FADHILAH ILMU
A. Firman Allah :
Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang
Mu'min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap
g
olongan di antara mereka beberapa
orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi
peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka
itu dapat menjaga diri. [At-Taubah : 122]
Sesungguhnya yang takut kepada Allah
diantara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama. [Fathir : 28]
Katakanlah (wahai Muhammad) :
"Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak
mengetahui ? Sesungguhnya hanya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima
pelajaran".[Az-Zumar : 9]
Katakanlah (wahai Muhammad) :
"Adakah sama orang yang buta dan orang yang bisa melihat, atau samakah
gelap gulita dan terang benderang ?". [Ar-Ra'du : 16]
Perbandingan kedua golongan
(orang-orang kafir dan orang-orang yang beriman) itu seperti orang buta dan
tuli dengan orang yang dapat melihatat dan dapat mendengar. Adakah kedua
golongan itu sama keadaan dan sifatnya ?. [Hud : 24]
Maka apakah orang yang berjalan
terjungkal di atas mukanya itu yang lebih banyak mendapat petunjuk ataukah
orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus ?. [Al-Mulk : 22]
Dan tidaklah sama antara orang yang
buta dengan orang yang bisa melihat, tidak sama antara gelap gulita dengan
cahaya, dan tidak sama pula antara yang teduh dengan yang panas. Demikian pula
tidak sama antara orang yang hidup dengan orang yang mati. [Fathir : 19 - 22]
Wahai orang-orang yang beriman,
apabila dikatakan kepadamu : Berlapang-lapanglah dalam majlis, maka
lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila
dikatakan : "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan
meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi
ilmu pengetahuan beberapa derajat. [Al-Mujadalah : 11]
Apakah orang yang mengetahui bahwa apa
yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta ?
Sesungguhnya hanya orang-orang yang berakal sajalah yang dapat mengambil
pelajaran. [Ar-Ra'du : 19]
Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami
buatkan untuk manusia, dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang
berilmu.[Al-'Ankabut : 43 ]
B. Hadits Rasulullah SAW.
Dari Abu Waqid Al-Laitsi RA, ia
berkata : "Pada suatu waktu Rasulullah SAW sedang duduk di masjid,
kemudian datang tiga orang. Yang dua orang langsung menghadap Rasulullah SAW,
dan satu diantaranya melihat tempat yang masih longgar di dalam majlis,
kemudian ia duduk. Dan yang satunya lagi duduk di belakang mereka. Sedangkan
orang yang ketiga langsung pergi dan berpaling. Sesudah itu kemudian Rasulullah
SAW bersabda : "Maukah aku beritahukan kepadamu perihal tiga orang itu ?
Yang satu orang mencari keridlaan Allah, maka Allah-pun ridla kepadanya. Yang
satunya lagi malu kepada Allah, maka Allah-pun malu kepadanya. Sedangkan yang
satunya lagi berpaling, maka Allah-pun berpaling pula darinya. [HR. Bukhari,
Muslim dan Tirmidzi]
Dari Mu'awiyah RA ia berkata,
Rasulullah SAW telah bersabda : "Barangsiapa yang Allahmenghendaki
kebaikan kepadanya, maka Allah akan memberinya kefahaman dalam agamanya".
[HR. Bukhari dan Muslim]
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata,
Rasulullah SAW telah bersabda : "Apabila seseorang telah meninggal dunia,
maka semua amalnya terputus kecuali tiga perkara : Shadaqah jariyah, ilmu yang
bermanfaat, dan anak shaleh yang senantiasa mendoakan kepada kedua orang
tuanya". [HR. Muslim]
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata :
Rasulullah SAW telah bersabda : Barangsiapa menolong orang Mukmin satu
kesusahan dari kesusahan-kesusahannya di dunia, maka Allah akan menghilangkan
baginya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahannya pada hari qiyamat.
Barang-siapa yang memberi kemudahan kepada orang yang dalam kesulitan, maka
Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akherat. Barangsiapa yang menutupi
cela orang Muslim, maka Allah akan menutupi celanya di dunia dan akherat. Dan
Allah senantiasa menolong hamba-Nya selagi hamba itu senang menolong
saudaranya. Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan
baginya jalan ke surga. Dan tidaklah suatu kaum berkumpul di dalam suatu masjid
dari masjid-masjid Allah, mereka membaca dan bertadarus Al-Qur'an, kecuali
turunlah ketenangan jiwa dan rahmat kepada mereka, dan para malaikat menaungi
mereka. Dan Allah akan menyebut-nyebut mereka dihadapan para malaikat yang
berada di sisi-Nya. Dan barangsiapa yang malas beramal, maka tidak akan
mencapai pada martabat orang yang beramal. [HR. Muslim juz 4, hal. 2074]
Dari Katsir bin Qais, ia berkata, Dulu
saya sedang duduk bersama Abu Darda' di dalam masjid Damsyiq, lalu datang seorang
laki-laki kepadanya dan berkata : "Hai Abu Darda', sesungguhnya aku datang
kepadamu dari kota Rasul SAW karena sebuah hadits yang sampai kepadaku
bahwasanya engkau menceritakannya dari Rasulullah SAW, dan bukanlah aku datang
untuk keperluan yang lain". (Abu Darda') berkata : Saya telah mendengar
Rasulullah SAW bersabda : "Barang-siapa yang menempuh jalan untuk mencari
ilmu, maka Allah akan menjadikan
untuknya suatu jalan dari jalan-jalan ke surga. Sesung-guhnya para malaikat
menaungi dengan sayapnya karena ridla kepada orang yang menuntut ilmu.
Sesungguhnya orang alim itu dimohonkan ampun baginya oleh penghuni langit dan
bumi serta ikan-ikan di dalam air. Dan sesungguhnya keutamaan orang alim atas
orang yang beribadah (tetapi tidak alim) adalah seperti bulan purnama atas
seluruh bintang-bintang. Sesungguhnya para ulama itu adalah pewaris para Nabi,
dan sesungguhnya para Nabi itu tidak mewariskan dinar dan dirham, namun
mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang mengam-bilnya, berarti ia telah
mengambil bagian yang banyak sekali".[HR. Abu Dawud juz 3, hal. 317].
Dari Anas RA ia berkata, Rasulullah
SAW bersabda : "Barangsiapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia
termasuk berjuang di jalan Allah, hingga ia kembali". [HR. Tirmidzi]
Menuntut ilmu adalah wajib atas
tiap-tiap orang Islam, dan sesungguhnya orang yang menuntut ilmu itu dimintakan
ampun oleh segala sesuatu, hingga ikan-ikan yang di laut. [HR. Ibnu Abdil Barr
dari Anas]
Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke
negeri Cina, dan sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib atas setiap orang Islam.
[HR. Ibnu Abdil Barr]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar