FADHILAH SHOLAT
Shalat lima waktu merupakan kewajiban bagi setiap
mukmin
Firman Allah
Ta'ala :
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman,
mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat
pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak
(pula) mereka bersedih hati." (QS. Al Baqarah, 2 : 277)
"Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman:
"Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki yang Kami
berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang
hari (kiamat) yang pada bari itu tidak ada jual beli dan persahabatan."
(QS. Ibrahim, 14 : 31)
1. Dari Abu Qatadah
bin Rib'i r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, Allah 'Azza Wajalla
berfirman, "Sesungguhnya Aku telah memfardhukan kepada ummatmu shalat lima
waktu dan Aku telah bersumpah pada diri-Ku bahwa barangsiapa yang datang (pada
hari kiamat) sedang ia menjaga shalat yang lima ini tepat pada waktunya,
niscaya Aku akan memasukkannya ke dalam surga. Dan barangsiapa yang tidak
menjaga shalat yang lima ini, maka tidak ada perjanjian baginya dari
sisi-Ku".
(HR. Abu Dawud).
2.
Dari Ubadah bin Shamit ra. berkata, "Aku mendengar Rasulullah saw.
bersabda, "Lima kali shalat telah difardhukan oleh Allah 'Azza Wajalla.
Barangsiapa yang menyempurnakan wudhunya, mengerjakannya tepat pada waktunya,
menyempurnakan ruku'nya dan kekhusyu'annya, maka baginya Allah berjanji bahwa
Dia akan mengampuninya. Namun barangsiapa tidak mengerjakannya demikian, maka
baginya Allah tidak mempunyai perjanjian, jika Dia menghendaki, maka Dia
mengampuninya, dan jika Dia menghendaki, Dia juga dapat mengazabnya". (HR.
Abu Dawud).
3. Dari Hanzalah
Al-Usaidi ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa menjaga
shalat yang lima waktu, menjaga wudhunya (dengan sempurna), menjaga
waktu-waktunya, menjaga ruku' dan sujudnya (dengan sempurna), dan memandang
bahwasanya ia adalah hak Allah atas dirinya, maka diharamkan atasnya api
neraka". (HR. Ahmad).
4. Dari Utsman bin 'Affan ra. bahwasanya Rasulullah
saw. bersabda, "Barangsiapa yang mengetahui bahwa shalat adalah hak yang
wajib (ditunaikan), maka dia masuk surga".
(HR. Abdullah bin Ahmad dalam Ziyadatnya, Abu
Ya'la, tetapi dalam riwayatnya ia mengatakan, "Hak yang ditetapkan dan
wajib", Al Bazzar dengan matan yang sama, sedang para perawinya dapat
dipercaya – Majma'uz Zawaid, II / 15).
5. Dari Ibnu 'Umar
r.huma berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Tidak ada iman (yang sempurna)
bagi orang yang tidak amanah (tidak jujur), tidak ada shalat bagi orang yang
tidak berwudhu, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak shalat. Sesungguhnya
kedudukan shalat dalam agama adalah seperti kedudukan kepala pada badan. (HR. Thabrani).
2.
Membawa Sifat
Shalat Diwujudkan (dalam kehidupan sehari-hari)
" … Kamu lihat mereka ruku' dan sujud
mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka
mereka dari bekas sujud. …".
(QS.
Al Fat-h, 48 : 19).
3. Shalat sebagai sarana menyelesaikan masalah
Firman Allah
Ta'ala :
45. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan
Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang
khusyu',
46. (yaitu)
orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka
akan kembali kepada-Nya. (QS. Al-Baqarah, 2 : 45 – 46).
"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan
bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah
yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang
bertaqwa." (QS. Thaahaa, 20 : 132).
1. "Dari Hudzaifah
ra. berkata, "Apabila Rasulullah saw. menemui suatu kesulitan, maka beliau
segera mengerjakan shalat". (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Jarir).
2. "Dari Abdullah
bin Amr r.huma, dari Nabi saw. bahwa pada suatu hari beliau menyebutkan tentang
shalat, lalu beliau bersabda, "Barangsiapa yang menjaga shalatnya, maka
akan menjadi nur, pembela, dan keselamatan baginya pada hari kiamat; dan
barangsiapa yang tidak menjaga shalatnya, maka tidak akan menjadi nur, pembela,
dan keselamatan baginya (pada hari kiamat). Dan pada hari kiamat nanti, ia akan
digolongkan bersama Fir'aun, Hamman, dan Ubay bin Khalaf". (HR. Ahmad dan
Thabrani).
4. Dengan Shalat akan Menstabilkan Jiwa
Firman Allah
Ta'ala :
19. Sesungguhnya manusia
diciptakan bersifat keluh kesah lagi
kikir.
20. Apabila
ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,
21. Dan
apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,
22. Kecuali
orang-orang yang mengerjakan shalat,
23. Yang
mereka itu tetap mengerjakan shalatnya.
(QS. Al-Ma'aarij, 70 : 19 – 23)
"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang
hak) selain aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku."
(QS. Thaaha, 20 : 14).
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi
tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah
hati menjadi tenteram".
(QS. Ar Ra'd, 13 : 28).
"Dari Anas ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda , "Dijadikan sejuk mataku dalam
shalat". (HR. Nasa'i).
5. Shalat dapat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar
Firman Allah Ta'ala :
"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab
(Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari
(perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah
(shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan
Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-Ankabuut, 29 : 45).
1. Dari Imran bin
Husain ra. berkata, bahwa Rasulullah saw. ditanya tentang firman Allah,
"Sesungguhnya shalat itu mencegah dari kejahatan dan kemungkaran",
Rasulullah saw. bersabda : "Barangsiapa shalatnya tidak bisa
menghalanginya dari perbuatan kejahatan dan kemungkaran, maka tidak ada shalat
baginya". (HR. Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Mardawaih).
2. Dari Jabir ra. berkata, "Seseorang
melaporkan kepada Nabi saw. bahwasanya si Fulan mengerjakan shalat (di malam
hari), tetapi apabila tiba pagi hari, ia mencuri". Nabi saw. menjawab,
"Shalatnya tidak berapa lama lagi akan menghentikannya dari (dosa) yang
dikatakannya itu". (HR. Al-Bazzar).
6. Shalat sebagai Kafarah (Penebus) atas Dosa-dosa
yang diperbuatnya
1. Dari 'Utsman bin 'Affan ra. berkata : "Saya
mendengar Rasulullah saw. bersabda : "Setiap orang Islam yang apabila
waktu shalat fardhu tiba kemudian menyempurnakan wudhu, dan khusyu' di dalam
shalat, niscaya shalatnya itu menjadi kafarah (penebus) atas dosa-dosa yang
diperbuat sebelumnya selama tidak melakukan dosa besar. Yang demikian itu untuk
sepanjang masa". (HR. Bukhari dan Muslim).
2. Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw.
bersabda : "Shalat yang lima, dan Jum'at yang satu hingga Jum'at
berikutnya adalah kafarat (penebus) atas dosa-dosa yang diperbuatnya di antara
waktu itu selama dijauhinya dosa-dosa besar". (HR. Muslim).
3. Dari Ibnu
Mas'ud ra. bahwasanya ada seorang laki-laki mencium seorang perempuan kemudian
ia datang kepada Nabi saw. dan menceriterakan apa yang diperbuatnya, lantas
Allah Ta'ala menurunkan ayat : "AQIMISH SHALAATA THARAFAYIN NAHAARI
WAZULAFAM MINALLAILI INNAL HASANAATI YUDZHIBNAS SAYYIAAT" ("Dan
dirikanlah shalat pada waktu pagi dan sore serta sebagian dari waktu malam
karena sesungguhnya kebaikan itu dapat menghapus dosa-dosa". QS. Huud, 11
: 114)). Orang laki-laki itu bertanya : "Apakah ini khusus untuk diri
saya?". Beliau menjawab : "Untuk semua ummatku tanpa kecuali".
(HR. Bukhari
dan Muslim).
4. Dari Abu Hurairah ra. berkata : "Saya
mendengar Rasulullah saw. bersabda : "Bagaimana pandanganmu seandainya
pada pintu salah seorang di antara kamu sekalian ada sebuah sungai dimana ia
mandi setiap hari lima kali dari sungai itu; apakah masih tertinggal sesuatu
kotorannya?". Para shahabat menjawab : "Tidak". Beliau bersabda
lagi : "Demikianlah perumpamaan shalat yang lima dimana Allah menghapus
dosa-dosa dengannya".
(HR. Bukhari dan Muslim).
5. Dari Jabir ra. berkata, Rasulullah saw bersabda :
"Perumpamaan shalat yang lima itu adalah seperti sungai yang penuh air
mengalir pada pintu salah seorang di antara kamu sekalian dimana ia mandi lima
kali setiap hari dari sungai itu". (HR. Muslim).
6. Dari Abu Dzar ra., sesungguhnya Rasulullah saw.
pernah keluar dari rumahnya ketika musim gugur. Rasulullah saw. mengambil
sebuah ranting pohon, kemudian beliau mengguncang-guncangkannya, sehingga
berguguran daun-daunnya. Beliau bersabda, "Wahai Abu Dzar," Abu Dzar
menyahut, "Labbaik ya Rasulullah", Beliau bersabda,
"Sesungguhnya apabila seorang Muslim menunaikan shalatnya semata-mata
karena Allah, maka dosa-dosanya akan berguguran sebagaimana daun-daun ini gugur
dari rantingnya". (HR. Ahmad).
7. Bahayanya Meninggalkan Shalat
1. Dari Jabir bin Abdullah r.huma berkata,
"Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Pemisah antara seseorang
dengan syirik dan kufur adalah meninggalkan shalat". (HR. Muslim).
2. Dari Ibnu Abbas r.huma, berkata, Rasulullah saw.
bersabda , "Barangsiapa yang meninggalkan shalat, maka ia akan menjumpai
Allah dalam keadaan Allah murka padanya".
(HR. Bazzar dan Thabrani)
3. Dari Naufal bin Mu'awiyah ra., sesungguhnya Nabi
saw. bersabda, "Barangsiapa yang terluput satu shalatnya, maka seolah-olah
telah dirampas keluarga dan hartanya".
(HR. Ibnu Hibban).
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar