Berdoa adalah merupakan ibadah yang
agung,ibadah ini merupakan bentuk komnikasi antara mahluk dan sang kholik.untuk
itu dalam berdoa rosululloh mengajarkan
bagaiman adab berdoa kepada sang
penguasa alam semesta.Para Ulama sebagi pewaris nabi menjelaskan tentang adab
dan etika dalam berdoa agar dikabulkan, sebagaimana tuntutan dalam al-Qur‘ân
dan Hadis.
Al-Baghawi rahimahullah berkata: “Ada etika dan syarat-syarat dalam berdoa yang
merupakan sebab dikabulkannya doa. Barangsiapa memenuhinya, maka dia akan
mendapatkan apa yang diminta dan barangsiapa mengabaikannya, dialah orang yang
melampaui batas dalam berdoa; sehingga doanya tidak berhak dikabulkan”.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata “Kedua ayat berikut mencakup adab-adab berdoa
dengan kedua jenisnya (doa ibadah dan doa permohonan);
Iaitu firman Allah Subhanahu wa Ta’ala
” Berdoalah kepada Tuhanmu dengan
merendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang melampaui batas. Janganlah kamu membuat kerosakan di muka
bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepadaNya dengan rasa takut
(tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah
amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. [al-A‘raf/7:55-56]
1. Mengangkat kedua tangan sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Salmân
al-Fârisi Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
” Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha pemalu lagi Maha pemurah terhadap
seorang hamba yang mengangkat kedua tangannya (berdoa), kemudian kedua tangannya
kembali dengan kosong dan kehampaan (tidak dikabulkan).”
2.
Memulakan doa dengan pujian terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian
Salawat dan Salam kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, selanjutnya
bertawasul kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan tawasul yang disyariatkan,
seperti dengan bertauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan asma’ dan
sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan amal shalih dan selainnya.[5]
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
bersabda :
“Apabila seseorang diantara kamu berdo’a, maka
hendaklah ia mendahuluinya dengan alhamdulillah dan puji-pujian lainnya, lalu
bershalawat kepada Nabi dan kemudian ia berdo’a dengan apa yang ia
kehendakinya”. (HSR. Abu Daud).
3. Bersangka baik terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala. Diriwayatkan dalam sebuah
hadis qudsi dari Anas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda :
” Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Aku (akan) sebagaimana hamba-Ku
menyangka tentang-Ku, dan Aku akan bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku”
al-Qurthûbi rahimahullah berkata: ” maknanya adalah hamba itu menyangka
dikabulkannya doa, diterimanya taubat, diberikan ampun melalui istighfâr, serta
menyangka dibalas dengan pahala atas ibadah yang dilakukan sesuai syarat-syaratnya
sebagai keyakinan akan kebenaran janji Allah Subhanahu wa Ta’ala.
4. Menjauhi sikap tergesa-gesa mengharapkan terkabulnya doa; karena
ketergesa-gesaan itu akan berakhir dengan sikap putus asa sehingga ia tidak
lagi berdoa. Na‘ûdzubillâh.
” Dari Abu
Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahawa Rasulullah bersabda “ Akan dikabulkan (doa)
seseorang di antara kalian selama dia tidak tergesa-gesa, iaitu dia berkata
‘aku telah berdoa namun belum dikabulkan bagiku’ “.[8]
Dalam lafaz lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
” Sentiasa
akan dikabulkan (doa) seorang hamba selama tidak meminta sesuatu yang membawa
dosa atau memutuskan tali kekeluargaan, selama dia tidak tergesa-gesa.
Ditanyakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai Rasulullah
, apa yang dimaksud tergesa-gesa?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
menjawab: “Dia berkata ‘aku telah berdoa, aku telah berdoa namun aku tidak
pernah mendapatkan doaku dikabulkan’, kemudian ia berputus asa dan meninggalkan
berdoa.[9]
5. Membersihkan jiwa raga dari berbagai kotoran dosa. Hati yang kotor dengan
berbagai maksiat atau jiwa yang tidak bersih dari perkara haram akan menghalang
terkabulnya doa.
