Oó¡Î0
«!$#
Ç`»uH÷q§9$#
ÉOÏm§9$#
MALAM
LAILATUL QADAR
Firman
Allah SWT :
!$¯RÎ) çm»oYø9tRr& Îû Ï's#øs9 Íôs)ø9$# ÇÊÈ !$tBur y71u÷r& $tB ä's#øs9 Íôs)ø9$# ÇËÈ ä's#øs9 Íôs)ø9$# ×öy{ ô`ÏiB É#ø9r& 9öky ÇÌÈ ãA¨t\s? èps3Í´¯»n=yJø9$# ßyr9$#ur $pkÏù ÈbøÎ*Î/ NÍkÍh5u `ÏiB Èe@ä. 9öDr& ÇÍÈ íO»n=y }Ïd 4Ó®Lym Æìn=ôÜtB Ìôfxÿø9$# ÇÎÈ
2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu
bulan.
4. Pada malam itu turun
malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur
segala urusan.
5.
Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.
(QS. Al-Qadr, 97 : 1-5).
!$¯RÎ) çm»oYø9tRr& Îû 7's#øs9 >px.t»t6B 4 $¯RÎ) $¨Zä. z`ÍÉZãB ÇÌÈ
“Sesungguhnya
Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah
yang memberi peringatan.” (QS. Ad-Dukhan, 44 : 3)
Hadits
Rasulullah SAW.
1.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA., dia berkata, Rasulullah SAW bersabda :
“Barangsiapa bangun (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan ihtisab
maka diampunkan baginya dosa-dosanya yang telah lalu”.
(HR.
Bukhari dan Muslim )
2. Diriwayatkan dari Anas RA. , dia berkata,
ketika Ramadhan telah masuk maka Rasulullah SAW. bersabda : “Sesungguhnya bulan
ini telah datang kepadamu, di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik
daripada seribu bulan. Barangsiapa terhalang tidak mendapatkannya, sesungguhnya
ia terhalang dari mendapatkan kebaikan seluruhnya dan tidaklah terhalang untuk mendapatkan
kebaikan melainkan orang yang sial”. (HR. Ibnu Majah)
3.
Diriwayatkan dari Anas RA , dia berkata, Rasulullah SAW. telah bersabda :
“Apabila datang malam Lailatul Qadar maka Jibril bersama sekumpulan malaikat
me-mohonkan rahmat ke atas tiap hamba yang berdiri atau mengingat Allah ‘Azza
Wa Jalla. Kemudian apabila tiba hari raya mereka, yaitu hari saat mereka
berbuka maka Allah membangga-banggakan mereka kepada para malaikat – Nya seraya
berfirman :’Wahai para malaikt-Ku, Apakah balasan bagi seorang pekerja bila telah menyelesaikan
pekerjaan-nya?. Mereka berkata : ‘Wahai Tuhan kami, balasannya adalah supaya
diberi upah sepenuhnya’. Allah berfirman, ’Wahai malaikat-Ku, para hamba-Ku,
baik laki-laki maupun perempuan telah melaksanakan sesuatu yang Aku wajibkan
atas mereka, kemudian mereka keluar berkumandang memanjatkan do’a . Maka demi
Kemuliaan, Keagungan, Kemurahan, Ketinggian, dan Keluhuran kedudukan-Ku, Aku
pasti akan mengabulkan mereka’. Kemudian Allah berfirman, ‘Aku telah mengampuni
kamu, Aku telah menggantikan keburukanmu dengan kebaikan”. Rasulullah SAW.
bersabda : “Kemudian mereka pulang, dan dosa-dosa mereka telah diampuni” .
(HR. Al-Baihaqi).
4.
Dari ‘Aisyah R. ha, dia berkata, Rasulullah SAW. ber-sabda: “Carilah Lailatul
Qadar pada tanggal ganjil dari sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan”. (HR.Bukhari).
5.
Diriwayatkan dari ‘Ubadah bin Shamid RA., dia berkata, Nabi SAW. telah keluar
untuk memberitahukan datangnya Lailatul Qadar kepada kami. Lalu ada dua orang
dari kaum Muslimin yang saling memaki, maka beliau bersabda : “Aku keluar untuk
memberitahukan kepadamu datangnya Lailatul Qadar namun si fulan dan fulan telah
saling memaki maka ketetapan itu telah diangkat lagi dan boleh jadi itu lebih
baik bagimu. Maka carilah ia pada malam kesembilan, ketujuh, dan kelima”. (HR.Bukhari)
6.
Diriwayatkan dari ‘Ubadah bin Shamit RA , bahwa dia bertanya kepada Rasulullah
SAW. tentang Lailatul Qadar, lalu beliau bersabda : “Dalam bulan Ramadhan
inilah pada sepuluh malam terakhir, sesungguhnya pada malam ganjil, pada malam
dua puluh satu, dua puluh tiga, dua puluh lima, dua puluh tujuh, dua puluh
sembilan, atau pada malam terakhir dalam bulan Ramadhan. Barangsiapa bangun
(shalat) pada malam itu dengan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang
telah lalu. Diantara tanda-tandanya adalah bahwa malam itu keadaannya terang,
bersih, tenang, sunyi, tidak panas, tidak dingin, seolah-olah di situ ada bulan
bercahaya, tidak ada bintang yang dilemparkan pada malam itu hingga pagi.
Termasuk tanda-tandanya pula bahwa sesungguhnya pada pada pagi hari itu
matahari akan terbit, cahayanya tidak menyengat, bagaikan bulan purnama. Pada
hari itu Allah mengharamkan syetan keluar bersamanya”.
(HR.Ahmad,
Al-Baihaqi, dan Muhammad bin Nashr, dan lain-lain).
7.
Dari ‘Aisyah R. ha berkata, Apabila telah masuk pada sepuluh malam terakhir
dari bulan Ramadhan, maka Rasulullah SAW. selalu beribadah pada waktu malam;
serta beliau membangunkan keluarganya; bersungguh-sungguh dan mengikatkan
sarungnya (tidak bersetubuh dengan istrinya)”.
(HR.Bukhari dan Muslim).
8.
Dari ‘Aisyah R.ha berkata, Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah
pada malam bulan Ramadhan tidak seperti pada bulan-bulan yang lain;dan pada
malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan beliau sangat bersungguh-sungguh dalam
beribadah tidak seperti pada malam-malam yang lain”.(HR.Muslim).
9. Dari ‘Aisyah R. ha berkata, Saya
bertanya : “Wahai Rasulullah SAW. bagaimana pendapat tuan seandainya saya
mengetahui malam itu adalah malam Lailatul Qadar, apakah yang harus saya baca
pada malam itu?” Beliau bersabda : “Bacalah, “ALLOOHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN
TUHIBBUL-‘AFWA FA’FU’ANNI”
(Wahai Allah sesungguhnya Engkau adalah
Dzat Maha Pengampun, suka pada ampunan maka ampunilah saya)” (HR.Turmudzi).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar