Kamis, 12 Maret 2015

FADHILAH ORANG KAYA


FADHILAH ORANG KAYA


Hadits Rasululla SAW.
1. Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw., beliau ber-sabda : "Bukanlah yang dinamakan kaya itu karena banyak hartanya, tetapi yang dinamakan kaya sebe-narnya adalah kekayaan jiwa". (Riwayat Bukhari dan Muslim).

2. Dari 'Abdullah bin 'Amr ra. bahwasannya Rasu-lullah saw. bersabda : "Sungguh beruntunglah orang yang telah Islam dan rizkinya cukup memadai serta
Allah memberi kepuasan kepadanya terhadap apa yang Allah karuniakannya itu." (Riwayat Muslim).

3. Dari Hakim bin Hizam ra. berkata : Saya me-minta kepada Rasulullah saw. maka beliau memberi kepada saya; kemudian saya meminta lagi kepada beliau dan beliau pun memberi kepada saya. Kemu-dian beliau bersabda : "Wahai Hakim sesungguhnya harta itu memang manis dan mempesonakan. Ba-rang siapa yang mendapatkannya dengan kemurah-an jiwa maka ia akan memperoleh berkah, tetapi ba-rangsiapa yang mendapatkannya dengan mengha-rap-harapkan (meminta-minta) maka ia tidak akan memperoleh berkah, dan ia seperti orang makan yang tidak ada kenyang-kenyangnya. Tangan yang di atas (pemberi) itu lebih baik daripada tangan yang di bawah (yang diberi)". Hakim berkata : "Wa-hai Rasulullah, demi Dzat yang mengutus tuan de-ngan kebenaran saya tidak akan menerima sesuatu apa pun dari seseorang setelah pemberian tuan ini sampai saya meninggal dunia". Pernah Abu Bakar memanggil Hakim untuk memberikan sesuatu kepa-danya tetapi ia enggan untuk menerimanya, Kemu-dian 'Umar pun pernah memanggil Hakim untuk memberikan sesuatu tetapi ia enggan untuk mene-rimanya,  maka Umar berkata : "Wahai sekalian ummat Islam, saya mempersaksikan kepadamu bah-wa saya telah menawarkan bagian harta rampasan yang menjadi haknya si Hakim sebagaimana yang telah diatur oleh Allah tetapi ia enggan untuk meng-ambilnya". Hakim tetap tidak mau menerima pem-berian dari seseorang setelah menerima pemberian dari Nabi saw. sehingga ia meninggal dunia".  (Riwayat Bukhari dan Muslim).

.....?

bayarkan utangmu?" Abu Umamah ra. menjawab, "Silahkan, wahai Rasulullah." Rasulullah saw. bersabda, "Apabila engkau berada pada waktu pa-gi dan pada waktu petang, maka ucapkanlah do'a ini :
اللهم انى اعوذبك من الهم والحزن واعوذبك منالعجز ولكسل واعوذبك من الجبن والبخل واعوذبك غلبة الدين وقهرالرجال.
(Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari kesusah-an dan kesedihan, aku berlindung kepadaMu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepa-daMu dari ketakutan dan kebakhilan, dan aku ber-lindung kepadaMu dari terlindas utang dan tekan-an orang lain).
Abu Umamah ra. menceritakan, "Aku pun segera melakukan pesan tersebut (dengan mengucapkan do'a itu setiap pagi dan petang) sehingga Allah menghilangkan kesusahanku dan melunaskan u-tangku." (Hr. Abu Dawud, bab Meminta perlindu-ngan. Hadits nomor 1555).

Allah memberi kepuasan kepadanya terhadap apa yang Allah karuniakannya itu." (Riwayat Muslim).

3. Dari Hakim bin Hizam ra. berkata : Saya me-minta kepada Rasulullah saw. maka beliau memberi kepada saya; kemudian saya meminta lagi kepada beliau dan beliau pun memberi kepada saya. Kemu-dian beliau bersabda : "Wahai Hakim sesungguhnya harta itu memang manis dan mempesonakan. Ba-rang siapa yang mendapatkannya dengan kemurah-an jiwa maka ia akan memperoleh berkah, tetapi ba-rangsiapa yang mendapatkannya dengan mengha-rap-harapkan (meminta-minta) maka ia tidak akan memperoleh berkah, dan ia seperti orang makan yang tidak ada kenyang-kenyangnya. Tangan yang di atas (pemberi) itu lebih baik daripada tangan yang di bawah (yang diberi)". Hakim berkata : "Wa-hai Rasulullah, demi Dzat yang mengutus tuan de-ngan kebenaran saya tidak akan menerima sesuatu apa pun dari seseorang setelah pemberian tuan ini sampai saya meninggal dunia". Pernah Abu Bakar memanggil Hakim untuk memberikan sesuatu kepa-danya tetapi ia enggan untuk menerimanya, Kemu-dian 'Umar pun pernah memanggil Hakim untuk memberikan sesuatu tetapi ia enggan untuk mene-rimanya,  maka Umar berkata : "Wahai sekalian ummat Islam, saya mempersaksikan kepadamu bah-wa saya telah menawarkan bagian harta rampasan yang menjadi haknya si Hakim sebagaimana yang telah diatur oleh Allah tetapi ia enggan untuk meng-ambilnya". Hakim tetap tidak mau menerima pem-berian dari seseorang setelah menerima pemberian dari Nabi saw. sehingga ia meninggal dunia".  (Riwayat Bukhari dan Muslim).

4. Dari Abu Burdah dari Abu Musa Al Asy'ary ra. berkata : "Dalam suatu peperangan kami keluar ber-sama-sama dengan Rasulullah saw. dimana setiap e-nam orang hanya tersedia satu onta maka kami ber-ganti-gantian di dalam naik onta itu sehingga kaki kami pecah-pecah, demikian juga kaki saya pecah-pecah bahkan kuku-kuku saya terkupas; kemudian kami membalut kaki kami dengan robekan kain. Oleh karena itu peperangan tersebut dinamakan de-ngan perang "Dzatur riqa" karena kami membalut kaki kami dengan robekan kain".
Abu Burdah berkata : "Pada mulanya Abu Musa se-ring menceriterakan peristiwa ini tetapi kemudian ia tidak mau menceriterakannya lagi dan berkata : "Untuk apa saya menyebut-nyebut apa yang saya perbuat". Abu Burdah berkata : "Seakan-akan ia ti-dak suka kalau sesuatu dari apa yang pernah diker-jakannya itu di siar-siarkan". (HR. Bukhari dan Mu-slim).

5. Dari 'Amr bin Taghlib ra. bahwasannya pernah ketika disampaikan kepada Rasulullah saw. harta a-tau orang tawanan kemudian beliau membagi-bagi-nya; ada orang-orang yang diberi dan ada pula o-rang-orang yang tidak diberi kemudian terdengarlah berita bahwa oang-orang yang tidak diberi itu men-cela beliau, maka beliau memuji dan menyanjung kepada Allah ta'ala serta bersabda : "Kemudian da-ripada itu, demi Allah sesungguhnya aku memberi kepada seseorang dan tidak memberi kepada yang lain.
Orang yang tidak aku beri itu lebih kucintai dari pa-da orang  yang aku beri. Tetapi sebenarnya aku memberi kepada orang-orang yang kupandang pada hati mereka itu diliputi kegelisahan dan keresahan; dan aku serahkan kepada Allah orang-orang yang Allah tetapkan pada hati mereka itu kekayaan dan kebaikan, di antara mereka adalah 'Amr bin Tugh-lab". 'Amr bin Tughlab-berkata : "Demi Allah, saya tidak suka kalau ucapan Rasulullah saw. yang me-nyangkut diriku itu diganti dengan ternak-ternak yang merah (yang sangat bagus)" (Riwayat Bukha-ri).

6. Dari Hakim bin Hizam ra. bahwasannya Nabi saw. bersabda : "Tangan yang di atas (pemberi) itu lebih baik dari pada tangan yang di bawah (yang di-beri), dan dahulukan orang yang menjadi tang-gunganmu. Sebai-baik shadakah adalah apa yang di-keluarkan dari orang yang mempunyai kelebihan. Barang siapa yang men-jaga kehormatan dirinya maka Allah akan menjaganya dan barangsiapa yang merasa dirinya cukup maka Allah akan mencukup-kannya. (Riwayat Bukhari dan Muslim).
7. Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah, tetapi pada keduanya terdapat kebaik-an. Hendaklah berkeinginan terhadap apa yang memberi manfaat padamu dan mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan kamu merasa lemah (bo-doh). Jika sesuatu (keburukan/kerugian) menimpa-mu, maka janganlah kamu mengatakan seandainya aku melakukan begini atau begitu, maka hal yang demikian tidak akan terjadi. Akan tetapi katakanlah, (ini sudah) takdir (ketentuan) Allah, apa yang Dia kehendaki pasti terjadi. Karena sesungguhnya per-kataan "jikalau/seandainya" itu membuka (peluang) bagi pekerjaan syetan." (Hr. Muslim, bab Beriman kepada qadar……, Hadits nomor 6774).

8. Dari Abu Umamah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda : "Wahai anak adam, Sesungguhnya jika kamu memberikan kelebihan hartamu maka itu sa-ngat baik bagimu dan jika kamu menahannya maka itu sangat jelek bagimu. Kamu tidaklah dicela kare-na berkecukupan. Dan dahulukan orang yang men-jadi tanggunganmu". (Riwayat At Turmudzy).

9. Dari 'Ubaidullah bin Mihshan Al Anshary (Al Khathmy) ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda : "Barang siapa di antara kamu sekalian yang pada waktu pagi merasa aman rumah tangganya, sehat badannya, dan mempunyai persediaan makanan un-tuk hari itu maka seakan-akan ia telah mendapatkan kebahagiaan dunia dengan segala kemampuannya". (Riwayat At Turmudzy).

10. Dari 'Abdullah bi 'Amr bin Al 'Ash ra. bahwa-sannya Rasulullah saw. bersabda : "Sungguh berun-tunglah orang yang telah Islam dan rizkinya cukup memadai serta Allah memuaskan kepadanya terha-dap apa yang Allah karuniakannya itu".(Riwayat Muslim).

11. Dari AbuMuhammad Fadlalah bin 'Ubaid Al Anshary ra. bahwasannya ia mendengar Rasulullah saw. bersabda : "Berbahagialah orang yang menda-pat petunjuk untuk masuk Islam, dan ia berkecuku-pan di dalam kehidupannya serta ia merasa puas".                                         (Riwayat At Turmudzy).

12. Dari Mush'ab bin Sa'ad bin Abu Waqqash ra. berkata : "Sa'ad merasa bahwa dirinya mempunyai kelebihan dibanding orang yang berada disekitar-nya, kemudian Nabi saw. bersabda : "Bukankah ka-mu mendapatkan pertolongan dan rizki adalah ber-kat adanya orang-orang yang lemah disekitar-mu?".(Hr. Bukhari)

13. Dari Abu Darda 'Uwaimir ra berkata : "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : "Kumpul-kanlah buat saya orang-orang yang lemah karena sesungguhnya kamu mendapatkan pertolongan dan rizki adalah bekat adanya orang-orang yang lemah di sekitarmu".(Hr.   Abu Daud).

14. Dari Jabir ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Tiga perkara yang barangsiapa memilikinya, maka Allah pasti melindunginya di bawah rahmat-Nya (pada hari kiamat) dan akan memasukkannya ke da-lam surga, yaitu: (1) sayang (bersopan santun) kepa-da yang lemah. (2) kasih sayang kepada kedua o-rang tua; dan(3) berlaku baik kepada hamba sahaya (bawahan)." (Hr. Tirmidzi, katanya, "Ini Hadits hasan gharib." Bab yang berkenaan dengan hal itu, ada empat hadits, ini nomor 2429).
    
15. Dari Ibnu Mas'ud ra. dari Nabi saw., beliau ber-sabda : "Tidak ada iri hati yang diperbolehkan kecu-ali dalam dua hal yaitu : Seseorang yang diberi ke-kayaan harta oleh Allah kemudian dihabiskannya dalam menegakkan kebenaran, dan seseorang yang diberi ilmu oleh Allah kemudian diamalkan dan di-ajarkannya kepada sesama manusia Bukhari dan Muslim).

16. Dari Haritsah bin Wahb ra. berkata : "Saya men-dengar Rasulullah saw. bersabda : "Maukah kamu sekalian aku beritahu tentang ahli neraka ? Yaitu setiap orang yang kejam, rakus dan sombong".(Hr. Bukhari dan Muslim).

17. Dari Abu Sa'id Al Khudry ra. dari Nabi saw., beliau bersabda : "Sorga dan neraka itu berdebat; neraka berkata : "Padaku orang-orang yang kejam dan sombong". Sorga berkata : "Padaku orang-o-rang yang lemah (tertindas) dan miskin". Kemu-dian Allah memberi keputusan kepada keduanya : "Sesungguhya kamu sorga adalah tempat rahmatKu, Aku memberi rahmat dengan kamu kepada siapa sa-ja yang Aku kehendaki. Dan sesungguhnya kamu neraka adalah tempat siksaanKu,  Aku menyiksa de-ngan kamu kepada siapa saja yang Aku kehendaki; dan bagi masing-masing kamu berdua Aku akan memenuhinya". (Riwayat Muslim).

18.DariAbu Hurairah ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda : "Sesungguhnya pada hari Kiyamat nanti Allah tidak akan melihat orang yang menurun-kan (nglembrehaken Jw.) kainnya di bawah mata kaki karena sombong". (Riwayat Bukhari dan Mu-slim).

19. Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, Allah Yang Maha Mulia lagi Maha A-gung berfirman : "Kemuliaan adalah pakaianKu dan kebesaran adalah selendangKu, maka barangsiapa yang menyaingi Aku dalam salah satunya maka A-ku pasti akan menyiksanya". (Riwayat Muslim).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar