RIYA’ DALAM BERAMAL
A. Firman Allah SWT :
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala)
sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (pera-saan si penerima),
seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya' kepada manusia dan dia
tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu
seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan
lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai
sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk
kepada orang-orang yang kafir. [Al-Baqarah : 264]
.... Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang
menghinakan. Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena
riya' kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan
kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya,
maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya. [An-Nisaa' : 37-38]
Sesungguhnya orang-orang munafiq itu menipu Allah dan Allah akan membalas
tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan
malas. Mereka bermaksud riya' (dengan shalat) dihadapan manusia. Dan tidaklah
mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. [An-Nisaa' : 142]
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama ? Itulah orang yang menghardik
anak yatim. Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka
kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari
shalatnya, orang-orang yang berbuat riya'. Dan enggan (menolong dengan) barang
berguna. [Al-Maa'uun : 1-7]
B.
Hadits
Rasulullah SAW.
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Saya telah mendengar Rasulullah SAW
bersabda, "Sesungguhnya yang pertama-tama akan diberi keputusan pada hari
qiyamat ialah seorang yang mati syahid, lalu ia dibawa dan dihadapkan kepada
nikmatnya, maka ia mengakuinya. Allah berfirman, "Apakah yang kau lakukan
padanya ?". Dia menjawab, "Saya telah berjuang untuk-Mu hingga mati
syahid". Allah berfirman, "Kamu berdusta, tetapi kamu berjuang supaya
disebut sebagai pahlawan dan pemberani. Dan telah dikatakan orang yang demikian
itu". Kemudian diperintahkan (kepada malaikat), lalu dia diseret pada
mukanya dan dilemparkan ke neraka.
(Kedua) seorang yang belajar ilmu, mengajarkannya dan membaca Al-Qur'an,
lalu dihadapkan kepada nikmatnya, maka dia mengakuinya. Allah berfirman,
"Apakah yang kau lakukan padanya ?". Dia menjawab, "Saya
mempelajari ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al-Qur'an hanya
untuk-Mu". Allah berfirman, "Kamu berdusta, tetapi kamu mem-pelajari
ilmu supaya disebut sebagai seorang yang alim, dan kamu membaca Al-Qur'an
supaya disebut sebagai seorang yang pandai membaca Al-Qur'an, dan telah
dikatakan orang yang demikian itu". Kemudian diperintahkan (kepada
Malaikat), lalu dia diseret pada mukanya dan dilemparkan ke neraka.
(Ketiga) seorang hartawan yang diberi keluasan kekayaan yang bermacam-macam
oleh Allah, lalu dihadapkan kepada nikmatnya, maka dia mengakuinya. Allah
berfirman, "Apakah yang kamu lakukan pada-nya ?". Dia menjawab,
"Tidak satu jalanpun yang Engkau sukai agar jalan itu diberi harta,
melainkan sudah saya beri dengan harta itu semata-mata untuk-Mu". Allah
berfirman, "Kamu dusta, tetapi kamu berbuat yang demikian itu, agar
dikatakan sebagai orang yang derma-wan, dan telah dikatakan orang yang demikian
itu". Kemudian diperintahkan (kepada Malaikat), lalu dia diseret pada
mukanya dan dilemparkan ke neraka". [HR. Muslim]
Dari Ibnu 'Abbas ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda,
"Barangsiapa memperdengarkan amal kepada orang lain, maka Allah akan
memalukannya (dihari kiamat). Dan barangsiapa berbuat riya', maka Allah akan
membalas riya'nya itu". [HR. Muslim]
Dari Mahmud bin Lubaid, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah
bersabda, "Sesuatu yang paling aku khawatirkan atas kamu sekalian itu
adalah syirik kecil". Kemudian para shahabat bertanya, "Apa syirik
kecil itu ya Rasulullah ?". Rasulullah SAW menjawab, "(Syirik kecil
itu ialah) riya'. Besok pada hari qiyamat ketika para manusia diberi balasan
dengan amal-amal mereka, Allah 'azza wa jalla akan berfirman kepada mereka,
"Pergilah kamu sekalian kepada orang-orang yang dahulu kamu berbuat riya'
padanya ketika di dunia. Maka lihatlah olehmu sekalian apakah kamu
mendapati pahala pada
mereka ?". [HR. Ahmad, juz V : 428]
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Saya pernah mendengar Rasulullah SAW
bersabda : Allah Ta'ala berfirman, "Aku adalah yang terkaya dari semua
sekutu. Barangsiapa beramal suatu amal yang mana didalamnya ia menyekutukan Aku
dengan yang lain, maka Aku tinggalkan ia pada sekutunya itu". [HR. Muslim]
Dari Adl-Dlohhak bin Qais, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda :
Sesungguhnya Allah yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi berfirman, "Aku
adalah sebaik-baik sekutu. Barangsiapa mengambil sekutu disamping Aku, maka
amalnya itu untuk sekutu-Ku". (Rasulullah SAW bersabda), "Wahai para
manusia berbuatlah ikhlas pada amal-amal kalian, karena Allah Yang Maha Berkah
lagi Maha Tinggi tidak mau menerima amal-amal, kecuali amal yang ikhlas
untuk-Nya. Dan janganlah kalian mengatakan, "Ini untuk Allah dan untuk
sanak saudara". (Maka kalau begitu) amal itu untuk sanak saudara dan bukan
untuk Allah sedikitpun. Dan jangan mengatakan, "Ini untuk Allah dan untuk
kalian (para manusia)". (Kalau begitu), maka amal itu untuk kalian (para
manusia) dan bukan untuk Allah sedikitpun". [HR. Al-Bazzar dan Baihaqi]
Dari Abu Umamah, ia berkata : Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah
SAW lalu bertanya, "Bagaimanakah pendapat engkau apa-bila ada seorang
laki-laki berperang untuk mencari pahala dan nama ? Lalu apa yang ia dapat
?". Maka Rasulullah SAW bersabda, "Ia tidak mendapatkan
apa-apa". Orang itu mengulangi pertanyaannya sampai tiga kali, dan
Rasulullah SAW menjawab, "Ia tidak mendapatkan apa-apa". Kemudian
beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla tidak mau menerima
amal kecuali amal yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah dan mencari
keridlaan-Nya". [HR. Abu Dawud dan Nasai dengan sanad yang baik]
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda,
"Barangsiapa yang belajar ilmu yang seharusnya ditujukan untuk mencari
ridla Allah 'Azza wa Jalla, tiba-tiba ia tidak mempelajarinya melainkan untuk
mencari harta benda dunia, maka dihari kiamat ia tidak akan mendapatkan bau
surga (yakni harumnya)". [HR. Abu Dawud]
Dari Abu Dzarr RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah ditanya,
"Bagaimanakah kalau seseorang beramal kebaikan (karena Allah) lalu dipuji
orang ?". Jawab Rasulullah SAW, "(Itu bukan riya'), tetapi itu
sebagai pendahuluan berita gembira bagi seorang mukmin". [HR. Muslim]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar