Kamis, 12 Maret 2015

FADHILAH SHOLAT



FADHILAH  SHOLAT
      Shalat lima waktu merupakan kewajiban bagi setiap mukmin
  Firman Allah Ta'ala :

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."     (QS. Al Baqarah, 2 : 277)
"Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: "Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada bari itu tidak ada jual beli dan persahabatan." (QS. Ibrahim, 14 : 31)

1. Dari Abu Qatadah bin Rib'i r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, Allah 'Azza Wajalla berfirman, "Sesungguhnya Aku telah memfardhukan kepada ummatmu shalat lima waktu dan Aku telah bersumpah pada diri-Ku bahwa barangsiapa yang datang (pada hari kiamat) sedang ia menjaga shalat yang lima ini tepat pada waktunya, niscaya Aku akan memasukkannya ke dalam surga. Dan barangsiapa yang tidak menjaga shalat yang lima ini, maka tidak ada perjanjian baginya dari sisi-Ku".
(HR. Abu Dawud).

2. Dari Ubadah bin Shamit ra. berkata, "Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Lima kali shalat telah difardhukan oleh Allah 'Azza Wajalla. Barangsiapa yang menyempurnakan wudhunya, mengerjakannya tepat pada waktunya, menyempurnakan ruku'nya dan kekhusyu'annya, maka baginya Allah berjanji bahwa Dia akan mengampuninya. Namun barangsiapa tidak mengerjakannya demikian, maka baginya Allah tidak mempunyai perjanjian, jika Dia menghendaki, maka Dia mengampuninya, dan jika Dia menghendaki, Dia juga dapat mengazabnya". (HR. Abu Dawud).

3. Dari Hanzalah Al-Usaidi ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa menjaga shalat yang lima waktu, menjaga wudhunya (dengan sempurna), menjaga waktu-waktunya, menjaga ruku' dan sujudnya (dengan sempurna), dan memandang bahwasanya ia adalah hak Allah atas dirinya, maka diharamkan atasnya api neraka". (HR. Ahmad).
4. Dari Utsman bin 'Affan ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa yang mengetahui bahwa shalat adalah hak yang wajib (ditunaikan), maka dia masuk surga".
(HR. Abdullah bin Ahmad dalam Ziyadatnya, Abu Ya'la, tetapi dalam riwayatnya ia mengatakan, "Hak yang ditetapkan dan wajib", Al Bazzar dengan matan yang sama, sedang para perawinya dapat dipercaya – Majma'uz Zawaid, II / 15).

5. Dari Ibnu 'Umar r.huma berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Tidak ada iman (yang sempurna) bagi orang yang tidak amanah (tidak jujur), tidak ada shalat bagi orang yang tidak berwudhu, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak shalat. Sesungguhnya kedudukan shalat dalam agama adalah seperti kedudukan kepala pada badan. (HR. Thabrani).


2.     Membawa Sifat Shalat Diwujudkan (dalam kehidupan sehari-hari)
 " … Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. …".
(QS. Al Fat-h, 48 : 19).

3.     Shalat sebagai sarana menyelesaikan masalah
Firman Allah Ta'ala :

45. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',
46.  (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (QS. Al-Baqarah, 2 : 45 – 46).

"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa." (QS. Thaahaa, 20 : 132).

1. "Dari Hudzaifah ra. berkata, "Apabila Rasulullah saw. menemui suatu kesulitan, maka beliau segera mengerjakan shalat". (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Jarir).

2. "Dari Abdullah bin Amr r.huma, dari Nabi saw. bahwa pada suatu hari beliau menyebutkan tentang shalat, lalu beliau bersabda, "Barangsiapa yang menjaga shalatnya, maka akan menjadi nur, pembela, dan keselamatan baginya pada hari kiamat; dan barangsiapa yang tidak menjaga shalatnya, maka tidak akan menjadi nur, pembela, dan keselamatan baginya (pada hari kiamat). Dan pada hari kiamat nanti, ia akan digolongkan bersama Fir'aun, Hamman, dan Ubay bin Khalaf". (HR. Ahmad dan Thabrani).



4.     Dengan Shalat akan Menstabilkan Jiwa
Firman Allah Ta'ala :
19.  Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah  lagi kikir.
20.  Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,
21.  Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,
22.  Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat,
23.  Yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya.
(QS. Al-Ma'aarij, 70 : 19 – 23)

"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku." (QS. Thaaha, 20 : 14).

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram".
(QS. Ar Ra'd, 13 : 28).

"Dari Anas ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda , "Dijadikan sejuk mataku dalam shalat". (HR. Nasa'i).

5.     Shalat dapat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar
Firman Allah Ta'ala :
"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-Ankabuut, 29 : 45).

1. Dari Imran bin Husain ra. berkata, bahwa Rasulullah saw. ditanya tentang firman Allah, "Sesungguhnya shalat itu mencegah dari kejahatan dan kemungkaran", Rasulullah saw. bersabda : "Barangsiapa shalatnya tidak bisa menghalanginya dari perbuatan kejahatan dan kemungkaran, maka tidak ada shalat baginya". (HR. Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Mardawaih).

2. Dari Jabir ra. berkata, "Seseorang melaporkan kepada Nabi saw. bahwasanya si Fulan mengerjakan shalat (di malam hari), tetapi apabila tiba pagi hari, ia mencuri". Nabi saw. menjawab, "Shalatnya tidak berapa lama lagi akan menghentikannya dari (dosa) yang dikatakannya itu". (HR. Al-Bazzar).


6.     Shalat sebagai Kafarah (Penebus) atas Dosa-dosa yang diperbuatnya

1. Dari 'Utsman bin 'Affan ra. berkata : "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : "Setiap orang Islam yang apabila waktu shalat fardhu tiba kemudian menyempurnakan wudhu, dan khusyu' di dalam shalat, niscaya shalatnya itu menjadi kafarah (penebus) atas dosa-dosa yang diperbuat sebelumnya selama tidak melakukan dosa besar. Yang demikian itu untuk sepanjang masa". (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda : "Shalat yang lima, dan Jum'at yang satu hingga Jum'at berikutnya adalah kafarat (penebus) atas dosa-dosa yang diperbuatnya di antara waktu itu selama dijauhinya dosa-dosa besar". (HR. Muslim).

3. Dari Ibnu Mas'ud ra. bahwasanya ada seorang laki-laki mencium seorang perempuan kemudian ia datang kepada Nabi saw. dan menceriterakan apa yang diperbuatnya, lantas Allah Ta'ala menurunkan ayat : "AQIMISH SHALAATA THARAFAYIN NAHAARI WAZULAFAM MINALLAILI INNAL HASANAATI YUDZHIBNAS SAYYIAAT" ("Dan dirikanlah shalat pada waktu pagi dan sore serta sebagian dari waktu malam karena sesungguhnya kebaikan itu dapat menghapus dosa-dosa". QS. Huud, 11 : 114)). Orang laki-laki itu bertanya : "Apakah ini khusus untuk diri saya?". Beliau menjawab : "Untuk semua ummatku tanpa kecuali".
(HR. Bukhari dan Muslim).

4. Dari Abu Hurairah ra. berkata : "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : "Bagaimana pandanganmu seandainya pada pintu salah seorang di antara kamu sekalian ada sebuah sungai dimana ia mandi setiap hari lima kali dari sungai itu; apakah masih tertinggal sesuatu kotorannya?". Para shahabat menjawab : "Tidak". Beliau bersabda lagi : "Demikianlah perumpamaan shalat yang lima dimana Allah menghapus dosa-dosa dengannya".
(HR. Bukhari dan Muslim).

5. Dari Jabir ra. berkata, Rasulullah saw bersabda : "Perumpamaan shalat yang lima itu adalah seperti sungai yang penuh air mengalir pada pintu salah seorang di antara kamu sekalian dimana ia mandi lima kali setiap hari dari sungai itu". (HR. Muslim).


6. Dari Abu Dzar ra., sesungguhnya Rasulullah saw. pernah keluar dari rumahnya ketika musim gugur. Rasulullah saw. mengambil sebuah ranting pohon, kemudian beliau mengguncang-guncangkannya, sehingga berguguran daun-daunnya. Beliau bersabda, "Wahai Abu Dzar," Abu Dzar menyahut, "Labbaik ya Rasulullah", Beliau bersabda, "Sesungguhnya apabila seorang Muslim menunaikan shalatnya semata-mata karena Allah, maka dosa-dosanya akan berguguran sebagaimana daun-daun ini gugur dari rantingnya". (HR. Ahmad).



7.     Bahayanya Meninggalkan Shalat

1. Dari Jabir bin Abdullah r.huma berkata, "Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Pemisah antara seseorang dengan syirik dan kufur adalah meninggalkan shalat". (HR. Muslim).
2. Dari Ibnu Abbas r.huma, berkata, Rasulullah saw. bersabda , "Barangsiapa yang meninggalkan shalat, maka ia akan menjumpai Allah dalam keadaan Allah murka padanya".
(HR. Bazzar dan Thabrani)

3. Dari Naufal bin Mu'awiyah ra., sesungguhnya Nabi saw. bersabda, "Barangsiapa yang terluput satu shalatnya, maka seolah-olah telah dirampas keluarga dan hartanya".
(HR. Ibnu Hibban).






Tidak ada komentar:

Posting Komentar