Jumat, 01 Mei 2015

Juraiz


Juraiz
(Kisah Teladan Dalam Hadits)

Abu Hurairah r.a. berkata: Bersabda Nabi s.a.w.: Tiada yang dapat bicara ketika bayi kecuali tiga orang, yaitu Isa bin Maryam, dan anak yang membebaskan Juraiz. Juraiz seorang ahli ibadat yang membuat suatu sauma’ah (biara) untuk ibadatnya, maka pada suatu hari ibunya datang memanggil padanya sedang ia lagi sembahyang, maka ia berkata: Tuhanku, itulah ibuku, dan kini saya sedang sembahyang, maka ia melanjutkan sembahyangnya sehingga pulanglah ibunya, kemudian esok harinya ibunya datang kembal di waktu Juraiz sedang sembahyang, sehingga tidak menyambut panggilan ibunya, kemudian datang ketiga kalinya sedang Juraiz bersembahyang, maka ia memanggil: Hai Juraiz! tetapi Djuraidj tidak dapat menyambut ibunya hanya berdo’a: Tuhanku, itulah ibuku, dan ini sembahyangku.
Sehingga marahlah ibu Juraiz dan berdoa:Ya, Allah jangan dimatikan ia sehingga melihat wajah perempuan lacur. Juraiz memang terkenal benar sebagai seorang ‘Abi (ahli ibadat) di antara bani Isra’il, sehingga terjadi seorang wanita pelacur yang terkenal kecantikannya berkata: Saya dapat menggugurkan ibadat Juraiz. Maka pelacur itu berusaha merayu Juraiz dengan segala daya penariknya, tetapi ternyata bahwa Juraiz tidak dapat tergoda olehnya, sehingga jengkel sipelacur itu, maka ia berzina dengan seorang gembala yang tidak jauh dari biara Juraiz, sehingga bunting daripadanya. Dan ketika lahirlah kandungannya ia berkata: Ini anak dari hasilnya Juraiz. Dan memaksa padanya turun dari biaranya, kemudian dihancurkan biara itu oleh sekalian orang-orang yang datang, kemudian mereka pukul Juraiz. Maka berkata Juraiz: Mengapakah kamu berbuat demikian? Apakah sebabaya ini? Jawab mereka: Kau telah berzina dengan pelacur ini, sehingga beranak daripadamu. Berkata Juraiz: Dimanakah bayinya? Maka dibawa bayi itu kepadanya, kemudian Juraiz berkata: Lepaskan saya bersembahyang dahulu.
Dan sesudah selesai sembahyang Juraiz mendekat pada bayi itu dan menekan dengan jarinya, sambil berkata: Siapa ayahmu? Jawab bayi : Fulan, si gembala itu, dan ketika mereka mendengar keterangan bayi itu, kembali mereka mencium dan memeluk Juraiz sambil berkata: Sukakah kami membangun biara itu dari mas? Jawab Juraiz: Tidak kembalikan saja sebagaimana sediakala. Maka segeralah mereka bersama membangun kembali biara Djuraidj yang telah mereka hancurkan itu. Dan yang ketiga: Ketika ada bayi sedang menetek pada ibunya, mendadak ada seorang berkendaraan yang mewah sekali, maka berkata si ibu: Ya Allah, jadikanlah putraku ini seperti orang itu. Mendadak bayi itu melepaskan teteknya dan melihat pada orang yang berkendaraan itu sambil berkata:Ya Allah jangan Kau jadikan saya seperti orang itu, lalu melanjutkan menyusu lagi. Kemudian tiada lama ada budak dipukuli oleh majikannya sambil dikatakan. Kau pencuri, kau pelacur.
Sedang budak itu hanya membaca HASBIYALLAHU WANI’MAL WAKIL. Maka ibunya berkata: Ya Allah jangan dijadikan anakku ini seperti orang itu. Maka bayi itu segera menghentikan tetek, dan melihat pada budak yang dianiaya itu sambil berdo’a: Ya Allah jadikanlah saya seperti orang itu. Kemudian terjadi tanya jawab antara ibu dengan bayinya. Berkata ibu: Tadi ada orang mewah, saya berdo’a: Ya Allah jadikanlah putraku seperti dia. Mendadak kau berkata: Ya Allah jangan Kau jadi kan saya seperti dia. Kemudian ada budak dipukuli karena berzina mencuri dan saya berdo’a: Ya Allah jangan dijadikan putraku seperti dia.
Mendadak kau berdo’a: Ya Allah jadi kanlah saya seperti dia. Jawabnya: Orang laki laki yang gagah tadi itu adalah orang yang sangat kejam, sedang budak itu dituduh berzina padahal tidak berzina, dituduh mencuri padahal tidak mencuri, maka saya berdo’a: Ya Allah jadikan lah saya seperti dia. (Buchary, Muslim).
[Sumber: Kitab Riyadhush Sholihin]

EMPAT PESAN WALISONGO SUNAN KALIJOGO


EMPAT PESAN WALISONGO SUNAN KALIJOGO

1. Yen kali ilang kedunge : jika sungai sudah mulai kering… jika sumber air sudah mulai kering.. maksudnya jika para alim ulama sumber ilmu sudah mulai wafat satu persatu, maka ini alamat bahwa dunia mau di-Qiamatkan Allah SWT. Ulama ditamsilkan seperti air yang menghidupkan hati2 manusia yang gelap tanpa cahaya hidayah..






2. Yen pasar ilang kumandange : Jika pasar sudah mulai diam.. maksudnya jika perdagangan sudah tidak dengan tawar-menawar karena banyaknya mall dan pasar swalayan yang berdiri. kata orang2 tua kita dahulunya semua pasar memakai sistem tawar menawar sehingga suaranya begitu keras terdengar dari kejauhan seperti suara lebah yang mendengung.. ini kalo aku boleh beri istilah adalah adanya kehangatan dalam social relationship dalam masyarakat.. tapi sekarang sudah hilang…biarpun kita sering ke plasa atau ke supermarket ratusan kali kita tidak kenal para pelayan dan cashier di tempat itu..
3. Yen wong wadon ilang wirange : Jika wanita sudah tidak punya rasa malu Belum menutup auratnya, dsb
4. Enggal-enggal topo lelono njajah deso milangkori ojo bali sakdurunge patang sasi, enthuk wisik soko Hyang Widi : Bermujahadah, susah payah berkelana dalam perjalanan ruhani guna memperbaiki diri atau perjalanan fisabilillah menjelajahi desa-desa/ negara-negara, menghitung pintu (bersilaturahim) jangan pulang2 sebelum selesai program 4 (empat) bulan, cari petunjuk, hidayah dan kepahaman agama dari Dzat yang Maha Kuasa