Penderitaan
Bilal RA Di Jalan Allah
Menurut riwayat
Mujahid seperti itu juga, bahwa sisanya yang lain disiksa oleh orang-orang
musyrik dengan dipakaikan baju besi, lalu dijemur di panas terik matahari yang
menyengat. Karena panasnya, sehingga mereka sangat menderita. Pada sore
harinyan Abu Jahal datang sambil membawa tombak lalu dia mencaci maki dan
memberikan ancaman-ancaman. (al-Hilyah jilid I halaman 140)
Dalam hadits lain
yang juga menurut Mujahid dikatakan bahwa orang-orang musyrik mengikat leher
Bilal dengan tali, lalu mereka membawanya berkeliling di antara dua gunung yang
berada di Makkah. (Ibnu Sa’ad dalam Kitabnya jilid II halaman 166)
Urwah bin Zubair RA
berkata, “Bilal adalah seorang budak milik seorang wanita dari Kabilah Bani
Jumah. Ketika dia masuk Islam maka orang-orang musyrik menyiksanya dengan
membaringkannya di atas pasir yang panas dan meletakkan sebuah batu di atas
dadanya supaya Bilal kembali menjadi musyrik. Tetapi ternyata Bilal hanya mengatakan,
“Ahad, Ahad, Ahad.” Ketika Bilal sedang disiksa, lewatlah Waraqah bin Naufal
bin Asad sambil berkata, “Wahai Bilal! Memang benar, Allah itu satu.” Lalu dia
berkata kepada orang-orang musyrik, “Demi Allah! Apabila kamu membunuhnya, maka
saya akan menjadikan kuburnya sebagai tempat yang dirahmati (diberkahi).” (HR.
Zubair bin Bakar dalam al-Ishabah jilid III halaman 634)
Hisyan bin Urwah RA
bercerita, “Ketika orang-orang musyrik sedang menyiksa Bilal, maka Waraqah bin
Naufal melewatinya, sedang ketika Bilal mengucapkan, “Ahad, Ahad, Ahad.” Maka
Waraqah berkata kepadanya, “Wahai Bilal! Memang benar, Allah itu satu!”
Kemudian Waraqah bin Naufal menemui Umayah bin Khalaf yang sedang menyiksa
Bilal. Maka Waraqah berkata, Saya bersumpah, Demi Allah! Apabila kamu
membunuhnya maka kuburannya akan saya jadikan sebagai tempat yang diberkahi.”
Hingga pada suatu ketika Abu Bakar pun melewati mereka yang sedang menyiksa
Bilal. Lalu Abu Bakar berkata kepada Umayah, “Apakah kamu tidak takut kepada
Allah mengenai urusan orang ini? Sampai kapan kamu akan menyiksanya?” Umayah
menjawab, “Kamulah orang yang telah merusaknya, oleh karena itu kamulah yang
harus menyelamatkannya.” Abu Bakar menjawab, “Kalau begitu baiklah, saya
bersedia untuk membebaskannya.” Saya mempunyai seorang budak yang lebih besar
dan kuat dari padanya dan seagama denganmu. Oleh karena itu, saya akan
menukarkan dia dengan Bilal. Umayah menjawab, “Baiklah kalau begitu.” Setelah
usulan Abu Bakar diterima oleh Umayah, maka Umayah pun melepaskannya. Lalu Abu
Bakar menukar Bilal dengan budak miliknya. Setelah itu Bilal pun dibebaskan
oleh Abu Bakar. Sebelum Abu Bakar berhijrah dari Makkah, dia telah membebaskan
enam orang budaknya yang masuk Islam selain Bilal.” (HR, Abu Nu’aim dalam
al-Hilyah jilid I halaman 148)
Dalam riwayat Ibnu
Ishaq disebutkan, bahwa pada siang hari ketika matahari panas menyengat, Umayah
membawa Bilal keluar. Kemudian di tanah Makkah yang berkerikil dia
ditelentangkan, lalu Umayah berkata, “Letakkan batu di atas dadanya! Maka
sebuah batu besar diletakkan di atas dadanya.” Umayah berkata pada Bilal, “Kamu
akan terus seperti ini sehingga kamu mati atau kamu tinggalkan ajaran Muhammad
dan kembali menyembah Latta dan ‘Uzza!” Akan tetapi, walaupun Bilal mendapat
pennyiksaan seberat itu, dia hanya mengucapkan, “Ahad, Ahad, Ahad, Allah
hanyalah satu.”
Ammar bin Yassir RA
pernah membuat beberapa bait syair yang berisi tentang penderitaan Bilal dan
para shahabat lainnya, juga mengenai Abu Bakar yang membebaskan Bilal. Abu
Bakar diberinya julukan ‘Atiq yang artinya pembebas. Bunyi syair itu adalah
sebagai berikut:
Semoga Allah memberi balasan yang lebih baik
Kepada Bilal dan teman-temannya yang dibebaskan
Kehinaan bagi Fakih dan Abu Jahal
Sore hari yang tidak akan pernah saya lupakan,
Pada hari itu mereke berdua menyiksa Bilal dengan keras
Sedang orang cerdik menginginkan dia terbebas dari penderitaan
Namun mereka berdua menyiksa Bilal karena suatu sebab
Yaitu karena Bilal beriman kepada Allah Yang Saturday Dan dia
mengatakan, “Saya bersaksi bahwa Allah adalah Rabbku’
Oleh karena-Nya hati saya menjadi tenang
Bila mereka ingin menyiksa saya, maka siksalah!
Aku tidak akan menyekutukan Yang Maha Rahman karena takut mati
Wahai Rabb Ibrahim, Yunus, Musa, dan Isa AS! Selamatkanlah saya!
Kemudian janganlah Engkau uji orang yang menginginkan kesesatan
Dengan menjadikannya sebagai pihak yang menang
Padahal mereka bukan orang baik dan bukan pula orang yang
bijaksana.
(Al-Hilyah jilid I halaman 148)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar