سـلامـة الانسـان فى حـفظ اللسـان
“KESELAMATAN MANUSIA ITU
TERGANTUNG DALAM MENJAGA LESAN”
G H I B
A H
Firman Allah SWT :
“……. Dan janganlah
sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara
kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik
kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima
Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat 49 : 12)
“Tiada suatu ucapan yang diucapkannya
melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”
(Al Qaaf 50 : 18)
Hadits Nabi SAW :
“Abu Hurairah RA.
berkata, bersabda Rasululah SAW. : “Tahukah kamu, apakah ghibah itu? Jawab
shahabat, “Allah dan Rasulullah yang lebih mengetahui”. Nabi bersabda, “Yaitu
menyebut saudaramu dengan apa-apa yang ia tidak suka disebutnya.” Shahabat
bertanya, “Bagaimanakah pen-dapatmu (Ya Rasulullah) bila itu memang sebenarnya
ada padanya? Jawab Nabi :"
Kalau memang sebenarnya begitu, itulah yang bernama ghibah. Tetapi bila kamu
menyebut apa-apa yang tidak sebenarnya, berarti kau telah menuduhnya dengan
kebohongan.” (HR. Muslim)
“Dan dari Ali
Karramallah Wajhah, dari Nabi SAW bahwasanya beliau bersabda : “Hati-hatilah
kamu tentang ghibah, karena sesungguhnya ghibah itu membawa tiga akibat buruk
(keburukan) :
Pertama : Tidak dikabulkan baginya do’a.
Kedua : Tidak diterimanya
baginya segala kebaikan.
Dan ketiga : Selalu bertambahnya kejelekan (dosa) baginya.”
“Dari Sahl bin Sa’ad RA.
berkata, Rasulullah SAW. bersabda, ” Siapa yang berani menjamin padaku
keselamatan apa yang diantara dagunya dan yang diantara pahanya, maka saya
jamin baginya surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
“Abu Hurairah RA.
berkata, bersabda Nabi SAW. : “Seorang hamba ada kalanya berbicara tentang
sesuatu yang menye-babkan keridlaan Allah yang tidak diperhatikan, mendadak ia
telah diangkat beberapa derajat oleh sebab kalimat itu. Dan ada kalanya seorang
hamba mengeluarkan kalimat yang menyebabkan murka Allah dengan tidak
memperhatikan, tiba-tiba ia telah terjerumus dalam neraka jahanam.”
(HR. Bukhari)
“Ibnu Umar RA. berkata,
Rasulullah SAW. bersabda : “Jangan banyak bicara selain dzikir kepada Allah,
karena banyak bicara selain dzikrullah, menyebabkan kerasnya hati, dan manusia
yang paling jauh dari Allah adalah orang yang berhati keras.” (HR.
Tirmidzi)
“Uqban bin Amir RA.
bertanya : Ya Rasullah, apakah jalan selamat itu? Jawab Nabi SAW. : “Tahanlah
lidahmu, dan tetaplah dalam rumahmu, dan tangisilah dosamu.”
(HR. Tirmidzi)
“ ‘Aisyah RA. berkata
kepada Nabi SAW. : “Cukuplah bagimu Shafiyah (cukup cela bagimu Shafiyah, ia
pendek)”. Maka bersabda Nabi SAW. : “Engkau telah mengeluarkan satu kalimat
yang sangat keji, andaikan dicampur dengan air laut niscaya dapat merusaknya
(merubahnya)”. Dan pada suatu hari ‘Aisyah berkata : Saya mencontohkan
kejelekan orang kepada Nabi SAW. maka Nabi bersabda : “Saya tidak suka
mencontohkan orang, meskipun saya akan mendapat upah sekian, sekian banyaknya.” (HR.
Abu Dawud dan Tirmidzi).
MENDENGAR GHIBAH DAN
MENOLAKNYA
Allah SWT berfirman :
“Dan apabila mereka
mendengar perkataan yang tidak ber-manfaat, mereka berpaling dari padanya.”
(QS. Al Qashas 28 : 55)
“Dan orang-orang yang
menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.” (QS.
Al Mu’minun 23 : 3)
“Abu Darda’ RA. berkata,
bersabda Rasullah SAW. : “Siapa yang mempertahankan kehormatan saudaranya yang
akan dicemarkan orang, maka Allah akan menolak api neraka dari wajahnya pada
hari kiamat.” (HR. Tirmidzi)
“Itban bin Malik RA.
berkata : Ketika Nabi selesai Shalat dan bertanya : “Di manakah Malik bin
Addukhsyumi? Lalu seseorang menjawab : “Itu munafiq, tidak suka kepada Allah
dan Rasulullah.” Maka Nabi bersabda : “Jangan berkata demikian, tidakkah kamu
tahu bahwa ia telah mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH dengan ikhlas karena Allah.
Dan Allah telah mengharamkan api neraka atas orang yang telah mengucapkan LAA
ILAAHA ILLALLAH dengan ikhlas karena Allah.” (HR. Bukhari dan
Muslim) .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar