Jumat, 27 Maret 2015

Do’a Rasulullah Pada Permulaan Jihad


Do’a Rasulullah Pada Permulaan Jihad
Hayaatush Shahabah Jilid 1 Hal. 622 – 625

Do’a Rasulullah SAW. Ketika Perang Badar










Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Umar RA, katanya : Pada perang Badar, Rasulull
ah SAW. melihat ke arah shahabat-shahabatnya dan jumlah mereka sekitar tiga ratus orang lebih. Kemudian Rasulullah SAW. melihat ke arah orang-orang musyrik dan jumlah mereka seribu orang lebih. Maka Nabi SAW. menghadap ke arah kiblat dan di atas bahunya tersangkut kain rida’ dan kain sarungnya.
Kemudian Rasulullah SAW. berdo’a : “Ya Allah, sekiranya Engkau memusnahkan kelompok orang-orang Islam ini, maka Engkau tidak akan disembah di atas muka bumi ini selama-lamanya.”
Rasulullah SAW. terus menerus meminta pertolongan Rabbnya dan berdo’a hingga terjatuh kain rida’nya. Maka Abu Bakar RA. datang dan mengambil kain rida’ itu kemudian meletakkannya di tubuh Rasulullah SAW. Dia menyertai beliau di belakang beliau dan berkata : “Wahai Rasulullah, cukuplah permintaanmu itu kepada Rabbmu, karena sesungguhnya Dia akan menunaikan janji-Nya kepadamu.”
Maka Allah menurunkan ayat berikut ini :
9. (ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu Malaikat yang datang berturut-turut".

Diriwayatkan juga oleh Muslim, Abu Dawud, at Tirmidzi, Ibnu Jarir, dan selain mereka. Dishahihkan oleh Ali bin al Madini dan at Tirmidzi – demikian tercantum dalam kitab al Bidayah (juz 3, hal. 275). Diriwayatkan juga oleh Ibnu Abu Syaibah, Abu Awanah, Ibnu Hibban, Abu Nu’aim, Ibnul Mundzir, Ibnu Abi Hatim, Abu Syaikh, Ibnu Mardawaih dan Baihaqi seperti tertulis dalam al Kanz (5/266).
Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abdullah bin Amr bin al ‘Ash, R.huma bahwa Rasulullah SAW. keluar pada perang Badar bersama tiga ratus lima belas orang shahabatnya. Ketika sampai di Badar, Rasulullah SAW. berdo’a : “Ya Allah, sesungguhnya mereka berjalan kaki, maka berilah tunggangan kepada mereka. Ya Allah, sesungguhnya mereka tidak berpakaian, maka berilah pakaian kepada mereka. Ya Allah, sesungguhnya mereka kelaparan, maka kenyangkanlah mereka.”
Maka Allah SWT. memberikan kemenangan kepada mereka pada perang Badar. Sehingga mereka kembali, sementara tiada seorang laki-laki pun di antara mereka, melainkan ia membawa seekor atau dua ekor unta, memperoleh pakaian, dan merasa kenyang. Sebagaimana tercantum dalam Jam’ul Fawaid (2/38). Diriwayatkan oleh Baihaqi (9/57) serupa itu, juga oleh Ibnu Sa’d (2/13).
Diriwayatkan oleh Nasa’i dari Ibnu Mas’ud RA. katanya : Aku tidak pernah mendengar rintihan dan do’a yang begitu sungguh-sungguh dari seorang peminta, yang lebih kuat dari do’a dan rintihan Rasulullah SAW. pada perang Badar. Beliau berdo’a : Ya Allah, sesungguhnya aku berdo’a kepada-Mu supaya Engkau menunaikan janji-Mu. Ya Allah, sekiranya kelompok orang-orang (Islam) ini dimusnahkan, maka Engkau tidak akan disembah lagi.”
Kemudian Rasulullah SAW. menoleh seakan-akan sisi wajahnya seperti bulan, beliau bersabda : “Seakan-akan aku melihat ke arah tempat kaum itu (orang-orang musyrik) dikalahkan pada waktu petang.”
Demikian tercantum dalam kitab al Bidayah (3/276). Ath Thabarani meriwayatkannya serupa dengan itu. Al Haitsami berkata (juz 6, hal. 82): Para rawinya adalah tsiqat, hanya saja Abu Ubaidah tidak mendengar dari ayahnya.


Do’a Nabi SAW. dalam Perang Uhud dan Khandaq

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Anas RA. bahwa Rasulullah SAW. berdo’a pada perang Uhud : “Ya Allah, jika Engkau kehendaki, maka Engkau tidak akan disembah di atas muka bumi ini.”
Riwayat Muslim sebagaimana terdapat dalam al Bidayah (4/28)
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Sa’id al Khudri ra. katanya : Kami berkata pada perang Khandaq : “Wahai Rasulullah, adakah do’a yang bisa kami ucapkan, karena hati telah naik sampai ke kerongkongan?”
Jawab Rasulullah SAW. : “Ya, Ya Allah, tutupilah keburukan kami dan amankanlah ketakutan kami.”
Maka Allah menghalau musuh-musuh-Nya dengan angin ribut yang sangat kencang. Diriwayatkan oleh Ibnu Hatim.
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Jabir RA. bahwa Nabi SAW. telah mendatangi masjid al Ahzab, kemudian meletakkan kain rida’nya dan bangun sambil mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, lalu mendo’akan keburukan untuk mereka dan tidak mengerjakan shalat. Kemudian beliau datang dan mendo’akan keburukan untuk mereka serta mendirikan shalat.
Dikukuhkan dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bin Abu Aufa RA. katanya : Rasulullah SAW. mendo’akan keburukan atas golongan kafir : “Ya Allah, Yang menurunkan kitab, Yang memiliki hisab yang cepat, musnahkanlah golongan musuh-musuh itu. Ya Allah, musnahkanlah mereka dan goyahkanlah kedudukan mereka.”
Dalam riwayat lain dikatakan : “Ya Allah, musnahkanlah mereka dan bantulah kami dalam mengalahkan mereka.”
Dalam riwayat Bukhari pula dari Abu Hurairah RA. bahwa Rasulullah SAW. telah berdo’a : “Tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, Yang Menguatkan tentara-Nya, Menolong hamba-Nya dan Mengalahkan gabungan musuh-musuh dengan bersendirian. Maka tidak sesuatu pun sesudah-Nya.” Demikian tercantum dalam kitab al Bidaayah (4/111).


Perincian Sebelum Perang Badar Dimulai
Kitab Sirah Nabawiyah hal. 188 – 190

Sebelum perang Badar dimulai, para shahabat membangunkan sebuah panggung untuk tempat Nabi SAW. Panggung tersebut dibangun di atas sebuah tempat yang tinggi agar beliau dapat menyaksikan jalannya peperangan dan langsung memberikan komando pada pasukan yang sedang berjuang. Kemudian beliau berjalan melewati tempat-tempat yang akan dijadikan sebagai medan pertempuran seraya berkata : “Ini tempat terbunuhnya si Fulan dan ini tempat terbunuhnya si Fulan.” Sambil menyebutkan satu persatu nama-nama gembong-gembong Musyrikin Quraisy. Dengan izin Allah, mereka yang disebutkan namanya itu mati dan terbunuh di tempat yang telah diisyaratkan oleh Nabi tanpa ada yang meleset seorangpun.
Ketika barisan kaum Musyrikin mulai datang dan kedua pasukan sudah saling tampak, beliau segera berdo’a :
اللّهمّ هذه قريش جات بخيلا ها وفخرها جاءت تحاربك وتكذب رسولك.
Ya Allah, inilah Quraisy yang datang dengan segala kecongkakannya dan kesombongannya untuk memerangi Engkau dan mandustakan Rasul-Mu.”

Nabi berdo’a pada malam Jum’at, malam tujuh belas Ramadhan. Pada keesokan harinya kedua pasukan – Islam dan Quraisy – mulai saling mengatur barisannya masing-masing.

Nabi Berdo’a Memohon Pertolongan Allah

Di pagi hari Jum'at, tepat tanggal 17 Ramadhan Nabi mengatur barisan pasukan Islam, kemudian beliau masuk ke dalam panggung pimpinan ditemani oleh Abu Bakar  Ash Shiddiq. Selama di dalam panggung pimpinan itu, Nabi tenggelam dalam do’a dan munajatnya kepada Allah SWT. Nabi mohon pertolongan Allah agar pasukannya yang jumlah personila dan peralatannya amat terbatas itu diberi kemenangan oleh Allah. Sebab secara logika, jumlah personil angkatan perang yang kecil, mudah dikalahkan oleh lawan yang jumlah personil dan perlengkapannya lebih besar.
Sebab Nabi telah merasa bahwa perbandingan antara pasukan Islam dan pasukan Quraisy tidak sebanding karena itu satu-satunya jalan pintas terbaik adalah memohon pertolongan dari Allah. Beliau SAW. benar-benar bertadharra’ di hadapan Allah SWT. memohon bantuan dan kemenangan bagi pasukan Islam yang tidak memadai itu.
Dalam do’anya Nabi berkata :
اللّهمّ ان تهلك هذه العصابة لا بعبد بعدها فى الارض اللهم انجزنى ما وعدتنى اللهم نصرك.
Ya Allah, jika Engkau binasakan pasukan ini (Islam), tak akan disembah lagi Engkau di permukaan bumi ini. Ya Allah, penuhilah janji-Mu kepadaku. Ya Allah, berikan pertolongan-Mu.

Beliau berdo’a sambil mengangkat kedua tangnnya ke atas sampai kain selendangnya terjatuh dari bahu beliau. Melihat hal ini Abu Bakar selalu menenangkan hati Nabi karena merasa kasihan melihat Nabi memperbanyak bermunajat kepada Allah SWT. untuk memohon pertolongan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar