AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR
Firman
Allah swt:
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada
kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah
orang-orang yang beruntung”.
(QS. Ali ‘Imron (3) : 104)
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilhirkan untuk manusia,
menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah”. (QS. Ali ‘Imron (3) : 110)
Telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan
Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan
selalu melampaui batas.
“Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang
mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.”
(QS. Al- Maidah (5) : 78 -79)
“Kami selamatkan
orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan kami timpakan kepada
orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat
fasik.”
(QS. Al-A’raf (7) : 165)
Sabda-sabda Nabi SAW. :
“Abu
Said Al Khudri RA. berkata: Saya telah mendengar Rasulullah SAW. bersabda: Siapa
diantara kamu melihat Munkar, harus merubah dengan tangannya, bila tidak dapat
maka dengan mulut (lisannya), apabila tidak dapat maka dengan hatinya, dan ini
selemah-lemah iman.”
(HR Muslim).
“Ibnu
Mas’ud RA. berkata: Rasulullah SAW. bersabda : Tiada seorang Nabi yang diutus
sebelumku, melainkan mempunyai sahabat-sahabat yang setia, yang mengikuti
benar-benar tuntunan ajarannya, kemudian timbul di belakang mereka turunan yang
hanya banyak bicara dan tidak suka berbuat, dan mengerjakan apa-apa yang tidak
diperintahkan. Maka siapa yang memerangi mereka dengan kekuatan tangannya, ia
Mu’min, dan siapa yang menentang mereka dengan lidahnya, juga Mu’min, dan yang
membenci mereka dengan hatinya, ia pun Mu’min. Selain itu tidak ada lagi iman
walau seberat biji sawi”.
(HR. Muslim).
“An-Nu’man bin Basyir RA berkata: Bersabda Nabi
SAW: Perumpamaan orang yang teguh menjalankan hukum-hukum Allah, dan orang yang
terjerumus di dalamnya, bagaikan suatu kaum yang membagi tempat dalam perahu,
ada sebagian di atas dan sebagian di bawah. Sedang bagian bawah jika memerlukan
air harus naik ke atas, yang sudah tentu mengganggu pada yang bagian atas. Maka
mereka berkata: lebih baik kami melobangi saja di bagian kami ini, supaya tidak
mengganggu orang yang di atas. Maka jika yang demikian itu dibiarkan oleh
orang-orang yang di atas, pasti binasa isi semua perahu itu, tetapi kalau
fikiran itu dapat dicegah oleh orang-orang yang di atas, maka selamatlah isi
perahu itu semuanya.”
(HR. Bukhori).
“Abu
Sa’id Al-Khudriyyi RA berkata: Bersabda Nabi SAW.: Hati-hatilah kamu dari pada
duduk-duduk di pinggir jalan. Berkata shahabat: Ya Rasulullah, kami tidak dapat
meninggalkan tempat duduk untuk bercakap-cakap di sana. Sabda Nabi: Jika kamu
merasa tidak dapat meninggalkan, maka berilah hak jalan. Mereka bertanya:
Apakah hak jalan itu ya Rasulullah? Jawab Nabi: Memejamkan mata (tidak bermata
keranjang), dan menahan gangguan (tidak menggangu orang) dan menjawab salam,
dan menganjurkan kebaikan dan mencegah kemungkaran (kejahatan)”.
(HR. Bukhori-Muslim).
Hudzaifah RA berkata: Bersabda Rasulullah SAW. : Demi Allah yang
jiwaku ada di tanganNya, kamu harus menganjurkan kebaikan dan mencegah Mungkar
atau kalau kamu tidak mengerjakannya pasti Allah akan menurunkan siksa padamu,
kemudian kamu berdoa, maka tidak diterima oleh Allah. (HR At- Tirmidzi).
“Abu
Bakar Ash-shiddiq RA berkata: Hai sekalian manusia, kamu membaca ayat ini “YA
AYYUHALLADZINA AAMANU ALAIKUM ANFUSAKUM LAA YADHURRUKUM MAN DLOLLA
IDZAHTADZAITUM” hingga akhir (Hai sekalian orang-orang yang beriman, jagalah
dirimu, tidak membahayakan kamu kesesatan orang yang sesat, asalkan kamu
mendapat hidayah), dan kamu letakkan pengertiannya tidak pada tempatnya. Sedang
saya telah mendengar Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya jika orang-orang
melihat orang dzolim berbuat kejam jahat, dan tidak mereka cegah (tahan
tangannya), mungkin sudah hampir Allah akan meratakan kepada mereka siksaNya.”
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i).
“Anas RA berkata: Bersabda Rasulullah SAW: Tolonglah saudaramu
baik ia dzolim (menganiaya) atau dianiaya. Orang bertanya: Ya Rasulullah, kami
dapat menolong jika ia dianiaya, maka bagaimana kami menolongnya jika ia
menganiaya? Jawab Nabi: Kau cegah ia dari menganiaya, itu berarti kau
menolongnya dari penganiayaan.”
(HR. Bukhori).
“Abu Hurairoh RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang
mengajak ke jalan hidayah, maka baginya dari pahala seperti pahala (sebanyak
pahala) pengikutnya, dengan tiada mengurangi sedikitpun dari pahala mereka. Dan
siapa mengajak ke jalan sesat, maka menanggung dosa sebanyak dosa-dosa
pengikutnya, dengan tidak mengurangi dari dosa mereka sedikitpun.”
(HR. Muslim).
Anas RA berkata : Nabi SAW bersabda: Sesungguhnya diantara
manusia itu ada yang menjadi pembuka untuk kebaikan dan penutup dari kejahatan,
dan ada juga manusia yang menjadi pembuka kejahatan dan penutup kebaikan, maka
sungguh untung bagi orang yang dijadikan Allah sebagai pembuka kebaikan dan
binasa bagi orang yang dijadikan Allah pembuka kejahatan itu ditangannya.
Artinya : Orang yang menganjurkan kebaikan dan mencegah
kemungkaran itulah pembuka kebaikan dan penutup kejahatan, dan ia termasuk orang
Mu’min sebagaimana firman Allah:
“Dan orang-orang Mu’min lelaki dan perempuan, setengah mereka
(adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain, mereka menyuruh
(mengerjakan) yang Ma'ruf, mencegah dari yang munkar.”
(QS. At-Taubah (9) : 71)
Adapun yang menganjurkan munkar dan mencegah dari kebaikan maka
itu tanda munafik
sebagaimana firman Allah:
“Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan
sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang
berbuat yang ma'ruf”.
(QS. At-Taubah (9) : 67)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar