Senin, 09 Maret 2015

FADHILAH ORANG MISKIN



FADHILAH ORANG MISKIN


1. Dari Abu Hurairah ra. berkata, Nabi saw. ber-sabda : "Bukanlah orang miskin itu orang yang ter-giur oleh satu dan dua butir biji korma, dan bukan pula orang yang tergiur oleh satu dan dua suap ma-kanan; tetapi orang miskin adalah orang yang bisa menjaga kehormatan dirinya". (Riwayat Bukhari dan Muslim).
Dalam riwayat lain dikatakan : "Bukanlah orang miskin itu orang yang berkeliling kepada sesama manusia karena tergiur oleh satu dan dua suap ma-kanan, serta tergiur oleh satu dan dua butir biji kor-ma; tetapi orang miskin yaitu orang tidak mempu-nyai harta untuk mencukupi kebutuhannya dan tidak pernah terlintas dalam hatinya untuk mengharapkan shadakah serta tidak pernah berjalan untuk minta-minta kepada orang lain".

2. Dari Abdullah bin Mas'ud ra. berkata bahwa Ra-sulullah saw. bersabda, "Barangsiapa ditimpa suatu keperluan (kemiskinan), lalu ia menampakkannya (-mengadukan keadaannya) kepada manusia, maka ti-dak akan hilang kemiskinannya, Dan barangsiapa ditimpa keperluan, lalu ia mengadu kepada Allah, maka Allah swt. akan memberinya rezeki baik de-ngan segera maupun dengan ditunda." (HR. Tirmi-dzi. Katanya, "Ini Hadits hasan shahih gharib." Bab Kesusahan di dunia dan disukainya kesusahan itu, Hadits nomor 2326)
.
3. Dari Abu 'Abdurrahman 'Auf bin Malik Al Asy-ja'i ra. berkata : "Ketika kami sedang duduk bersa-ma-sama dengan Rasulullah saw. dimana kami se-mua berjumlah sembilan, atau delapan, atau tujuh : kemudian beliau bertanya : "Apakah kamu sekalian tidak akan berbai'at kepada Rasulullah saw. ?"; pa-dahal kami baru saja berbai'at. Maka kami menja-wab : "Kami telah berbai'at kepada tuan wahai Ra-sulullah". Beliau bertanya lagi : "Apakah kamu se-kalian tidak akan berbai'at kepada Rasulullah saw. ?". Kemudian kami mengulurkan tangan dan berka-ta : "Kami telah berbai'at kepada tuan wahai Rasu-lullah, maka dalam hal apakah kami harus berbai'at kepada tuan ?". Beliau menjawab : "Kamu sekalian harus menyembah kepada Allah Dzat yang maha Esa dan kamu sekalian tidak boleh memperse-kutu-kannya dengan sesuatu apa pun ; shalat lima waktu ; serta kamu harus selalu mendengarkan dan menta-ati segala perintahNya".
Dan beliau berbisik : "Janganlah kamu sekalian me-minta-minta sesuatu apa pun kepada sesama manu-sia". Maka sungguh saya telah menyaksikan bahwa ada salah seorang di antara kelompok ini yang cam-buknya jatuh tetapi ia tidak meminta kepada seseo-rang untuk mengambilkan cambuknya itu".
(Riwayat Muslim).                                         

4. Dari 'Abdurrahman Mua'wiyah bin Abu Sufyan Shakhr bin Hazb ra. berkata : Rasulullah saw. ber-sabda : "Janganlah kamu sekalian mendesak dalam meminta-minta. Demi Allah, tidak ada salah seo-rang di antara kamu sekalian meminta sesuatu ke-padaku kemudian aku dengan rasa terpaksa membe-rikan sesuatu itu kepadanya kok akan mendapatkan barakah di dalam apa yang kuberikannya itu".    (Riwayat Muslim).

5. Dari Ibnu 'Umar ra. bahwasannya Nabi saw. ber-sabda : "Seseorang di antara kamu sekalian akan se-lalu meminta-minta sehingga ia nanti berhadapan dengan Allah ta'ala sedangkan mukanya tidak ada dagingnya sama sekali". (Hr. Bukhari dan Muslim).                           

6. Dari Ibnu 'Umar ra. bahwasannya ketika Rasu-lullah saw. berada di atas mimbar dan sedang mem-bicarakan masalah shadakah dan menjaga diri dari meminta-minta, beliau bersabda : "Tangan yang di atas itu lebih baik daripada tangan yang dibawah. Tangan yang di atas adalah tangan yang memberi dan tangan yang di bawah adalah tangan yang me-minta-minta". (Hr.  Bukhari dan Muslim).

7. Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda : "Barang siapa yang meminta-minta ke-pada sesama manusia dengan tujuan untuk mem-perbanyak kekayaannya maka sesungguhnya ia meminta bara api ; terserahlah padanya apakah ia akan mengumpulkan sedikit saja atau akan mem-perbanyaknya". (Riwayat Muslim).

8. Dari Samurah bin Jundub ra. berkata, Rasu-lullah saw. bersabda : "Sesungguhnya meminta-minta itu adalah suatu topeng yang diperbuat oleh seseorang pada dirinya sendiri kecuali bila seseo-rang meminta kepada penguasa atau karena keada-an yang sangat memaksa" (Riwayat at Turmudzy).

9. Dari Ibnu Mas'ud ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda : "Barangsiapa yang tertimpa kemiskinan kemudian ia mengadukannya kepada sesama ma-nusia maka tidak akan tertutuplah kemiskinannya itu. Dan barangsiapa yang mengadukannya kepada Allah, maka Allah akan memberinya rezeki baik dengan segera ataupun lambat". (Riwayat Abu Da-ud dan At Turmudzy).

10. Dari Tsauban ra. berkata, Rasulullah saw. ber-sabda : "Siapa yang berani menjaminkan dirinya kepadaku untuk tidak meminta sesuatu apa pun kepada sesama manusia dan oleh karena itulah aku akan menjaminkan kepadanya dengan sorga ?". 
Saya menjawab : "Saya". Maka ia tidak pernah meminta sesuatu apapun kepada seseorang.        (Riwayat Abu Daud)

11. Dari Abu Bisyr Qabishah bin Al Mukhariq ra. berkata : "Saya adalah orang yang menanggung beban yang sangat berat, maka saya datang ke-pada Rasulullah saw. untuk meminta bantuan guna meringankan beban itu, kemudian beliau bersab-da : "Tunggulah sampai ada zakat datang ke sini nanti kami suruh si 'amil untuk memberi bagian kepadamu". Kemudian beliau bersabda : "Wahai Qabishah, sesungguhnya meminta-minta itu tidak diperbolehkan kecuali karena salah satu di antara tiga sebab, yaitu : seseorang yang menanggung beban sangat berat maka ia boleh meminta-minta sehingga bisa memperingan bebannya kemudian ia mengekang dirinya dengan tidak meminta-min-ta lagi ; seseorang yang tertimpa kecelakaan yang habis hartanya maka ia boleh meminta-minta se-hingga bisa memperoleh kehidupan yang layak; dan seseorang yang sangat miskin sehingga ada ti-ga orang yang bijaksana di antara kaumnya me-ngatakan : "Si Fulan benar-benar miskin", maka ia boleh meminta-minta sehingga ia bisa mempero-leh kehidupan yang layak. Wahai Qabishah, me-minta-minta yang selain karena tiga sebab di atas maka itu adalah usaha yang haram, dan orang yang memakannya berarti makan barang haram".                                                     (Riwayat Muslim).  

12. Dari Salim bin 'Abdullah bin 'Umar dari ayah-nya 'Abdullah bin 'Umar dari 'Umar ra. berkata : "Rasulullah saw. memberi suatu pemberian kepa-da saya, kemudian saya berkata : "Wahai Rasulu-llah, berikanlah pemberian itu kepada orang yang lebih membutuhkannya dari pada saya". Beliau bersabda : terimalah ; bila datang kepadamu sesu-atu dari harta benda ini sedangkan kamu tidak mengharap-harapkan dan meminta maka terimalah kemudian terserah mau diapakan, boleh kamu ma-kan dan boleh kamu shadakahkan. Dan bila tidak demikian maka janganlah kamu menurutkan hawa nafsumu untuk memperolehnya".                                                                                            Salim berkata : "Maka 'Abdullah tidak pernah me-minta sesuatu apa pun kepada seseorang dan tidak pernah menolak pemberian yang diberikan kepa-danya". (Riwayat Bukhari dan Muslim).  

13. Dari Abu 'Abdullah bin Mughaffal ra. berkata : "Ada seseorang berkata kepada Nabi saw. : "Wa-hai Rasulullah; demi Allah saya mencintai tuan". Beliau bersabda : "Pertimbangkanlah benar-benar terhadap apa yang kamu katakan". Ia berkata : "Demi Allah, sungguh saya mencintai tuan"; ia mengulanginya tiga kali. Kemudian beliau bersab-da : "Bila kamu benar-benar mencintai aku maka bersiap-siaplah menghadapi kemiskinan dengan mengikatkan pinggang, karena sesungguhnya ke-miskinan itu lebih cepat sampainya bagi orang yang mencintai aku melebihi cepatnya air bah sampai ke dalam jurang".(Riwayat At Turmudzy).

14. Dari 'Abdullah bin Masiud ra. berkata : Rasu-lullah saw. tidur di atas tikar dan ketika bangun terlihat bekas tikar itu di pinggangnya, kemudian kami berkata : "Bagaimana kalau kami menye-diakan kasur untuk tuan ?". Beliau bersabda : "A-pakah artinya dunia ini bagi diriku. Aku di dunia ini hanyalah seperti orang yang bepergian yang berteduh di bawah pohon kemudian pergi dan me-ninggalkannya".  (Riwayat at Turmudzy).

15. Dari Ibnu 'Abbas dan 'Imran bin Hushain ra. dari Nabi saw., beliau bersabda : "Aku menengok ke sorga dan yang kulihat kebanyakan penghuni-nya adalah orang-orang miskin; serta aku mene-ngok ke neraka dan yang kulihat kebanyakan penghuninya adalah perempuan".(Hr. Bukhari dan Muslim).

16. Dari Usamah bin Zaid ra. dari Nabi saw., beli-au bersabda : "Aku berdiri di depan pintu sorga maka kebanyakan orang yang masuk ke dalamnya adalah orang-orang miskin, sedangkan orang-o-rang kaya masih ditahan, hanya saja mereka yang termasuk penghuni neraka telah diperintahkan un-tuk masuk ke dalam neraka". (Riwayat Bukhari dan Muslim).

17. Dari 'Aisyah ra. berkata : "Alas tidur Rasu-lullah saw. terbuat dari kulit yang berisi sabut". (Hr. Bukhari).                                    

18. Dari Ibnu 'Umar ra. berkata : "Ketika kami se-dang duduk bersama Rasulullah saw. tiba-tiba da-tanglah seorang shahabat Anshar dan memberikan salam kepada beliau kemudian shahabat Anshar i-tu akan meninggalkan kami; lantas Rasulullah saw. bertanya : "Wahai saudara Anshar, bagaima-na keadaan saudaraku sa'ad bin 'Ubadah ?". Ia menjawab : "Baik-baik saja". Kemudian Rasulu-llah saw. bersabda : "Siapakah di antara kalian yang akan menjenguknya ?". Maka beliau bangkit dan kami pun bangkit menyertainya; kami semua berjumlah belasan orang, tidak ada seorang pun yang memakai sandal, sepatu, kupiah dan kemeja; Kami semua berangkat dengan pakaian yang sa-ngat sederhana sehingga kami sampai kerumah Sa'ad. Kemudian mundurlah keluarga yang me-ngelilingi Sa'ad sehingga Rasulullah saw. dan para shahabat yang menyertainya mendekat kepada-nya". (Riwayat Muslim).
                  
19. Dari 'Imran bin Hushain ra. dari Nabi saw., beliau bersabda : "Sebaik-baik kamu sekalian ada-lah yang hidup pada abadku ini, kemudian mereka yang hidup sesudah mereka, dan kemudian mere-ka yang hidup sesudah mereka". "Imran berkata : "Saya tidak tahu persis apakah Nabi saw. mengu-capkannya dua kali atau tiga kali". (Nabi bersabda lagi) : "Kemudian setelah mereka akan datang su-atu kaum yang maju menjadi saksi walaupun me-reka tidak diminta untuk menjadi saksi, mereka berkhianat dan tidak dapat dipercaya, mereka ber-nadzar tetapi mereka tidak menepatinya, dan akan ada di antara mereka yang gemuk-gemuk". (Riwa-yat Bukhari dan Muslim).

20. Dari Ibnu 'Abbas ra. berkata : "Rasulullah saw. sering bermalam pada beberapa malam berturut-turut dalam keadaan lapar sedangkan keluarganya tidak mempunyai perrsediaan untuk makan malam ; dan roti yang sering mereka miliki adalah roti gandum". (Riwayat At Turmudzy).

21. Dari Fadlalah bin 'Ubaid ra. bahwasannya se-ring bila Rasulullah saw. mengimami shalat ada o-rang-orang yang tersungkur jatuh di dalam shalat karena kelaparan, mereka itu adalah ahli suffah ; sehingga orang-orang Badui berkata : "Mereka itu adalah orang gila". Maka ketika Rasulullah saw. selesai shalat, beliau mendekati mereka dan ber-sabda : "Seandainya kamu sekalian mengetahui pahala yang disediakan Allah untuk kam sekalian niscaya kamu sekalian akan meningkatkan kemis-kinan dan kelaparanmu". (Hr.At Tirmidzi).                                           

22. Dari Abu Karimah Al Miqdad bin Ma'dikariba ra. berkata : "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : "Tidaklah lebih berbahaya seseorang i-tu memenuhi suatu bejana melebihi bahayanya memenuhi perut. Cukuplah bagi anak Adam bebe-rapa suap makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya ; dan seandainya ia tidak mampu berbuat seperti itu maka sepertiga untuk makan-an, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk nafasnya".    (Riwayat at Turmudzy).

23. Dari Abu Umamah Iyas bin Tsa'labah al An-shary al Haritsy ra. berkata : "Pada suatu hari para shahabat Rasulullah saw. membicarakan masalah dunia, kemudian Rasulullah saw. bersabda : "Apa-kah kamu sekalian tidak mendengar, apakah kamu sekalian tidak mendengar ?. Sesungguhnya bisa mengacaukan iman, sesungguhna bisa mengacau-kan iman ; maksudnya mendangkalkan".   (Riwayat Abu Daud).

24. Dari Haritsah bin Wahb ra. berkata : "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : "Maukah kamu sekalian kuberitahu tentang penghuni sorga ?. Yaitu setiap orang yang lemah dan diremehkan, tetapi kalau ia berbuat baik kepada Allah niscaya Allah menganggapnya bagus. Dan maukah kamu sekalian kuberitahu tentang penghuni neraka ?. Yaitu setiap orang yang kasar, keras dan som-bong". (Riwayat Bukhari dan Muslim).

25. Dari Abul 'Abbas Sahl bin Sa'd As Sa'idy ra. berkata : "Ada seorang laki-laki lewat di depan Nabi saw. kemudian be-liau bertanya kepada sha-habat yang duduk di sampingnya : "Bagaimana pandanganmu tentang orang yang baru lewat itu ?. Shahabat itu menjawab : "Orang itu termasuk bangsawan; demi Allah orang itu sangat pantas untuk diterima bila meminang dan bila ia meno-long memintakan bantuan niscaya akan berhasil". Rasulullah saw. diam. Kemudian ada pula sese-orang yang lewat, lantas Rasulullah saw. bertanya kepada shahabatnya : "Bagaimana pandanganmu tentang orang yang baru lewat itu ?". Shahabat itu menjawab : "Wahai Rasulullah, orang itu terma-suk orang Islam yang fakir. Orang itu pantasnya bila meminang tidak diterima dan bila menolong memintakan bantuan niscaya tidak akan berhasil, dan bila ia berkata niscaya tidak akan didengar perkataannya itu". Rasulullah saw. bersabda : "O-rang itu lebih baik daripada apa yang memenuhi bumi. Orang itu seperti ini". (Hr. Bukhari dan Muslim).

26. Dari Abu Sa'id Al Khudry ra. dari Nabi saw., beliau bersabda : "Sorga dan neraka berdebat. Ne-raka berkata : "Orang-orang yang sombong dan ta-kabur berada pada saya". Sorga berkata : "Orang-orang yang lemah dan miskin berada pada saya". Kemudian Allah memberi keputusan kepada ke-duanya : "Wahai sorga, sesungguhnya kamu ada-lah rahmatKu, Aku memberi rahmat dengan kamu kepada siapa saja yang Kukehendaki. Dan wahai neraka, sesungguhnya kamu adalah siksaanKu, A-ku menyiksa dengan kamu kepada siapa saja yang Kukehendaki. Masing-masing dari kamu sorga dan neraka Akulah yang akan menentukan isinya".
                                                                   (Riwayat Muslim).
27. Dari Abu Hurairah ra. dari Rasulullah saw., beliau bersabda : "Bahwasannya nanti pada hari kiamat akan datang seseorang yang besar lagi ge-muk tetapi di sisi Allah tidak bernilai walaupun seberat sayap nyamuk".(Hr. Bukhari dan Muslim).

28. Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya ada seo-rang perempuan hitam atau seorang pemuda yang biasa menyapu masjid tidak terlihat oleh Rasulu-llah saw., maka beliau mempertanyakannya. Para shahabat mengatakan bahwa orang itu telah mati. Beliau bertanya : "Kenapa kamu sekalian tidak mau memberitakannya kepadaku ?". Seakan-akan para shahabat menganggap remeh pekerjaan orang yang biasa menyapu masjid itu. Kemudian beliau bersabda : "Tunjukkanlah kepadaku di mana orang itu dikubur ?". Para Shahabat menunjukkan ku-burnya, kemudian beliau shalat untkunya dan ber-sabda : "Sesungguhnya kubur ini penuh dengan kegelapan bagi penghuninya, dan sesungguhnya Allah ta'ala meneranginya karena shalatku atas mereka. (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim

29. Dari Usamah ra. dari Nabi saw., beliau ber-sabda : "Aku berdiri di depan pintu sorga maka kebanyakan orang yang masuk ke dalamnya ada-lah orang-orang yang miskin; sedangkan orang-o-rang kaya masih tertahan, hanya saja yang ahli ne-raka sudah diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka. Dan aku berdiri di depan pintu neraka ma-ka kebanyakan orang yang masuk ke dalamnya a-dalah orang-orang perempuan".
                              (Riwayat Bukhari dan Muslim).

30. Dari Abu Hurairah ra. berkata, Nabi saw. ber-sabda : "Banyak orang yang kusut dan semua pin-tu rumah tertutup buat dirinya tetapi bila ia berbu-at baik kepada Allah niscaya Allah menganggap bagus orang itu". (Riwayat Muslim).

31. Dari Anas ra. berkata, "Aku mendengar Rasu-lullah saw. bersabda, "Banyak orang yang rambut-nya kusut, badannya berdebu, dan pakaiannya lu-suh, tertolak dari pintu-pintu manusia, namun se-andainya mereka bersumpah atas nama Allah (me-ngadu kepada Allah), niscaya Allah akan menga-bulkannya." (Hr. Thabarani dalam al awsath. Da-lam sanadnya terdapat Abdullah bin Musa at Tai-mi, ia dipandang tsiqat. Sedang sebagian para pe-rawi lainnya adalah shahih – Majma'uz Zawa-'id I/466).
      Keterangan : Hadits ini mengajarkan bahwa seseorang tidak boleh memandang rendah terha-dap orang yang berpenampilan lusuh, rambutnya kusut, dan badanya penuh debu (karena sangat miskin), karena di antara mereka banyak hamba-hamba Allah yang istimewa. Tetapi bukan berarti Hadits ini menggalakkan supaya berpenampilan demikian. (Ma'ariful Hadits).
32. Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw., beliau bersabda : "Tidak ada bayi yang bisa berbicara ke-cuali tiga yaitu : "Isa putra Maryam, dan bayi yang menyelamatkan Juraij. Juraij adalah seorang laki-laki yang sangat rajin beribadah serta ia membuat biara dimana ia selalu berada di dalamnya. Suatu saat ibunya datang sedangkan ia baru shalat, dan ibunya memanggil : "Wahai Juraij". Ia berkata da-lam hati : "Wahai Tuhan, ini ada Ibuku tetapi saya baru shalat". Ia menyelesaikan shalatnya dan ibu-nya pulang. Esok harinya ibunya datang lagi dan ia sedang shalat; ibunnya memanggil : "Wahai Ju-raij". Ia berkata dalam hati : "Aduh Tuhan, ini ada ibuku saya baru shalat". Ia menyelesaikan shalat-nya. Esok harinya ibunya datang lagi dan ia se-dang shalat ; ibunya memanggil : "Wahai Juraij". Ia berkata dalam hati : "Aduh Tuhan, ini ada ibuku tetapi saya baru shalat". Ia menyelesaikan sha-latnya. Kemudian ibunya berdo'a : "Wahai Allah, janganlah Engkau mematika Juraij sebelum ia berurusan dengan pelacur". Juraij memang salah se-orang Bani Israil yang terkenal tekun beribadah. Waktu itu ada perempuan jahat yang cukup cantik berkata : "Seandainya ka-mu sekalian menghendaki saya sanggup menguji Juraij". Kemudian perempuan itu datang dan mengganggu Juraij, tetapi ia tidak tergoda sedikit pun. Perempuan itu datang kepada seorang peng-gembala dan diajaknya ke biara Juraij serta meng-ajaknya untuk berbuat zina; dan penggembala itu pun berbuat zina sehingga perempuan itu mengan-dung. Ketika perempuan itu melahirkan seorang bayi ia berkata : "Bayi ini adalah hasil persetubuh-anku dengan Juraij". Kemudian orang-orang Bani Israil datang kepada Juraij dan memaksanya untuk turun serta dirobohkanlah biaranya itu dan mereka memukul-mukulnya. Juraij berkata : " Kenapa ka-mu sekalian berbuat seperti ini ?".  Mereka men-jawab : " Engkau berbuat zina dengan pelacur ini hingga melahirkan seorang bayi". Juraij bertanya : "Mana bayinya ?". Mereka membawa bayi itu dan Juraij berkata : "Tunggulah dulu saya akan shalat". Juraij pun shalat, dan ketika telah selesai Juraij da-tang kepada bayi itu dan dipijitlah perut bayi itu sambil ditanya : "Wahai bayi, siapakah bapakmu ?". Bayi itu menjawab : "Si Fulan yang peng-gembala itu". Orang-orang Bani Israil terus men-cium dan minta maaf kepada Juraij serta berkata : "Kami akan membangunkan sebuah biara dari e-mas untuk kamu". Jawab Juraij : "Jangan, bangun-kanlah kembali biara dari tanah sebagaimana se-mula". Maka mereka pun membangunkan biara untuk Juraij.
Bayi lain yang bisa bisa berbicara yaitu seorang bayi yang sedang menetek pada ibunya kemudian lewatlah seorang laki-laki yang berkendaraan sa-ngat bagus dan orang itu berparas tampan, maka ibunya berdo'a : "Wahai Allah, jadikanlah anak sa-ya ini seperti orang itu". Kemudian bayi itu mele-paskan tetek itu serta berpaling dan melihat orang itu lantas berdo'a : "Wahai Allah, janganlah eng-kau jadikan saya seperti orang itu". Kemudian ia menetek lagi (seolah-olah saya masih melihat Ra-sulullah saw. sewaktu menceriterakan cara ia me-netek yaitu beliau melomot jari penunjiknya ke dalam mulut dan mengisapnya, kemudian bersab-da) : "Mereka berjalan dan mendapatkan seorang budak perempuan yang sedang dipukuli oleh o-rang-orang dan mereka berkata : "Kamu berbuat zina, kamu mencuri". Budak itu hanyaberkata : "Hasbiyallaahu wani'malwakill". Maka ibu bayi i-tu berdo'a : "Wahai Allah janganlah Engkau jadi-kan anak saya ini seperi budak itu". Kemudian ba-yi itu melepaskan tetek itu dan melihat budak itu, serta berdo'a : "Wahai Allah, jadikanlah saya seperti budak itu". Setelah itu terjadilah dialog antara ibu dan bayi itu, dimana ibunya berkata : "Tadi ada seorang laki-laki yang sangat bagus ke-adaannya kemudian saya berdo'a : "Wahai Allah, jadikanlah anak saya seperti orang itu". Tetapi ka-mu berdo'a : "Wahai Allah, janganlah Engkau ja-dikan saya seperti orang itu". Dan ketika ada seo-rang budak yang sedang dipukuli dandituduh  : "Kamu berzina, kamu mencuri". Dan saya berdo'a : "Wahai Allah, janganlah Engkau jadikan anak saya seperti itu". tetapi kamu berdo'a : "Wahai Al-lah, jadikanlah saya seperti budak itu".
Kemudian bayi berkata : "Seungguhnya orang la-ki-laki itu adalah orang sombong, oleh karena itu saya berdo'a : "Wahai Allah, janganlah Engkau ja-dikan saya seperti orang itu"; dan sesungguhnya budak yang dituduh : "Kamu berzina", sebenar-nya ia tidaklah berzina; dan ia dituduh : "Kamu mencuri", sebenarnya ia tidaklah mencuri. Oleh karena itu saya berdo'a : "Wahai Allah, jadikanlah saya seperti budak itu". (Riwayat Bukhari dan Muslim).

33. Dari Jabir bin Abdullah r. huma, sesungguh-nya Rasulullah saw. bersabda, "Orang-orang mu-slim yang miskin akan masuk surga 40 tahun lebih dulu daripada orang-orang muslim yang kaya."         (Hr. Turmudzy, bab Dalil bahwa kaum muhajirin yang miskin ……, Hadits nomor 2355

34. Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Orang-orang (muslim) yang miskin a-kan masuk surga se-tengah hari lebih dulu dari-pada orang-orang (muslim) yang kaya. Setengah hari sama 500 tahun (menurut perhitungan duni-a)." (Hr. Tirmidzi, katanya, "Ini Hadits hasan sha-hih." Bab Dalil bahwa kaum muhajirin yang mis-kin….., Haduts nomor 2353).
        Keterangan : Dalam hadits yang lalu disebut-kan bahwa orang muslim yang miskin akan memasuki surga 40 tahun sebelum orang muslim yang kaya , sedangkan menurut hadits ini dikata-kan 500 tahun lebih dulu. Secara lahir, tampak ke-dua Hadits ini bertentangan, tetapi sebenarnya bisa dikompromikan sebagai berikut : Perbedaan 40 ta-hun ini adalah bagi orang miskin yang tamak akan harta dan orang kaya yang juga tamak. Sedangkan bagi orang miskin yang zuhud perbedaannya 500 tahun daripada orang kaya yang cinta harta.     (Jami'ul U-shuul IV/672).

35. Dari Abdullah bin Amr r.huma., dari Nabi saw., beliau bersabda, "Kamu sekalian akan ber-kumpul pada hari kiamt, lalu ditanyakan, "Man o-rang-orang faqir miskin dari uamat ini?" Nabi saw. meneruskan sabdanya, "Mendengar pertanya-an itu, maka bangunlah orang-orang miskin. Lalu ditanyakan pada mereka, "Apa yang kalian perbu-at (dengan kemiskinan kalian di dunia)?" mereka menjawab, "Wahai Rabb kami! Engkau telah me-nguji kami (dengan kemiskinan), maka kami ber-sabar, (sementara) Engkau memberikan harta dan kekuasaan kepada orang lain.". Allah berfirman, "Kalian berkata benar." Nabi saw. melanjutkan sabdanya, "Lalu orang-orang miskin ini masuk surga sebelum manusia lainnya, dan tinggallah pa-ra pemilik harta dan kekuasaan yang akan men-jalani hisab yang sangat keras." (Hr. Ibnu Hibban, Berkata pentahqiq, "Isnadnya hasan." XVI/4360).
36. Dari Abdullah bin Amr r.huma., dari Rasulul-lah saw., beliau bersabda, "Tahukah kalian, siapa-kah yang pertama kali akan masuk surga di antara makhluk-makhluk Allah?" Para sahabat menja-wab, "Allah dan RasulNya yang lebih menge-tahui." Beliau bersabda, "Yang pertamakali akan masuk surga di antara makhluk Allah adalah o-rang-orang miskin dari kalangan Muhajirin yang dengan sebab mereka perbatasan (wilayah Islam) bisa dipertahankan dan ketakutan dapat dihindari. Seseorang dari mereka meninggal, sedang keper-luannya terpendam dalam dadanya, karena ia tidak mampu memenuhinya. Allah laikatNya, "Datang-lah pada mereka dan berilah salam!" Para swt. ber-firman kepada siapa yang dikehendaki dari para  malaikat berkata (keheranan), "Wahai Rabb kami! Kami adalah para penghuni langit dan makhluk pi-lihanMu, namun mengapa Engkau memerintahkan kami untuk pergi dan mengucapkan salam kepada mereka?" Allah berfirman, "Mereka adalah ham-ba-hambaKu yang menyembah Aku dan tidak per-nah menyekutukan Aku dengan sesuatu pun. Me-lalui mereka barisan depan (wilayah perbatasan) dapat dipertahankan dan dengan sebab mereka ke-takutan bisa dihindari. Seseorang dari mereka me-ninggal, sedangkan keperluannya masih terpen-dam dalam dadanya, karena tidak mampu meme-nuhinya. Nabi saw. meneruskan sabdanya, "Maka ketika itu para malaikat datang kepada mereka da-ri setiap pintu surga sambil mengucapkan, "Se-lamat bagi kalian atas kesabaran kalian. Maka i-nilah sebaik-baik tempat kesudahan." (Hr. Ibnu Hibban. Berkata pentahqiq, "Isnadnya shahih" X-VI/438). 

37. Dari Abdullah bin Amr bin 'Ash r.huma ber-kata, Rasulullah saw bersabda, "Pada hari kiamat akan datang segolongan orang dari umatku yang bercahaya seperti cahaya matahari." Kami berta-nya, "Wahai Rasulullah! Siapakah mereka itu ?". Beliau menjawab, mereka adalah orang-orang Muhajirin yang miskin yang dengan perantaraan mereka kesulitan-kesulitan (ketakutan) dapat di-hindari, Seseorang mereka meninggal, sedang ke-perluannya masih terpendam dalam dadanya. Me-reka semuaakan dikumpulkan dari berbagai belah-an dunia ini." (HR. Ahmad dalam Musnadnya II-/177)

38. Dari Abu Sa'id ra. berkata, "Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, 'Wahai Allah, hidup-kanlah aku sebagai orang miskin, matikanlah aku sebagai orang miskin, dan kumpulkanlah aku ber-sama dengan rombongan orang-orang miskin." (-Hr. Hakim, katanya, Ini Hadits shahih isnadnya, tetapi keduanya tidak mengeluarkannya, sedang-kan adz Dzahabi menye-pakatinya." IV/322).

39. Dari Sa'id bin Abi Sa'id rahimahullah, sesung-guhnya Abu Sa'id al Khudri ra. mengadukan kepa-da Rasulullah saw. tentang keperluannya (kemis-kinannya). Lalu Rasulullah saw. menasihatinya, "Bersabarlah wahai Abu Sa'id! Karena sesung-guhnya kemiskinan lebih cepat menimpa kepada orang yang mencintaiku daripada derasnya air yang mengalir dari puncak bukit ke tempat paling rendah." (Hr. Ahmad, dan para perawinya shahih kecuali sesungguhnya ia menyerupai mursal  Maj-ma'uz Zawa'id I/486).

40. Dari Rafi' bin Khudaij ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Apabila Allah swt. mencintai hambaNya, maka Dia melindunginya dari (pe-rangkap-perangkap) dunia sebagaimana seseorang dari kalian yang sedang sakit demam menjaga di-rinya agar tidak terkena air." (Hr. Thabrani, dan is-nadnya hasan – Majma'uz Zawa'id I/508).

41. Dari Abu Hurairah ra. berkata bahwa Rasulul-lah saw. bersabda, "Sayangilah orang-orang mis-kin dan bergaullah dengan mereka, sayangilah o-rang-orang Arab (para sahabat Nabi saw.,ahlul ba-it, dan para pengikut beliau yang taat) dari lubuk hatimu, dan janganlah kamu berbicara tentang aib orang lain sedangkan engkau tahu bahwa aib itu terdapat pada dirimu!" (Hr. Hakim, katanya, "Ha-dits ini shahih isnadnya, dan adz Dzahabi menye-pakatinya." IV/332).

42. Dari Mush'ab bin sa'ad ra. menceritakan, "sa-'ad ra. (ayahku) telah mengnggap bahwa dirinya memiliki kelebihan (dalam harta dan keberanian) dibanding orang lain. Lalu Nabi saw. bersabda (sebagai nasihat untuknya), "Kamu tidak akan di-tolong (diberi kemenangan) dan tidak diberi reze-ki, kecuali disebabkan adanya orang-orang yang lemah (dan miskin) di antara kamu." (Hr. Bukhari, bab Orang yang meminta bantuan dengan peran-taraan orang-orang lemah……, Hadits nomor 2896).

43. Dari Abu Darda ra. berkata, "Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Perhatikanlah orang-o-rang lemah, karena sesungguhnya kamu sekalian diberi rezeki dan ditolong hanyalah disebabkan a-danya orang-orang yang lemah diantara kalian." (Hr. Abu Dawud, Bab Meminta bantuan…., Ha-dits nomor 25-94).

44. Dari Haritsah bin Wahab ra. berkata, "Aku mendengar Nabi saw. bersabda, "Maukah aku tun-jukkan pada kalian tentang ahli surga? Yaitu setiap orang yang lemah (tidak kasar dalam per-gaulan dan akhlak, sederhana dan lemah lembut) juga menganggap dirinya lemah, (tetapi ia sangat dekat kepada Allah) jika bersumpah atas nama Al-lah (mengadukan kepada Allah), niscaya  Allah a-kan memperkenankannya. (Dan maukah ku-tunjukkan pada kalian) tentang ahli neraka? Yaitu setiap orang yang bakhil (suka menumpuk-nu-mpuk harta), kasar (dalam tingkah laku), dan som-bong." (Hr. Bukhari, bab Firman Allah, "Dan ber-sumpahlah dengan nama Allah….., Hadits nomor 66-57

 45. Dari Abdullah bin Amr bin Ash r.huma meri-wayatkan bahwa ketika Rasulullah saw. menceri-takan tentang neraka. Beliau bersabda, "Ahli nera-ka adalah setiap orang bengis, yang berlagak keti-ka berjalan, yang sombong, yang suka menum-puk-numpuk harta, dan yang bakhil (tidak mau memberi kepada yang berhak menerima). Sedang-kan ahli surga yaitu orang-orang lemah dan orang-orang yang tertekan (disepelekan karena keseder-hanaannya)." (Hr. Ahmad, dan para perawinya shahih  Majma'uz Zawa'id I/721).

46. Dari Anas bin Malik bahwasannya seseorang dari Anshar datang kepada Nabi saw. dengan minta kepada beliau. Beliau bersabda : "Di rumah kamu mempunyai sesuatu?".
Ia menjawab : "Ya, kain tipis yang sebagiannya kami pakai dan kami bentangkan sebagiannya, dan gelas yang mana kami minum padanya".
Beliau bersabda : "Datangkanlah kepadaku kedua-nya itu."
Ia berkata : "Maka ia membawa kedua-duanya be-liau. Lalu Rasulullah saw. mengambil keduanya dengan tangan beliau, kemudian beliau bersabda : "Siapakah yang akan membeli ini?".
Seorang laki-laki menjawab : "Saya ambilnya de-ngan satu dirham." Beliau bersabda : "Siapakah yang mau menambah di atas satu dirham?" dua a-tau tiga kali.
Seorang laki-laki berkata : "Saya mengambilnya dua dirham".
Lalu beliau memberikannya dan beliau mengambil dua dirham. Beliau memberikannya kepada orang Anshar itu dengan berkata : "Belilah makanan de-ngan salah satunya, lalu berikanlah kepada keluar-gamu, dan belilah kapak dengan dirham lain ke-mudian bawalah kepadaku!". Lalu ia mengerja-kannya, Rasulullah saw. mengambilnya, beliau mengikatkan tali padanya seraya bersabda : "Pergilah, carilah kayu bakar dan aku melihatmu lima belas hari". Ia mulai mengambil kayu bakar dan menjualnya, lalu ia datang dan telah mendapat sepuluh dirham. Beliau bersabda : "Sebagiannya belikan makanan dan sebagiannya belikanlah ba-ju."
Kemudian beliau bersabda : "Ini lebih baik bagi-mu dari pada kamu datang (untuk minta-minta), karena minta-minta itu menjadi tahi lalat dimuka-mu (wajahmu) pada hari kiamat. Sesungguhnya minta-minta itu tidak baik selain orang fakir yang tertimpa bencana, atau orang berhutang dengan hutang yang sangat berat atau dam yang menya-kitkan." (Hr. Ibnu Majah).

47. Dari Abu Wail rahimahullah, dari Ali ra. bah-wasannya seorang mukatab (hamba sahaya) da-tang kepada Ali ra. dan berkata, "Saya merasa ke-sulitan untuk membayar uang tebusan diri saya da-lam waktu yang telah disepakati, (demi mem-bebaskan diri saya dari perbudakan), tolonglah sa-ya!" Ali ra. berkata padanya, "Maukah aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw. kepadaku?. Seandainya ka-mu memiliki utang yang besarnya seperti gunung Shir, maka Allah swt. akan melunasi utangmu i-tu." Ali ra. berkata, "Hendaklah kamu ucapkan do-'a :

(Ya Allah, cukupilah aku dengan rezekiMu yang halal (bukan) dari rezekiMu yang haram, dan ka-yakanlah aku dengan karunia dariMu (bukan) dari selainMu)." (Hr. Tirmidzi. Katanya, "Ini Hadits hasan gharib, Masih banyak Hadits lainnya yang dalam bab do'a-do'a." Hadits ini nomor 3563).

48. Dari Abu Sa'id al Khudri ra. menceritakan, "Suatu hari Rasulullah saw. masuk ke masjid, ti-ba-tiba beliau melihat seorang lelaki dari kaum Anshar, yaitu Abu Umamah. Lalu Rasulullah saw. bertanya, "Wahai Abu Umamah, aku melihat ka-mu duduk menyendiri dalam masjid bukan pada waktu shalat, ada apa ?. Abu Umamah ra menja-wab, "Wahai Rasulullah! Saya sedang dirundung kesulitan dan utang." Beliau saw. bersabda, "Mau-kah aku ajarkan kepadamu suatu kalimat yang a-pabila engkau berdo'a dengannya, niscaya Allah a-kan menghilangkan kesulitanmu. Dan dapat mem-bayarkan utangmu?" Abu Umamah ra. menjawab, "Silahkan, wahai Rasulullah." Rasulullah saw. bersabda, "Apabila engkau berada pada waktu pa-gi dan pada waktu petang, maka ucapkanlah do'a ini : “Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari kesusah-an dan kesedihan, aku berlindung kepadaMu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepa-daMu dari ketakutan dan kebakhilan, dan aku ber-lindung kepadaMu dari terlindas utang dan tekan-an orang lain”
Abu Umamah ra. menceritakan, "Aku pun segera melakukan pesan tersebut (dengan mengucapkan do'a itu setiap pagi dan petang) sehingga Allah menghilangkan kesusahanku dan melunaskan u-tangku." (Hr. Abu Dawud, bab Meminta perlindu-ngan. Hadits nomor 1555).






















Tidak ada komentar:

Posting Komentar