1
GLAMOUR
ATAU HAKEKAT AGAMA
(Membukan Mata Hati untuk Memahami
Hakikat Kebahagiaan)
Orang kadang tahu glamour agama tapi
tidak faham hakekat agama .Glamour dianggap agama . Orang biasa pengajian yang
dihadiri oleh sekian ribu pengunjung ,pembicaranya ulama kondang , yang
menyambut menteri anu , menteri anu dan
dia merasa ( rumangsane ) dia besar dengan itu, dia mulya dengan itu ,dia
selamat dengan itu ,padahal seberapa jauh isi dari ceramah itu membawa misi
hakekat agama ,yaitu mengarahkan manusia kepada keagungan Allah , kasih sayang
, pengawasanNya dan menghasung manusia yang mendengar untuk lebih ingat akhirat
, lebih tahu nilai tingginya iman , nilai-nilai amal yang dituntunkan Nabi ,
ngerinya neraka dan bahagianya surga , persiapan yang harus disiapkan untuk
kubur , dan apa yang mencelakakan , maupun yang menyelamatkan dimahsyar, sejauh
mana keselamatan bagi orang yang mengikuti Rasul , dan apa bahaya yang menanti
bila menyalahinya ? Itulah antara lain
hakekat agama . Setelah ceramahnya benar kemudian sejauh
mana dia dapat mengamalkan apa yang diceramahkan itu, sejauh mana dia bisa
selaras dengan apa yang diceramahkan itu? Itupun hakekat agama, yang bermanfaat
agama. Ini juga antara lain hakekat agama.
Tapi yang mudah terlihat, berpengaruh : panitia
pengajian tersebut, pembicara, jumlah peserta yang hadir, yang hadir / yang
mendengarkan orang yang dianggap penting, pembicaraan yang menyegarkan /
refreshing, walaupun tidak menyangkut dengan hal-hal diatas ( hakekat agama ),
dsb, dsb.
Itulah salah satu contoh. Itu terjadi disegala hal.
Ada orang dianggap sukses dia usahanya maju , tapi apa
yang terjadi dalam dirinya : sholat terlambat, untuk servis mitra kerja dia
bawa ke tempat-tempat ma’siat, mitra kerja punya hajat istri didandani /
berhias menurut umum, salaman dengan bukan mahrom, tontonannya organ tunggal
dengan menari memamerkan aurat, makanannya tidak jelas halalnya, makannya dengan berdiri, yang seperti ini dibilang
orang sukses?
Beda dengan adiknya, tokonya kecil, jarang bisa
diundang ditempat seperti itu, sibuk di masjid, cari mantu saja juga seperti
dia anak tukang patri dsb. Dia dibilang tidak sukses.
Yang itu glamour dan yang ini hakekat.
Jangan ditafsir bahwa glamour agama itu penuh dunia
sedangkan hakekat agama itu mlarat dunia .Abdur Rahman bin Auf yang punya hakekat agama kafilah
dagangnya mbrebegi kota Madinah . Yang punya hakekat agama itu faham dan
memperhatikan : Uang dari mana , untuk apa , pertanggung jawabnya bagaimana ,
bagaimana sholatnya dsb .
“Kuasai Negara” itu glamour . Sukses itu bukan
karena pegang Negara atau tidak pegang Negara, bukan jadi Bupati atau satpam
Bupati . Sukses dan tidak ditentukan oleh Allah bersama atau Allah tidak
bersama .
Nabi Sulaiman itu sukses bukan karena kerajaannya
tidak tertandingi sebelum atau sesudahnya , bukan karena bisa memindahkan
kerajaan Ratu Balqis . Itu bukan ukuran sukses !. Bahkan kata Nabi Sulaiman
sendiri : “Ini untuk mengujiku ,apakah aku syukur atau kufur “.
Perhatikan
Firman Allah
Berkatalah
seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab "Aku akan membawa singgasana itu
kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat
singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia
Tuhanku untuk mencoba Aku apakah Aku bersyukur atau mengingkari (akan
nikmat-Nya). dan barangsiapa yang bersyukur Maka Sesungguhnya dia bersyukur
untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, Maka Sesungguhnya
Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia".(QS An Naml (27) ayat 40)
Tsa’labah sukses sebelum jadi kaya , karena saat
itu punya hakekat agama .
Ada
seorang memperkenal kan orang lain :” Wah niki putrane pun dados sedaya inkiang
mbajeng dados camat ten mriko , ingkang nomer kalih dados bupati ten mriko ,
inkang nomer tiga dados garwanipun Sekjen ten mriko, ingkang ragil kuliah ten
Amerika”. Padahal bagaimana pergaulannya sehari-hari , makan halal atau haram
tidak tahu, sholatnya terjaga atau tidak tidak terfikir ?Padahal catatan
hari-hari tak habis-habis penuh dengan ma’siat merah semua .Tapi orang bilang
sukses dan itu menarik .
Perhatikan kisah Qarun dengan glamournya !
Firman Allah :
Maka
keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya[x]. berkatalah orang-orang
yang menghendaki kehidupan dunia: "Moga-moga kiranya kita mempunyai
seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar
mempunyai keberuntungan yang besar".(QS Qashash (28) ayat 79 )
[x] menurut
mufassir: Qarun ke luar dalam satu iring-iringan yang lengkap dengan pengawal,
hamba sahaya dan inang pengasuh untuk memperlihatkan kemegahannya kepada
kaumnya.
Qarun
keluar bersama glamour. Orang yang menghendaki dunia ,yaitu orang yang fikir ,
cita-cita ,angan –angan , yang dianggap sukses adalah dunia berkata “ Moga-moga
kita seperti Qarun /ketiban ndaru /entuk pulung raja (-kalau ada-).
3
Padahal Allah berfirman .
76. Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum
Musa[xx], Maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah
menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh
berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata
kepadanya: "Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri".(QS Qashash (28) ayat
76 )
[xx] Karun
adalah salah seorang anak paman nabi Musa a.s.
“Ia berlaku aniaya “ . Ini yang berfirman Allah,. kalau
yang berkata orang mungkin karena sentiment pribadi atau hasad/dengki.Tapi ini
Firman Allah :Orang ini black klise ,TO (Target Operasi ), orang ini dalam
kondisi bahaya /hakekatnya bahaya(celaka ),tapi orang melihat ia (Qarun) orang
sukses__ dengan terpukau __ .Ini glamour! karena orang tidak tahu hakekat siapa
Qarun !?.
Yang tahu hakekat Qarun sebagaimana Firman Allah :
QS. Qashash ( 28 ) ayat 77
Dan
carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri
akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan
berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah Telah berbuat baik,
kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
QS. Qashash ( 28 ) ayat 78
Karun
berkata: "Sesungguhnya Aku Hanya diberi harta itu, Karena ilmu yang ada
padaku". dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah
membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak
mengumpulkan harta? dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa
itu, tentang dosa-dosa mereka.
QS Qashash (28) ayat 79
Maka
keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya[x]. berkatalah orang-orang
yang menghendaki kehidupan dunia: "Moga-moga kiranya kita mempunyai
seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar
mempunyai keberuntungan yang besar".
QS. Qashash ( 28 ) ayat 80
Berkatalah
orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah bagimu,
pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal shaleh,
dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang sabar".
Yang tahu hakekat Qarun adalah dalam QS Qashash
ayat 80 yaitu orang-orang yang dianugerahi ilmu .Mereka berkata :
“Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah
adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak
diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang sabar".
Ilmu apa ? Apa ilmu kedokteran ,atau
matematika ataukah ilmu bumi / geografi
dsb ? Bukan ! Yang dimaksud ilmu pada ayat itu adalah ilmu Ilahiyah /ilmu yang
dibawa para Nabi . Yang punya ilmu ini baru tahu .
Sering
kita dikata Negara berkembang , Amerika
negara maju .
Yang mengikut siapa
?Yang diikut siapa ? Yang mengikut Negara yang berkembang ,yang diikut
Negara maju !? Siapa yang hutang dan siapa yang menghutangi ?Yang hutang Negara
berkembang dan yang menghutangi Negara maju !?
Siapa yang mengatakan demikian ?
Di
Indonesia disbanding Amerika mana banyak
perceraian ?
Dari VOA , 56 % penduduk Amerika cerai . Di sana
ada paguyuban saudara tiri . Pelajar SD di sana 1 klas 40 anak , yang orang
tuanya genap dapat dihitung dengan 5 jari . Kebanyakan di sana single parent
,rata-rata anak- anak tak kenal ayah mereka ,tapi glamour . Dan anehnya bila
disebut Amerika “wajilat qulubina “ (bergetarlah hati kami ).
Perhatikan orang-orang yang maunya glamour !
-Caleg mati karena yang memilih hanya 3 oarang .
-Caleg yang menyruh tim suksesnya mengambil lagi TV
bantuannya yang dipasang di Pos
Ronda karena kalah.
_Lurah kalah pencalonan uang yang sudah diberikan
mau diminta lagi .
-Caleg stress bukan dibawa ke RSJ tapi dibawa ke
Kyai lalu disirami air karena mereka itu semua maunya glamour
Perhatikan lagi ayat 76!
Dia (Qorun ) umat Nabi Musa harusnya dia slamet
,tapi karena ingin yang glamour jadinya celaka ,dikunci mati hatinya oleh Allah
. Kalau dibandingkan dengan kaumnya siapa yang bisa :melapis kendaraannya dengan
emas ? ,Siapa yang bisa nutup jalan untuk kepentingan ?Siapa yang bisa sewa
tentara, polisi untuk keamanan ?Siapa yang bisa mengundang pejabat ?Itulah yang
tampak ,yang glamour, yang dirasa sukses .
Qarun dibilang oleh orang yang dianugerahi ilmu :”Celaka besarlah bagimu “Mengapa Qorun yang semikian
dibilang celaka besar.?Karena ada bandingannya yaitu pahala Allah di akhirat
Bila Allah tak manjing, akhirat tidak manjing agama
dijual (didol)
Agama
mulya ,sukses kalau bagaimana ?
Kelanjutan ayat bagi orang-orang yang beriman dan beramal
sholeh(yakin dan nindakke fadhilah amal ),maka nanti mata dibalik /diganti
dengan mata hati yaitu melihat dengan mata hati .Maka baru faham celaka
besarnya Qorun .
Alhamdulillah , dalam suasana kelemahan saya Allah
mau pilih diri saya ,pakai harta saya , fakir saya .Dapat kemajlis ilmu yang
satu langkah dibuatka satu kota di surga
Yang disana tidak perlu penyapu , WC mampet,
“Tak diperoleh pahala itu kecuali orang-orang yang
sabar.”
Kalau agama berhenti kulit tak ada hakekat ,jika
datang dunia jual agama maka hidupkan ta’lim keluarga . Dan kapan-kapan
Masturat .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar