PENDERITAAN NABI DALAM DAKWAH
Baihaqy
meriwayatkan dari Abdillah bin Ja'far ra. katanya, "Ketika Nabi saw.
berdakwah kepada salah seorang pemuka bangsa Quraisy setelah wafatnya Abu
Thalib maka orang itu melempar tanah ke muka Nabi saw. Setelah Nabi pulang ke
rumahnya salah seorang putrinya datang untuk membersihkan wajah beliau sambil
menangis. Nabi menghibur putrinya dan berkata, "Hai putriku, janganlah
kamu susah hati karena Allah selalu melindungi ayahmu. Dulu
waktu Abu Thalib masih hidup, bangsa Quraisy tidak berani menggangguku, kini
mereka berani." (Al-Bidayah jilid 3 halaman 134).
Thabrany meriwayatkan dari
Haris bin Haris ra., katanya, "Pernah pada suatu hari aku tanyakan pada
ayahku tentang Jama’ah yang sedang berkerumun. Ayahku berkata, "Mereka
adalah orang yang sedang mengerumuni seorang yang mengaku jadi Nabi."
Ketika kami ikut berkumpul dalam rombongan itu kami dapatkan Nabi saw. sedang
mengajak kaumnya untuk masuk Islam dan beriman, sedangkan kaumnya membantahnya
dan menyakitinya sampai pada tengah hari. Setelah orang-orang itu bubar maka
datanglah seorang wanita yang terbuka dadanya membawa kendi air. Kemudian Nabi
saw. minum dan berwudhu dari air yang dibawa itu. Kemudian beliau berkata,
"Hai putriku, tutuplah dadamu dan jangan kawatir terhadap diriku." Kami
menanyakan siapakah perempuan itu. Jawab mereka, “Wanita itu adalah zainab
putri beliau saw.” (Haisamy jilid 6 halaman 21)
Thabrany juga meriwayatkan
dari Munbitul Azdy katanya: “Aku lihat Rasulullah saw di masa jahiliyah ketika
beliau berkata kepada orang Quraisy, “Hai kaumku, katakanlah bahwa tidak ada
Tuhan selain Allah, agar kamu selamat. “Di saat itu ada yang meludahi wajah
beliau, sebagian lagi ada yang melemparkan tanah di atas kepalanya, bahkan sebagian
lagi ada yang memakinya sampai tengah hari. Kemudian ada seorang wanita yang
membawa kendi air datang kepada beliau dan beliau membasuh muka dan kedua
tangannya sambil berkata kepada wanita itu, “Hai putriku, janganlah kamu merasa
khawatir terhadap diriku dari pembunuhan atau kehinaan. Ketika kutanyakan
siapakah wanita itu? Mereka menjawab, “Wanita itu adalah putri beliau Zainab,
seorang putri yang cantik.” (Haisamy jilid 6 halaman 21).
Bukhary meriwayatkan dari
Urwah bin Zubair, “Aku bertanya kepada Ibnu Ash apakah yang dibuat kaum Quraisy
terhadap Nabi saw. yang paling keras.” Jawab Ibnu Ash, “Pernah suatu hari
ketika Nabi sedang sholat di dekat Ka’bah tiba-tiba datanglah Uqbah bin Abi
Muait dengan sebuah kain dan langsung diikatkan pada leher Nabi saw sehingga
beliau hampir tercekik atas perbuatan Uqbah bin Abi Muait itu. Di saat itu tiba-tiba datanglah Abu Bakar
Ash-Shidiq ra. dengan menarik pundak Uqbah dan melepaskan Nabi dari cekikannya
seraya berkata, “Apakah kamu akan membunuh seorang yang hanya berkata, “Tuhanku
adalah Allah padahal dia telah datang dengan membawa suatu bukti?’ (Al-Bidayah
jilid 3 halaman 46)
Ibnu Abi syuaibah
meriwayatkan dari Amru bin Ash, “Tidak pernah kusaksikan Quraisy berusaha
membunuh Nabi saw kecuali pada suatu hari yang telah direncanakan, yaitu
sewaktu Nabi sedang sholat di dekat Ka’bah, tiba-tiba uqbah bin Muaiat datang
mencekik Nabi dengan kain selendang kemudian kain itu ditariknya dengan keras
sehingga Nabi terjatuh dan orang yang berada di sekitarnya ramai menjerit
karena dikira beliau pasti terbunuh. Di saat itu tiba-tiba datanglah Abubakar
dengan menarik uqbah dari belakang untuk melepaskan Nabi saw sambil berkata,
‘Tuhanku adalah Allah’?” Kemudian orang Quraisy yang sedang berkumpul itu
menyingkir dan Nabi meneruskan sholatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar