya menjawab : "Semua yang kamu lihat itu dari gajimu, berupa onta, sapi, kambing dan budak penggem-bala itu". Dia berkata : "Hai hamba Allah, janganlah kamu mengejek kepadaku" Lalu saya berkata : "Saya tidak mengejek kepadamu". Lalu dia mengambil semuanya itu dan menggiringnya, dan dia tidak meninggalkan sedikitpun dari semua itu. Ya Allah, jika saya berbuat yang demikian itu semata-mata mengharap keridloan-Mu, maka hindarkanlah kami dari bahaya ini". Kemudian batu itu bergeser lagi sehingga mereka bisa keluar, lalu mereka keluar dengan berjalan.[HR. Muttafaq 'alaih]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar