Jumat, 20 Maret 2015

G H I B A H


سـلامـة الانسـان فى حـفظ اللسـان

“KESELAMATAN MANUSIA ITU
TERGANTUNG DALAM MENJAGA LESAN”
G H I B A H
Firman Allah SWT :

“……. Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat 49 : 12)

 “Tiada suatu ucapan yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”
(Al Qaaf 50 : 18)

Hadits Nabi SAW :

“Abu Hurairah RA. berkata, bersabda Rasululah SAW. : “Tahukah kamu, apakah ghibah itu? Jawab shahabat, “Allah dan Rasulullah yang lebih mengetahui”. Nabi bersabda, “Yaitu menyebut saudaramu dengan apa-apa yang ia tidak suka disebutnya.” Shahabat bertanya, “Bagaimanakah pen-dapatmu (Ya Rasulullah) bila itu memang sebenarnya ada padanya? Jawab Nabi :" Kalau memang sebenarnya begitu, itulah yang bernama ghibah. Tetapi bila kamu menyebut apa-apa yang tidak sebenarnya, berarti kau telah menuduhnya dengan kebohongan.” (HR. Muslim)

“Dan dari Ali Karramallah Wajhah, dari Nabi SAW bahwasanya beliau bersabda : “Hati-hatilah kamu tentang ghibah, karena sesungguhnya ghibah itu membawa tiga akibat buruk (keburukan) :
Pertama       : Tidak dikabulkan baginya do’a.
Kedua         : Tidak diterimanya baginya segala kebaikan.
Dan ketiga : Selalu bertambahnya kejelekan (dosa) baginya.”

“Dari Sahl bin Sa’ad RA. berkata, Rasulullah SAW. bersabda, ” Siapa yang berani menjamin padaku keselamatan apa yang diantara dagunya dan yang diantara pahanya, maka saya jamin baginya surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Abu Hurairah RA. berkata, bersabda Nabi SAW. : “Seorang hamba ada kalanya berbicara tentang sesuatu yang menye-babkan keridlaan Allah yang tidak diperhatikan, mendadak ia telah diangkat beberapa derajat oleh sebab kalimat itu. Dan ada kalanya seorang hamba mengeluarkan kalimat yang menyebabkan murka Allah dengan tidak memperhatikan, tiba-tiba ia telah terjerumus dalam neraka jahanam.”
(HR. Bukhari)

“Ibnu Umar RA. berkata, Rasulullah SAW. bersabda : “Jangan banyak bicara selain dzikir kepada Allah, karena banyak bicara selain dzikrullah, menyebabkan kerasnya hati, dan manusia yang paling jauh dari Allah adalah orang yang berhati keras.” (HR. Tirmidzi)

“Uqban bin Amir RA. bertanya : Ya Rasullah, apakah jalan selamat itu? Jawab Nabi SAW. : “Tahanlah lidahmu, dan tetaplah dalam rumahmu, dan tangisilah dosamu.”
(HR. Tirmidzi)

“ ‘Aisyah RA. berkata kepada Nabi SAW. : “Cukuplah bagimu Shafiyah (cukup cela bagimu Shafiyah, ia pendek)”. Maka bersabda Nabi SAW. : “Engkau telah mengeluarkan satu kalimat yang sangat keji, andaikan dicampur dengan air laut niscaya dapat merusaknya (merubahnya)”. Dan pada suatu hari ‘Aisyah berkata : Saya mencontohkan kejelekan orang kepada Nabi SAW. maka Nabi bersabda : “Saya tidak suka mencontohkan orang, meskipun saya akan mendapat upah sekian, sekian banyaknya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

MENDENGAR GHIBAH DAN MENOLAKNYA

Allah SWT berfirman :
“Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak ber-manfaat, mereka berpaling dari padanya.”
(QS. Al Qashas 28 : 55)

“Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.” (QS. Al Mu’minun 23 : 3)

“Abu Darda’ RA. berkata, bersabda Rasullah SAW. : “Siapa yang mempertahankan kehormatan saudaranya yang akan dicemarkan orang, maka Allah akan menolak api neraka dari wajahnya pada hari kiamat.” (HR. Tirmidzi)

“Itban bin Malik RA. berkata : Ketika Nabi selesai Shalat dan bertanya : “Di manakah Malik bin Addukhsyumi? Lalu seseorang menjawab : “Itu munafiq, tidak suka kepada Allah dan Rasulullah.” Maka Nabi bersabda : “Jangan berkata demikian, tidakkah kamu tahu bahwa ia telah mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH dengan ikhlas karena Allah. Dan Allah telah mengharamkan api neraka atas orang yang telah mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH dengan ikhlas karena Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim) .















Tidak ada komentar:

Posting Komentar