” Dari Abu
Hurairah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala baik dan tidak
menerima melainkan yang baik. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala
memerintahkan kaum Mukminin dengan apa yang telah diperintahkannya kepada para
rasul. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Wahai para rasul makanlah kalian
dari yang baik dan beramal solehlah, sesungguhnya Aku Maha mengetahui apa yang
kalian kerjakan.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman
makanlah rizki yang baik dari apa yang diberikan kepada kalian…”.
Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan seorang musafir
yang berjalan jauh sehingga tidak terurus rambutnya, lusuh dan berdebu
tubuhnya, dia mengangkat kedua tangannya ke arah langit seraya berdoa menyeru:
“Wahai tuhanku, wahai tuhanku …”, namun makanannya haram, minumannya haram,
pakaiannya haram dan diberi dari yang haram, bagaimana mungkin akan dikabulkan
doanya?”.
6. Yakin bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha mengabulkan doa selama tidak ada
sesuatu pun yang menghalangnya. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu ‘anhu
bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
” Berdoalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kalian yakin (akan)
dikabulkan, sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa (seorang hamba) yang
hatinya alpa serta lalai “
Dalam hadis lain dari Abu Sa‘id Al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu bahawa Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
” Tidaklah seorang Muslim berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebuah
doa yang tidak ada dosa atau pemutusan ikatan kekeluargaan di dalamnya,
melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberinya satu di antara tiga
perkara; 1) boleh jadi Allah Subhanahu wa Ta’ala segera mengabulkan doa
tersebut, 2) atau menyimpan sebagai tabungan baginya di akhirat, 3) atau
menyelamatkannya dari kejahatan yang setara dengan doa yang dipanjatkannya.”
Para sahabat berkata : “Jika demikian, kami akan memperbanyak (doa).”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Allah Subhanahu wa Ta’ala
lebih banyak’.
Ibnu Katsîr rahimahullah berkata : “Yang dimaksud adalah bahwa Allah Subhanahu
wa Ta’ala tidak akan menyia-nyiakan doa seseorang, dan Allah Subhanahu wa
Ta’ala tidak disibukkan dengan sesuatu apapun. Dia Subhanahu wa Ta’ala Maha
mendengar doa. Dalam hal ini terdapat anjuran (memperbanyak) berdoa kerana
tidak satu pun yang luput dari-Nya Subhanahu wa Ta’ala .”
Terutama pada saat kita tengah mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa
Ta’ala melalui ibadah puasa di bulan Ramadhan. Hendaknya kita mengambil
kesempatan yang istimewa ini dengan memperbanyak doa bagi kebaikan kita di
dunia dan akhirat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
” Ada tiga orang yang tidak ditolak doanya; seorang yang berpuasa sehingga
berbuka, seorang pemimpin yang adil dan seorang yang dizalimi.
Marilah kita semua memperbanyak doa sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala murka
terhadap yang orang yang tidak berdoa kepada-Nya sebagaimana firman-Nya:
” Dan tuhanmu berkata: “Berdoalah kepadaku, sesungguhnya orang-orang yang
menyombongkan diri dari berdoa kepadaku akan masuk neraka Jahannam dalam
keadaan hina.”[16]
Demikian pula dijelaskan dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu
‘anhu bahawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Barangsiapa yang tidak berdoa
kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala maka Allah Subhanahu wa Ta’ala marah
terhadapnya”.
Ibnu al-Mubârak Radhiyallahu ‘anhu berkata :
Ar-Rahmân (Allah Subhanahu wa Ta’ala) jika Dia diminta akan memberi, dan
Ar-Rahîm (Allah Subhanahu wa Ta’ala) jika Dia tidak diminta akan marah.[18]
Ya Allah Subhanahu wa Ta’ala, aku berlindung kepada Engkau dari ilmu yang tidak
bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu‘, dari jiwa yan tidak puas, serta dari
doa yang tidak dikabulkan”.[19
Demikian
beberapa hal yang patut untuk diperhatikan dan diluruskan oleh setiap muslim
ketika berdo’a. Tertolak atau terkabulnya suatu do’a adalah hak prerogatif Allah
‘Azza Wajalla.
Maka selama kita mengiklaskan do’a hanya kepada Allah ‘Azza Wajalla
semata dan sesuai dengan adab dan syarat-syarat yang dicontohkan oleh
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
maka –insya Allah- Allah ‘Azza Wajalla
akan mengabulkannya. Dan Dia Maha Mendengar semua do’a
Tidak ada komentar:
Posting Komentar