QOLBIN SALIIM
MEWUJUDKAN HATI YANG SELAMAT
Q.S 26. Asyu’aro 88+89
88. (yaitu) di hari harta
dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
89. kecuali
orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,
Siapa yaqin pada Allah dan
hari akhir akan punya hati yang selamat.
Siapa yang yaqinnya pada
maal dan mulk maka dia akan jauh dari Allah dan hatinya tidak selamat. Jika
yakin sudah salah maka analisanya salah, kesimpulannya salah, amalnya salah dan
suasana dan keadaan menjadi buruk. Banyak fitnah dan bencana.
Hadits Nabi Muhammad SAW
bahwa setiap orang berbuat dosa maka satu bintik hitam menempel di hatinya.
Jika hal ini berlangsung terus menerus maka hati bisa berkarat, hitam dan
keras. Yang ditakutkan jika kita mati dalam keadaan seperti ini. Naudzubillah
min syarri dzaalik.
15. Adapun manusia apabila
Tuhannya mengujinya lalu Dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka Dia
akan berkata: "Tuhanku telah memuliakanku".
16. Adapun bila
Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka Dia berkata: "Tuhanku
menghinakanku"[1575].
17. sekali-kali tidak
(demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim[1576],
[1575] Maksudnya: ialah
Allah menyalahkan orang-orang yang mengatakan bahwa kekayaan itu adalah suatu
kemuliaan dan kemiskinan adalah suatu kehinaan seperti yang tersebut pada ayat
15 dan 16. tetapi sebenarnya kekayaan dan kemiskinan adalah ujian Tuhan bagi
hamba-hamba-Nya.
[1576] Yang dimaksud dengan
tidak memuliakan anak yatim ialah tidak memberikan hak-haknya dan tidak berbuat
baik kepadanya.
Kisah nabi nuh dan putranya
ketika banjir besar datang.
Q.S 11. Huud 40-45
40. hingga apabila perintah
Kami datang dan dapur[718] telah memancarkan air, Kami berfirman:
"Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang
(jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu
ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." dan
tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.
41. dan Nuh berkata:
"Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu
berlayar dan berlabuhnya." Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang.
42. dan bahtera itu berlayar
membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. dan Nuh memanggil anaknya,[719]
sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah
(ke kapal) bersama Kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang
kafir."
43. anaknya menjawab:
"Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air
bah!" Nuh berkata: "tidak ada yang melindungi hari ini dari azab
Allah selain Allah (saja) yang Maha Penyayang". dan gelombang menjadi
penghalang antara keduanya; Maka jadilah anak itu Termasuk orang-orang yang
ditenggelamkan.
44. dan difirmankan:
"Hai bumi telanlah airmu, dan Hai langit (hujan) berhentilah," dan
airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan[720] dan bahtera itupun berlabuh di
atas bukit Judi[721], dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang zalim
."
45. dan Nuh berseru kepada
Tuhannya sambil berkata: "Ya Tuhanku, Sesungguhnya anakku Termasuk
keluargaku, dan Sesungguhnya janji Engkau Itulah yang benar. dan Engkau adalah
hakim yang seadil-adilnya."
[718] Yang dimaksud dengan
dapur ialah permukaan bumi yang memancarkan air hingga menyebabkan timbulnya
taufan.
[719] Nama anak Nabi Nuh
a.s. yang kafir itu Qanaan, sedang putra-putranya yang beriman Ialah: Sam, Ham
dan Jafits.
[720] Yakni: Allah telah
melaksanakan janjinya dengan membinasakan orang-orang yang kafir kepada Nabi
Nuh a.s. dan menyelamatkan orang-orang yang beriman.
[721] Bukit Judi terletak di
Armenia sebelah selatan, berbatasan dengan Mesopotamia.
1. Sesungguhnya beruntunglah
orang-orang yang beriman,
2. (yaitu) orang-orang
yang khusyu' dalam sembahyangnya,
3. dan orang-orang yang
menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
4. dan orang-orang yang
menunaikan zakat,
5. dan orang-orang yang
menjaga kemaluannya,
6. kecuali terhadap
isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki[994]; Maka Sesungguhnya
mereka dalam hal ini tiada terceIa.
7. Barangsiapa mencari yang
di balik itu[995] Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas.
8. dan orang-orang yang
memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.
9. dan orang-orang yang
memelihara sembahyangnya.
10. mereka Itulah
orang-orang yang akan mewarisi,
11. (yakni) yang akan
mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya.
[994] Maksudnya: budak-budak
belian yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir, bukan budak belian
yang didapat di luar peperangan. dalam peperangan dengan orang-orang kafir itu,
wanita-wanita yang ditawan biasanya dibagi-bagikan kepada kaum muslimin yang
ikut dalam peperangan itu, dan kebiasan ini bukanlah suatu yang diwajibkan.
imam boleh melarang kebiasaan ini. Maksudnya: budak-budak yang dimiliki yang suaminya
tidak ikut tertawan bersama-samanya.
[995] Maksudnya: zina,
homoseksual, dan sebagainya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar