Minggu, 29 Maret 2015

PENDERITAAN NABI DALAM DAKWAH



PENDERITAAN NABI DALAM DAKWAH
Baihaqy meriwayatkan dari Abdillah bin Ja'far ra. katanya, "Ketika Nabi saw. berdakwah kepada salah seorang pemuka bangsa Quraisy setelah wafatnya Abu Thalib maka orang itu melempar tanah ke muka Nabi saw. Setelah Nabi pulang ke rumahnya salah seorang putrinya datang untuk membersihkan wajah beliau sambil menangis. Nabi menghibur putrinya dan berkata, "Hai putriku, janganlah kamu susah hati karena Allah selalu melindungi ayahmu. Dulu waktu Abu Thalib masih hidup, bangsa Quraisy tidak berani menggangguku, kini mereka berani." (Al-Bidayah jilid 3 halaman 134).
Thabrany meriwayatkan dari Haris bin Haris ra., katanya, "Pernah pada suatu hari aku tanyakan pada ayahku tentang Jama’ah yang sedang berkerumun. Ayahku berkata, "Mereka adalah orang yang sedang mengerumuni seorang yang mengaku jadi Nabi." Ketika kami ikut berkumpul dalam rombongan itu kami dapatkan Nabi saw. sedang mengajak kaumnya untuk masuk Islam dan beriman, sedangkan kaumnya membantahnya dan menyakitinya sampai pada tengah hari. Setelah orang-orang itu bubar maka datanglah seorang wanita yang terbuka dadanya membawa kendi air. Kemudian Nabi saw. minum dan berwudhu dari air yang dibawa itu. Kemudian beliau berkata, "Hai putriku, tutuplah dadamu dan jangan kawatir terhadap diriku." Kami menanyakan siapakah perempuan itu. Jawab mereka, “Wanita itu adalah zainab putri beliau saw.” (Haisamy jilid 6 halaman 21)
Thabrany juga meriwayatkan dari Munbitul Azdy katanya: “Aku lihat Rasulullah saw di masa jahiliyah ketika beliau berkata kepada orang Quraisy, “Hai kaumku, katakanlah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, agar kamu selamat. “Di saat itu ada yang meludahi wajah beliau, sebagian lagi ada yang melemparkan tanah di atas kepalanya, bahkan sebagian lagi ada yang memakinya sampai tengah hari. Kemudian ada seorang wanita yang membawa kendi air datang kepada beliau dan beliau membasuh muka dan kedua tangannya sambil berkata kepada wanita itu, “Hai putriku, janganlah kamu merasa khawatir terhadap diriku dari pembunuhan atau kehinaan. Ketika kutanyakan siapakah wanita itu? Mereka menjawab, “Wanita itu adalah putri beliau Zainab, seorang putri yang cantik.” (Haisamy jilid 6 halaman 21).
Bukhary meriwayatkan dari Urwah bin Zubair, “Aku bertanya kepada Ibnu Ash apakah yang dibuat kaum Quraisy terhadap Nabi saw. yang paling keras.” Jawab Ibnu Ash, “Pernah suatu hari ketika Nabi sedang sholat di dekat Ka’bah tiba-tiba datanglah Uqbah bin Abi Muait dengan sebuah kain dan langsung diikatkan pada leher Nabi saw sehingga beliau hampir tercekik atas perbuatan Uqbah bin Abi Muait itu.  Di saat itu tiba-tiba datanglah Abu Bakar Ash-Shidiq ra. dengan menarik pundak Uqbah dan melepaskan Nabi dari cekikannya seraya berkata, “Apakah kamu akan membunuh seorang yang hanya berkata, “Tuhanku adalah Allah padahal dia telah datang dengan membawa suatu bukti?’ (Al-Bidayah jilid 3 halaman 46)
Ibnu Abi syuaibah meriwayatkan dari Amru bin Ash, “Tidak pernah kusaksikan Quraisy berusaha membunuh Nabi saw kecuali pada suatu hari yang telah direncanakan, yaitu sewaktu Nabi sedang sholat di dekat Ka’bah, tiba-tiba uqbah bin Muaiat datang mencekik Nabi dengan kain selendang kemudian kain itu ditariknya dengan keras sehingga Nabi terjatuh dan orang yang berada di sekitarnya ramai menjerit karena dikira beliau pasti terbunuh. Di saat itu tiba-tiba datanglah Abubakar dengan menarik uqbah dari belakang untuk melepaskan Nabi saw sambil berkata, ‘Tuhanku adalah Allah’?” Kemudian orang Quraisy yang sedang berkumpul itu menyingkir dan Nabi meneruskan sholatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar