Jumat, 27 Maret 2015

GLAMOUR ATAU HAKEKAT AGAMA


1

GLAMOUR  ATAU HAKEKAT AGAMA
(Membukan Mata Hati untuk Memahami Hakikat Kebahagiaan)

 Orang kadang tahu glamour agama tapi tidak faham hakekat agama .Glamour dianggap agama . Orang biasa pengajian yang dihadiri oleh sekian ribu pengunjung ,pembicaranya ulama kondang , yang menyambut menteri anu , menteri anu  dan dia merasa ( rumangsane ) dia besar dengan itu, dia mulya dengan itu ,dia selamat dengan itu ,padahal seberapa jauh isi dari ceramah itu membawa misi hakekat agama ,yaitu mengarahkan manusia kepada keagungan Allah , kasih sayang , pengawasanNya dan menghasung manusia yang mendengar untuk lebih ingat akhirat , lebih tahu nilai tingginya iman , nilai-nilai amal yang dituntunkan Nabi , ngerinya neraka dan bahagianya surga , persiapan yang harus disiapkan untuk kubur , dan apa yang mencelakakan , maupun yang menyelamatkan dimahsyar, sejauh mana keselamatan bagi orang yang mengikuti Rasul , dan apa bahaya yang menanti bila menyalahinya ? Itulah antara lain  hakekat agama   . Setelah ceramahnya benar kemudian sejauh mana dia dapat mengamalkan apa yang diceramahkan itu, sejauh mana dia bisa selaras dengan apa yang diceramahkan itu? Itupun hakekat agama, yang bermanfaat agama. Ini juga antara lain hakekat agama.

Tapi yang mudah terlihat, berpengaruh : panitia pengajian tersebut, pembicara, jumlah peserta yang hadir, yang hadir / yang mendengarkan orang yang dianggap penting, pembicaraan yang menyegarkan / refreshing, walaupun tidak menyangkut dengan hal-hal diatas ( hakekat agama ), dsb, dsb.
Itulah salah satu contoh. Itu terjadi disegala hal.
         
Ada orang  dianggap sukses dia usahanya maju , tapi apa yang terjadi dalam dirinya : sholat terlambat, untuk servis mitra kerja dia bawa ke tempat-tempat ma’siat, mitra kerja punya hajat istri didandani / berhias menurut umum, salaman dengan bukan mahrom, tontonannya organ tunggal dengan menari memamerkan aurat, makanannya tidak jelas halalnya, makannya  dengan berdiri, yang seperti ini dibilang orang sukses?
Beda dengan adiknya, tokonya kecil, jarang bisa diundang ditempat seperti itu, sibuk di masjid, cari mantu saja juga seperti dia anak tukang patri dsb. Dia dibilang tidak sukses.
Yang itu glamour dan yang ini hakekat.
         
Jangan ditafsir bahwa glamour agama itu penuh dunia sedangkan hakekat agama itu mlarat dunia .Abdur Rahman  bin Auf yang punya hakekat agama kafilah dagangnya mbrebegi kota Madinah . Yang punya hakekat agama itu faham dan memperhatikan : Uang dari mana , untuk apa , pertanggung jawabnya bagaimana , bagaimana sholatnya  dsb .
         
“Kuasai Negara” itu glamour . Sukses itu bukan karena pegang Negara atau tidak pegang Negara, bukan jadi Bupati atau satpam Bupati . Sukses dan tidak ditentukan oleh Allah bersama atau Allah tidak bersama .

Nabi Sulaiman itu sukses bukan karena kerajaannya tidak tertandingi sebelum atau sesudahnya , bukan karena bisa memindahkan kerajaan Ratu Balqis . Itu bukan ukuran sukses !. Bahkan kata Nabi Sulaiman sendiri : “Ini untuk mengujiku ,apakah aku syukur atau kufur “.

 Perhatikan Firman Allah
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba Aku apakah Aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). dan barangsiapa yang bersyukur Maka Sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, Maka Sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia".(QS An Naml (27) ayat 40)
Tsa’labah sukses sebelum jadi kaya , karena saat itu punya hakekat agama .

          Ada seorang memperkenal kan orang lain :” Wah niki putrane pun dados sedaya inkiang mbajeng dados camat ten mriko , ingkang nomer kalih dados bupati ten mriko , inkang nomer tiga dados garwanipun Sekjen ten mriko, ingkang ragil kuliah ten Amerika”. Padahal bagaimana pergaulannya sehari-hari , makan halal atau haram tidak tahu, sholatnya terjaga atau tidak tidak terfikir ?Padahal catatan hari-hari tak habis-habis penuh dengan ma’siat merah semua .Tapi orang bilang sukses dan itu menarik .

Perhatikan kisah Qarun dengan glamournya   ! Firman Allah :
Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya[x]. berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar".(QS Qashash (28) ayat 79 )
[x]  menurut mufassir: Qarun ke luar dalam satu iring-iringan yang lengkap dengan pengawal, hamba sahaya dan inang pengasuh untuk memperlihatkan kemegahannya kepada kaumnya.

Qarun keluar bersama glamour. Orang yang menghendaki dunia ,yaitu orang yang fikir , cita-cita ,angan –angan , yang dianggap sukses adalah dunia berkata “ Moga-moga kita seperti Qarun /ketiban ndaru /entuk pulung raja (-kalau ada-).
3
Padahal Allah berfirman .
76.  Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa[xx], Maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: "Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri".(QS Qashash (28) ayat 76 )
[xx]  Karun adalah salah seorang anak paman nabi Musa a.s.

“Ia berlaku aniaya “ . Ini yang berfirman Allah,. kalau yang berkata orang mungkin karena sentiment pribadi atau hasad/dengki.Tapi ini Firman Allah :Orang ini black klise ,TO (Target Operasi ), orang ini dalam kondisi bahaya /hakekatnya bahaya(celaka ),tapi orang melihat ia (Qarun) orang sukses__ dengan terpukau __ .Ini glamour! karena orang tidak tahu hakekat siapa Qarun !?.

Yang tahu hakekat Qarun sebagaimana Firman Allah :

QS. Qashash ( 28 ) ayat 77
Dan carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah Telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
QS. Qashash ( 28 ) ayat 78
Karun berkata: "Sesungguhnya Aku Hanya diberi harta itu, Karena ilmu yang ada padaku". dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.
QS Qashash (28) ayat 79
Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya[x]. berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar".
QS. Qashash ( 28 ) ayat 80
Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang sabar".

Yang tahu hakekat Qarun adalah dalam QS Qashash ayat 80 yaitu orang-orang yang dianugerahi ilmu .Mereka berkata :
“Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang sabar".

Ilmu apa ? Apa ilmu kedokteran ,atau matematika  ataukah ilmu bumi / geografi dsb ? Bukan ! Yang dimaksud ilmu pada ayat itu adalah ilmu Ilahiyah /ilmu yang dibawa para Nabi . Yang punya ilmu ini baru tahu .

          Sering kita dikata Negara berkembang , Amerika  negara maju .
Yang mengikut siapa  ?Yang diikut siapa ? Yang mengikut Negara yang berkembang ,yang diikut Negara maju !? Siapa yang hutang dan siapa yang menghutangi ?Yang hutang Negara berkembang dan yang menghutangi Negara maju !?
Siapa yang mengatakan demikian ?

          Di Indonesia  disbanding Amerika mana banyak perceraian ?
Dari VOA , 56 % penduduk Amerika cerai . Di sana ada paguyuban saudara tiri . Pelajar SD di sana 1 klas 40 anak , yang orang tuanya genap dapat dihitung dengan 5 jari . Kebanyakan di sana single parent ,rata-rata anak- anak tak kenal ayah mereka ,tapi glamour . Dan anehnya bila disebut Amerika “wajilat qulubina “ (bergetarlah hati kami ).
Perhatikan orang-orang yang maunya glamour !
-Caleg mati karena yang memilih hanya 3 oarang .
-Caleg yang menyruh tim suksesnya mengambil lagi TV bantuannya  yang dipasang di           Pos  Ronda karena kalah.
_Lurah kalah pencalonan uang yang sudah diberikan mau diminta lagi .
-Caleg stress bukan dibawa ke RSJ tapi dibawa ke Kyai lalu disirami air karena mereka itu semua maunya glamour

Perhatikan lagi ayat 76!
Dia (Qorun ) umat Nabi Musa harusnya dia slamet ,tapi karena ingin yang glamour jadinya celaka ,dikunci mati hatinya oleh Allah . Kalau dibandingkan dengan kaumnya siapa yang bisa :melapis kendaraannya dengan emas ? ,Siapa yang bisa nutup jalan untuk kepentingan ?Siapa yang bisa sewa tentara, polisi untuk keamanan ?Siapa yang bisa mengundang pejabat ?Itulah yang tampak ,yang glamour, yang dirasa sukses .

Qarun dibilang oleh orang yang dianugerahi ilmu :”Celaka  besarlah bagimu “Mengapa Qorun yang semikian dibilang celaka besar.?Karena ada bandingannya yaitu pahala Allah di akhirat
Bila Allah tak manjing, akhirat tidak manjing agama dijual (didol)
         
          Agama mulya ,sukses kalau bagaimana ?
Kelanjutan ayat  bagi orang-orang yang beriman dan beramal sholeh(yakin dan nindakke fadhilah amal ),maka nanti mata dibalik /diganti dengan mata hati yaitu melihat dengan mata hati .Maka baru faham celaka besarnya Qorun .
Alhamdulillah , dalam suasana kelemahan saya Allah mau pilih diri saya ,pakai harta saya , fakir saya .Dapat kemajlis ilmu yang satu langkah dibuatka satu kota di surga
Yang disana tidak perlu penyapu , WC mampet, 
                            
“Tak diperoleh pahala itu kecuali orang-orang yang sabar.”
Kalau agama berhenti kulit tak ada hakekat ,jika datang dunia jual agama maka hidupkan ta’lim keluarga . Dan kapan-kapan Masturat .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar