HITUNG-HITUNGLAH SEBELUM DIHITUNG

52. Mereka berkata: "Aduhai celakalah
kami! siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?". Inilah
yang dijanjikan (Tuhan) yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul- rasul(Nya).
53. Tidak adalah teriakan itu selain
sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.
54. Maka pada hari itu seseorang tidak
akan dirugikan se-dikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah
kamu kerjakan. (QS. Yaasiin, 36/51-54)
38. Mereka bersumpah dengan nama Allah
dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh : "Allah tidak akan membangkitkan
orang yang mati". (Tidak demikian), bahkan (pasti Allah akan
membangkitnya), sebagai suatu janji yang benar dari Allah, akan tetapi
kebanyakan manusia tiada mengetahui,
39.
Agar Allah menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu
dan agar orang-orang kafir itu mengetahui bahwasanya mereka adalah orang-orang
yang berdusta.
(QS.. An Nahl,16 /38-39)
27. Dan Kami tidak menciptakan langit dan
bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah
anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka
akan masuk neraka.
28. Patutkah Kami menganggap orang-orang
yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat
kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang- orang yang
bertaqwa sama dengan orang-orang yang berbuat ma'siat? (QS. Shaad, 38/ 27-28).
24.
Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas
mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
25.
Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yang setimpal menurut
semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang benar, lagi yang
menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya). (QS.An Nuur,
24/ 24-25).
13. Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami
tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. dan Kami
keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah Kitab yang dijumpainya terbuka.
14.
"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai
penghisab terhadapmu". (QS. Al-Israa’, 17/ 13-14)
19.
Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya,
maka dia berkata: "Ambillah, bacalah kitabku (ini)".
20.
Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap
diriku.
21.
Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai,
22.
Dalam syurga yang tinggi,
23.
Buah-buahannya dekat,
24.
(kepada mereka dikatakan): "Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan
amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu".
25.
Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia
berkata: "Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku
(ini).
26.
Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.
27.
Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.
28.
Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.
29.
Telah hilang kekuasaanku daripadaku."
30.
(Allah berfirman): "Peganglah dia lalu belenggulah tangan-nya ke lehernya.
31.
Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.
32.
Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.
33.
Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah yang Maha Besar.
34. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain)
untuk memberi makan orang miskin.
35.
Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini.
36.
Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.
37.
Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa. (QS. Al-Haaqqah,
69/ 19-37).
HADITS- HADITS NABI SAW. :
Dari
‘Adi bin Hatim RA. berkata, Rasulullah SAW. bersabda, “Tiadalah
seseorang di antara kalian kecuali kelak Rabbnya akan berbicara padanya secara
langsung tanpa ada penterjemah (perantara) antara ia dan Rabbnya. Kemudian ia
melihat ke sebelah kanannya, maka ia tidak melihat kecuali ‘amal-‘amalnya yang
telah ia kirim lebih dahulu. Dan ia melihat ke sebelah kirinya, dan ia tidak
melihat kecuali apa yang telah ia kirim lebih dahulu. Dan ia melihat ke arah
depannya, dan tidaklah ia melihat kecuali neraka di hadapan wajahnya. Oleh
karena itu jagalah diri kalian dari neraka walaupun (dengan bersedekah) hanya
separuh butit kurma”. (HR. Bukhari).
Dari ‘Aisyah R.ha berkata, “Saya mendengar
Rasulullah SAW. dalam salah satu shalatnya membaca :
أللهم
حاسبنى حسابا يسيرا
“Alloohumma haasibnii hisaaban yasiiroo”
(Ya Allah, hisablah hamba dengan hisab yang ringan).
Ketika beliau menyelesaikan (shalatnya),
saya bertanya, “Wahai Nabi Allah! Apa yang dimaksud dengan hisab yang ringan?”.
Beliau menjawab, “Yaitu seseorang diperlihatkan buku catatan ‘amalnya, lalu ia
dibebaskan. Wahai ‘Aisyah! Sesungguhnya barangsiapa yang dipersoalkan hisabnya (de-ngan
teliti) pada hari kiamat, maka binasalah ia”.
(HR. Musnad Ahmad).
Dari Abu Sa’id al-Khudri RA., bahwasanya
dia datang kepada Rasulullah SAW. dan bertanya, “Beritahukan kepadaku, siapa yang akan
kuat berdiri pada hari kiamat yang mana Allah SWT. berfirman :
يوم
يقوم الناس لرب العالمين
“Yauma yaquumun-naasu lirobbil-‘aalamiin”
(QS. Al-Muthaffifiin, 83/ 6)
(Pada hari ketika manusia berdiri di hadapan Rabbul ‘Alamin)
Beliau menjawab : “Akan diringankan bagi
orang beriman se-hingga dirasakan olehnya seperti mengerjakan satu shalat far-dhu”.
(HR. Baihaqi).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar