HAKEKAT HIDUP DAN MATI
HAKEKAT HIDUP DAN MATI
Apa
perbedaan orang hidup dengan orang mati?

Orang
hidup bisa berbuat apa saja tapi tidak tahu hakekat sedangkan orang mati itu
tahu hakekat tapi tidak bisa berbuat apa saja.
Contohnya
hadits yang berbunyi, “Roka’atal fajri khoiru minaddunya wa ma fiiha” artinya
“sholat dua rakaat fajar lebih baik dari pada dunia dan seisinya”. Orang hidup
tidak tahu apa hakekatnya walaupun dia bisa menjalankan sholat dua rakaat fajar
sedangkan orang mati tahu hakekat betapa besar pahala amal itu tapi sudah tidak
bisa berbuat apa-apa.
Untuk bisa
benar-benar memahami hal ini diperlukan landasan keimanan yang kuat. Keimanan
kepada hal-hal yang ghoib. Allah, malaikat, pahala, dosa, alam qubur, alam
mahsyar semuanya ghoib.
3. (yaitu) mereka yang beriman[13] kepada yang ghaib[14],
yang mendirikan shalat[15], dan menafkahkan sebahagian rezki[16] yang kami
anugerahkan kepada mereka.
[13] Iman ialah kepercayaan yang teguh yang
disertai dengan ketundukan dan penyerahan jiwa. tanda-tanda adanya iman ialah
mengerjakan apa yang dikehendaki oleh iman itu.
[14] yang ghaib ialah yang tak dapat ditangkap
oleh pancaindera. percaya kepada yang ghjaib yaitu, mengi'tikadkan adanya
sesuatu yang maujud yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera, Karena ada
dalil yang menunjukkan kepada adanya, seperti: adanya Allah, malaikat-malaikat,
hari akhirat dan sebagainya.
[15] Shalat menurut bahasa 'Arab: doa. menurut
istilah syara' ialah ibadat yang sudah dikenal, yang dimulai dengan takbir dan disudahi
dengan salam, yang dikerjakan untuk membuktikan pengabdian dan kerendahan diri
kepada Allah. mendirikan shalat ialah menunaikannya dengan teratur, dengan
melangkapi syarat-syarat, rukun-rukun dan adab-adabnya, baik yang lahir ataupun
yang batin, seperti khusu', memperhatikan apa yang dibaca dan sebagainya.
[16] Rezki: segala yang dapat diambil manfaatnya.
menafkahkan sebagian rezki, ialah memberikan sebagian dari harta yang Telah
direzkikan oleh Tuhan kepada orang-orang yang disyari'atkan oleh agama
memberinya, seperti orang-orang fakir, orang-orang miskin, kaum kerabat,
anak-anak yatim dan lain-lain.
285. Rasul Telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan
kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya
beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan
rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara
seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka
mengatakan: "Kami dengar dan kami taat." (mereka berdoa):
"Ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."
1. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah
lagi Maha Penyayang[1].
[1] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah
Ini dengan menyebut nama Allah. setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai
dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan
sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha suci, yang berhak disembah dengan
sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang
membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi
pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar
Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat
rahmah yang menyebabkan dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.
Iman
menjadi bernilai pada saat kita hidup. Jika mau mati, nyawa sudah di
tenggorokan maka pintu taubat telah tertutup. Kisah Fir’aun yang beriman ketika
nyawa sudah di tenggorokan. Iman semacam ini tidak berguna karena dia telah
melihat hakekat.
QS 10 YUNUS
89-91:
90. Dan kami memungkinkan Bani Israil melintasi
laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, Karena hendak
menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu Telah hampir
tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan
Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang
berserah diri (kepada Allah)".
91. Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal
Sesungguhnya kamu Telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang
yang berbuat kerusakan.
QS 23:99-100
99. (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga
apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka,: "Ya Tuhanku
kembalikanlah Aku (ke dunia)[1021],
100. Agar Aku dia berkata berbuat amal yang saleh
terhadap yang Telah Aku tinggalkan. sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah
perkataan yang diucapkannya saja. dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari
mereka dibangkitkan[1022].
[1021]
Maksudnya: orang-orang kafir di waktu menghadapi sakratul maut, minta
supaya diperpanjang umur mereka, agar mereka dapat beriman.
[1022]
Maksudnya: mereka sekarang Telah menghadapi suatu kehidupan baru, yaitu
kehidupan dalam kubur, yang membatasi antara dunia dan akhirat.
Ketika di
mahsyar permintaanya sama. Ingin kembali ke dunia padahal dunia sudah hancur.
QS 32
ASSAJDAH 12
12. Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika
orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka
berkata): "Ya Tuhan kami, kami Telah melihat dan mendengar, Maka
kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, Sesungguhnya
kami adalah orang-orang yang yakin."
Sampai di
neraka juga permintaannya sama meski dunia sudah ribuan tahun hancur.
QS 35
FATHIR 37
37. Dan mereka berteriak di dalam neraka itu :
"Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang
saleh berlainan dengan yang Telah kami kerjakan". dan apakah kami tidak
memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau
berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka
rasakanlah (azab kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang
penolongpun.
Persoalan
dunia adalah persoalan yang sangat besar sedangkan persoalan dunia adalah
persoalan yang kecil tapi karena cinta dunia manusia memandang persoalan dunia
adalah persoalan yang sangat besar.
QS 89
AL FAJR 15+16
15. Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu
dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka dia akan berkata:
"Tuhanku Telah memuliakanku".
16. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu
membatasi rizkinya Maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku"[1575].
[1575] Maksudnya: ialah Allah menyalahkan
orang-orang yang mengatakan bahwa kekayaan itu adalah suatu kemuliaan dan
kemiskinan adalah suatu kehinaan seperti yang tersebut pada ayat 15 dan 16.
tetapi Sebenarnya kekayaan dan kemiskinan adalah ujian Tuhan bagi
hamba-hamba-Nya.
Siksa di
dunia kecil jika dibandingkan dengan siksa di akherat.
21. Dan Sesungguhnya kami merasakan kepada mereka
sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di
akhirat), Mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).
untuk
mewujudkan keimanan diperlukan MUJAHADAH DI JALAN ALLAH
QS 29:
AL-ANKABUUT 69
69. Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari
keridhaan) kami, benar- benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami.
dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar