Selasa, 10 Maret 2015

Bersabar Ketika Berdoa






Dalam Al Qur'an surah Fusshilat : 49 dikatakan : "Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan".


Putus asa adalah sifat yang tercela. Tidak selayaknya seorang mu'min berputus asa dalam segala hal, baik dalam berdo'a kepada Allah maupun dalam menghadapi kehidupan ini. Ketika kita berdo'a kepada Allah, maka tidak terlepas dari dua kemungkinan, dikabulkan atau belum dikabulkan. Kalau dikabulkan kita harus segera bersyukur kepada Allah. Namun bila merasa belum dikabulkan, kita tidak dibolehkan cepat-cepat berkeyakinan bahwa do'a kita tidak dikabulkan Allah. Ada beberapa kemungkinan yang terjadi. Mungkin do'a kita belum dikabulkan Allah, atau Allah akan mengganti dengan yang lebih baik dari yang kita minta, atau mungkin diri kita belum siap atau tidak layak untuk mendapatkan permintaan kita. Itulah, maka doa yang kita panjatkan kepada Allah, hasil dan buahnya tidak bisa kita ukur dengan waktu. Rasulullah pernah berdo'a "Ya Allah berilah petunjuk kaumku, karena mereka banyak yang bodoh". Apa yang terjadi, apakah semua kaumnya beriman? Ternyata sampai Rasulullah wafat pun masih banyak kaumnya yang tidak beriman, namun Rasulullah tidak berputus asa dan terus berusaha bahkan berpesan kepada umatnya agar meneruskan perjuangannya.

Dalam sebuah hadits Rasulullah mengatakan : "Mintalah karunia Allah, karena Allah senang kalau dimintai sesuatu dan sebaik-baik ibadah adalah menunggu dibukanya kesulitan kita" (H.R. Tirmizi).

Itulah sebaik-baik ibadah, menunggu hingga dihilangkannya kesulitan dan kesedihan kita dan tidak mengeluh kepada selain Allah. Sikap seorang mu'min yang baik adalah yang tidak mudah berputus asa dan tidak mudah kecewa, senantiasa besar hati dalam menerima apapun yang dialami dan dideritanya, karena itu semua atas kehendak Allah. Maka dalam ayat lain dikatakan bahwa sikap berputus asa adalah sikap orang kafir (al-Ankabut: 23). Ini karena mereka yang berputus asa atas rahmat Allah telah menentang kehendak Allah dan ingin memaksa Allah dengan kehendaknya. 
Tiga Kemungkinan dari Doa Seorang Hamba

Kemungkinan Pertama adalah doanya dikabulkan pada saat itu juga, seperti doa pemuda yang terjebak dalam gua yang pintunya tertutup dalam gua yang pintunya tertutup oleh sebongkah batu. Maka batu tergeser sedikit demi sedikit hingga terbuka sempurna atas doa 3 orang pemuda satu persatu sambil mengutarakan perbuatan baiknya.
Kemungkinan Kedua adalah  doa dikabulkan pada saat yang lebih tepat oleh Allah SWT bukan saat yang diminta oleh hambanya, seperti doa Nabi Ibrahim yang memohon agar Mekah Al-Mukarromah menjadi negeri yang banyak dikunjungi manusia dan negeri yang kaya raya. Kini dari seluruh penjuru dunia datang ke Mekah untuk berhaji memenuhi panggilan Allah SWT. Juga sebagai negara kaya raya karena banyak cadangan minyak bumi disana.
Kemungkinan Ketiga adalah doa tidak dikabulkan oleh Allah SWT akan tetapi diganti oleh kebaikan sehingga orang yang rajin berdoa dapat terhindar dari bencana atau cobaan dari-Nya.
Wallahu a'lam bishshowab.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar