Kamis, 12 Maret 2015

MALAM LAILATUL QADAR



Oó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$#
MALAM LAILATUL QADAR


Firman Allah SWT   :

!$¯RÎ) çm»oYø9tRr& Îû Ï's#øs9 Íôs)ø9$# ÇÊÈ !$tBur y71u÷Šr& $tB ä's#øs9 Íôs)ø9$# ÇËÈ ä's#øs9 Íôs)ø9$# ׎öy{ ô`ÏiB É#ø9r& 9öky­ ÇÌÈ ãA¨t\s? èps3Í´¯»n=yJø9$# ßyr9$#ur $pkŽÏù ÈbøŒÎ*Î/ NÍkÍh5u `ÏiB Èe@ä. 9öDr& ÇÍÈ íO»n=y }Ïd 4Ó®Lym Æìn=ôÜtB ̍ôfxÿø9$# ÇÎÈ
    1.Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.
2.  Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
3.  Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.
    (QS. Al-Qadr, 97 : 1-5).

!$¯RÎ) çm»oYø9tRr& Îû 7's#øs9 >px.t»t6B 4 $¯RÎ) $¨Zä. z`ƒÍÉZãB ÇÌÈ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad-Dukhan, 44 : 3)

Hadits Rasulullah SAW.

1. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA., dia berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa bangun (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan ihtisab maka diampunkan baginya dosa-dosanya yang telah lalu”.
(HR. Bukhari dan Muslim )

2. Diriwayatkan dari Anas RA. , dia berkata, ketika Ramadhan telah masuk maka Rasulullah SAW. bersabda : “Sesungguhnya bulan ini telah datang kepadamu, di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Barangsiapa terhalang tidak mendapatkannya, sesungguhnya ia terhalang dari mendapatkan kebaikan seluruhnya  dan tidaklah terhalang untuk mendapatkan kebaikan melainkan orang yang sial”. (HR. Ibnu Majah)

3. Diriwayatkan dari Anas RA , dia berkata, Rasulullah SAW. telah bersabda : “Apabila datang malam Lailatul Qadar maka Jibril bersama sekumpulan malaikat me-mohonkan rahmat ke atas tiap hamba yang berdiri atau mengingat Allah ‘Azza Wa Jalla. Kemudian apabila tiba hari raya mereka, yaitu hari saat mereka berbuka maka Allah membangga-banggakan mereka kepada para malaikat – Nya seraya berfirman :’Wahai para malaikt-Ku, Apakah balasan bagi seorang  pekerja bila telah menyelesaikan pekerjaan-nya?. Mereka berkata : ‘Wahai Tuhan kami, balasannya adalah supaya diberi upah sepenuhnya’. Allah berfirman, ’Wahai malaikat-Ku, para hamba-Ku, baik laki-laki maupun perempuan telah melaksanakan sesuatu yang Aku wajibkan atas mereka, kemudian mereka keluar berkumandang memanjatkan do’a . Maka demi Kemuliaan, Keagungan, Kemurahan, Ketinggian, dan Keluhuran kedudukan-Ku, Aku pasti akan mengabulkan mereka’. Kemudian Allah berfirman, ‘Aku telah mengampuni kamu, Aku telah menggantikan keburukanmu dengan kebaikan”. Rasulullah SAW. bersabda : “Kemudian mereka pulang, dan dosa-dosa mereka telah diampuni” . (HR. Al-Baihaqi).

4. Dari ‘Aisyah R. ha, dia berkata, Rasulullah SAW. ber-sabda: “Carilah Lailatul Qadar pada tanggal ganjil dari sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan”. (HR.Bukhari).  

5. Diriwayatkan dari ‘Ubadah bin Shamid RA., dia berkata, Nabi SAW. telah keluar untuk memberitahukan datangnya Lailatul Qadar kepada kami. Lalu ada dua orang dari kaum Muslimin yang saling memaki, maka beliau bersabda : “Aku keluar untuk memberitahukan kepadamu datangnya Lailatul Qadar namun si fulan dan fulan telah saling memaki maka ketetapan itu telah diangkat lagi dan boleh jadi itu lebih baik bagimu. Maka carilah ia pada malam kesembilan, ketujuh, dan kelima”. (HR.Bukhari)

6. Diriwayatkan dari ‘Ubadah bin Shamit RA , bahwa dia bertanya kepada Rasulullah SAW. tentang Lailatul Qadar, lalu beliau bersabda : “Dalam bulan Ramadhan inilah pada sepuluh malam terakhir, sesungguhnya pada malam ganjil, pada malam dua puluh satu, dua puluh tiga, dua puluh lima, dua puluh tujuh, dua puluh sembilan, atau pada malam terakhir dalam bulan Ramadhan. Barangsiapa bangun (shalat) pada malam itu dengan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Diantara tanda-tandanya adalah bahwa malam itu keadaannya terang, bersih, tenang, sunyi, tidak panas, tidak dingin, seolah-olah di situ ada bulan bercahaya, tidak ada bintang yang dilemparkan pada malam itu hingga pagi. Termasuk tanda-tandanya pula bahwa sesungguhnya pada pada pagi hari itu matahari akan terbit, cahayanya tidak menyengat, bagaikan bulan purnama. Pada hari itu Allah mengharamkan syetan keluar bersamanya”.
(HR.Ahmad, Al-Baihaqi, dan Muhammad bin Nashr, dan lain-lain).

7. Dari ‘Aisyah R. ha berkata, Apabila telah masuk pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan, maka Rasulullah SAW. selalu beribadah pada waktu malam; serta beliau membangunkan keluarganya; bersungguh-sungguh dan mengikatkan sarungnya (tidak bersetubuh dengan istrinya)”. (HR.Bukhari dan Muslim).

8. Dari ‘Aisyah R.ha berkata, Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam bulan Ramadhan tidak seperti pada bulan-bulan yang lain;dan pada malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan beliau sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah tidak seperti pada malam-malam yang lain”.(HR.Muslim).

9. Dari ‘Aisyah R. ha berkata, Saya bertanya : “Wahai Rasulullah SAW. bagaimana pendapat tuan seandainya saya mengetahui malam itu adalah malam Lailatul Qadar, apakah yang harus saya baca pada malam itu?” Beliau bersabda : “Bacalah, “ALLOOHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL-‘AFWA FA’FU’ANNI”
(Wahai Allah sesungguhnya Engkau adalah Dzat Maha Pengampun, suka pada ampunan maka ampunilah saya)” (HR.Turmudzi).




Tidak ada komentar:

Posting Komentar